Pesta Patok Tasikmalaya Ternak Jutaan Berjejer Ini Rahasianya!

Sorajabar.com - Lapangan upacara Pemkab Tasikmalaya mendadak berubah menjadi panggung kebanggaan yang memukau. Bukan parade militer, melainkan barisan domba dan kambing dengan bulu tersisir rapi dan tanduk mengilap, siap beraksi di Pesta Patok. Ini bukan sekadar kontes ternak biasa, melainkan perayaan budaya, ekonomi, dan prestise yang paling dinantikan dalam rangka HUT ke-394 Kabupaten Tasikmalaya dan HUT ke-80 Bhayangkara.

Acara ini sukses menyedot perhatian ratusan peternak dari seluruh pelosok Tasikmalaya. Tercatat, 473 ekor ternak mendaftar secara online, ditambah 313 ekor domba dan 23 ekor kambing yang mendaftar langsung di lokasi. Angka-angka ini menunjukkan betapa besar antusiasme dan komitmen para peternak untuk memamerkan hasil kerja keras mereka serta bersaing memperebutkan gelar juara.

Pesta Patok Bukan Sekadar Kontes Biasa

Menurut Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Tasikmalaya, Asep Yudha Adikara, Pesta Patok jauh melampaui sekadar adu kecantikan atau ukuran. Acara ini merupakan ajang silaturahmi yang kuat antar peternak, sekaligus platform untuk meningkatkan nilai ekonomis domba dan kambing lokal. HPDKI, bersama Pemkab Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya, menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari rangkaian hari jadi Tasikmalaya dan HUT Polri.

“Kami sebagai organisasi profesi untuk peternak kambing domba, hadirkan Pesta Patok untuk meningkatkan budaya ternak, meningkatkan populasi ternak dan kesejahteraan peternak,” ungkap Asep Yudha. Ia menjelaskan bahwa ternak yang dilombakan dibagi menjadi dua garis besar: ternak untuk konsumsi dan ternak yang berkaitan dengan seni budaya, termasuk kontes ternak dan seni ketangkasan domba.

Ketika Prestise Berubah Jadi Rupiah Melimpah

Dampak langsung dari kontes ini terasa signifikan bagi peternak dan masyarakat sekitar. Selain mempererat tali silaturahmi, kompetisi ini terbukti mampu meningkatkan harga jual ternak secara drastis. Bayangkan, seekor domba atau kambing yang berhasil meraih juara bisa dihargai puluhan bahkan sampai ratusan juta rupiah!

Abah Yana dari Cipatujah, seorang peserta rutin, menjadi saksi nyata fenomena ini. “Saya selalu rutin ikut kontes. Jadi harga ternak saya baik domba maupun kambing jadi naik. Apalagi kalau juara nilainya bisa puluhan sampai ratusan juta per ekor. Karena bukan beli dombanya, kalau ini mah beli kepuasannya miliki domba juara,” tuturnya penuh bangga. Ini juga menjadi ajang bagi peternak untuk saling bertukar pengetahuan dan belajar cara mengelola ternak yang lebih baik.

Menjaga Kualitas dan Keamanan Ternak Jawa Barat

Pesta Patok kali ini menghadirkan tujuh kategori penilaian, memastikan setiap aspek kualitas ternak diperhatikan. Juri-juri profesional didatangkan langsung dari HPDKI Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk menjamin objektivitas penilaian. Kategori-kategori tersebut meliputi Raja Kasep yang gagah, Ratu Bibit yang unggul, Kambing Ekstrem, Raja Pedaging Campuran Ekstrem, dan Raja Petet.

Keamanan acara juga menjadi prioritas. Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Asep Muslihat, menegaskan dukungan penuh dari kepolisian. Baginya, HUT ke-80 Bhayangkara adalah momentum untuk terus mengabdi, mengayomi, dan melindungi masyarakat, termasuk menjaga aset berharga para peternak dari ancaman pencurian. “Kami pastikan kami akan bertugas untuk meminimalisir pencurian ternak, itu salah satu fungsi kami,” tegasnya.

Apresiasi Tinggi dari Pemerintah Daerah

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan Pesta Patok ini. Ia bahkan mengaku tercengang dengan data populasi ternak di Kabupaten Tasikmalaya. “Kabupaten Tasikmalaya selain dianugerahi alam yang membentang, ternyata ada anugerah sumber daya manusia dan sumber daya komoditas yang melimpah termasuk sektor pertanian, Peternakan, perikanan, perkebunan, dan pariwisata budaya. Peternakan yang membuat saya tercengang ada populasi ternak domba 164.000 ekor,” ujar Cecep.

Lebih lanjut, Cecep melihat nilai lebih dari Pesta Patok. Kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya dan meningkatkan kualitas serta perekonomian peternak, tetapi juga memiliki nilai religi yang kuat. “Candaannya Pesta Patok juga ngandung religi ya. Kan buat kurban dan akikah,” tambahnya. Para pemenang kontes ini berhak mendapatkan trofi bergengsi dan uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah mereka.

Dari lapangan upacara Pemkab, jelas terlihat bahwa domba dan kambing di Tasikmalaya bukan sekadar hewan ternak. Mereka adalah bagian integral dari budaya, pendorong ekonomi, dan sumber kebanggaan yang nilainya melonjak seiring prestasi.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pesta Patok Tasikmalaya Ternak Jutaan Berjejer Ini Rahasianya!
  • Pesta Patok Tasikmalaya Ternak Jutaan Berjejer Ini Rahasianya!
  • Pesta Patok Tasikmalaya Ternak Jutaan Berjejer Ini Rahasianya!
  • Pesta Patok Tasikmalaya Ternak Jutaan Berjejer Ini Rahasianya!
  • Pesta Patok Tasikmalaya Ternak Jutaan Berjejer Ini Rahasianya!
  • Pesta Patok Tasikmalaya Ternak Jutaan Berjejer Ini Rahasianya!

Posting Komentar