Hama Petani Jadi Makanan Halal Menarik Ternyata Orong-Orong!

Sorajabar.com - Pernahkah Anda terbangun oleh suara 'kriiiiiik... kriiiiiik' nyaring yang misterius di tengah malam, seolah berasal dari bawah tanah pekarangan rumah Anda? Jangan kaget, bisa jadi itu adalah "nyanyian" khas dari orong-orong, atau yang sering dijuluki anjing tanah.

Serangga nokturnal yang dikenal dengan nama ilmiah Gryllotalpidae ini memang memiliki penampilan yang cukup mencolok. Dengan tubuh silindris berbulu beludru dan kaki depan yang lebar serta bergerigi layaknya sekop mini, ia sangat mirip dengan cakar tikus mondok. Panjangnya bisa mencapai 3-5 cm, namun jangan khawatir, serangga ini tidak beracun dan tidak agresif terhadap manusia. Meskipun demikian, bagi para petani, orong-orong adalah nama yang kerap disebut dengan nada resah.

Si Pengganggu Tanaman dan Akar

Julukan hama bukan tanpa alasan disematkan pada orong-orong. Meskipun terlihat kecil dan tidak berbahaya secara langsung bagi manusia, serangga pemakan segala ini merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup tanaman. Mereka aktif menggali terowongan di bawah tanah, tak hanya merusak struktur tanah, tetapi juga menyantap benih yang baru ditanam, tunas muda yang sedang tumbuh, bahkan seluruh sistem akar tanaman dewasa. Kerusakan pada akar ini tentu saja akan mengganggu penyerapan nutrisi, membuat tanaman layu, kerdil, dan pada akhirnya mati.

Para petani seringkali harus berjuang ekstra untuk melindungi hasil panen mereka dari serangan orong-orong. Luasnya kerusakan yang ditimbulkan membuat orong-orong menjadi salah satu prioritas dalam manajemen hama Pertanian, terutama pada lahan perkebunan dan persawahan.

Fakta Mengejutkan di Balik Hama Orong-orong

Namun, di balik citranya sebagai hama yang merusak, orong-orong menyimpan beberapa Fakta Unik yang mungkin belum banyak diketahui. Siapa sangka, serangga penggali ini ternyata memiliki nilai ekonomi dan bahkan telah menjadi bagian dari Kuliner di beberapa daerah?

  • Halal Dikonsumsi Menurut MUI: Berdasarkan penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), orong-orong termasuk dalam ordo Orthoptera, sama seperti jangkrik. Dengan demikian, hukum mengonsumsinya pun dikiaskan (disamakan) dengan jangkrik, yakni boleh dimakan selama aman dan tidak membahayakan kesehatan. Di beberapa daerah, orong-orong diolah menjadi berbagai hidangan lezat, seperti digoreng kering, disemur, atau bahkan menjadi campuran pepes yang kaya rasa. Protein tinggi yang terkandung di dalamnya menjadikannya alternatif sumber gizi yang menarik.
  • Dibudidayakan untuk Berbagai Keperluan: Meskipun statusnya hama, orong-orong justru dibudidayakan di sejumlah daerah. Pembudidayaan ini umumnya bertujuan untuk pakan hewan peliharaan (terutama burung kicau dan ikan predator), umpan memancing yang ampuh, hingga untuk konsumsi manusia itu sendiri. Potensi budidaya ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, orong-orong bisa menjadi komoditas bernilai ekonomi.
  • Penjelajah Jauh dengan Sayap: Kebanyakan orang mungkin hanya melihat orong-orong sebagai serangga tanah yang lamban. Namun, tahukah Anda bahwa orong-orong dewasa memiliki sayap dan mampu terbang cukup jauh? Kemampuan ini membantunya menyebar ke area baru, mencari pasangan, dan mencari sumber makanan. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa populasi orong-orong bisa menyebar dengan cepat di berbagai lokasi.
  • Pengurai Tanah Alami: Meskipun merusak akar tanaman budidaya, aktivitas menggali orong-orong di habitat alaminya sebenarnya membantu aerasi tanah, yaitu proses memasukkan udara ke dalam tanah. Ini bisa bermanfaat untuk kesehatan tanah secara umum, meski dampaknya lebih sering negatif di lahan pertanian.

Mengatasi Orong-orong di Lingkungan Anda

Bagi Anda yang merasa terganggu dengan kehadiran orong-orong di pekarangan atau kebun, ada beberapa cara untuk mengatasinya:

  • Perangkap Sederhana: Gali lubang kecil di tanah dan tempatkan wadah berisi air sabun atau minyak. Orong-orong yang jatuh akan terjebak.
  • Musuh Alami: Tarik hewan predator alami seperti burung, katak, atau kadal ke kebun Anda.
  • Pestisida Organik: Gunakan nematoda entomopatogen (cacing gelang mikroskopis) yang khusus menyerang orong-orong tanpa merusak lingkungan.
  • Rotasi Tanaman: Ubah jenis tanaman secara berkala untuk mengurangi daya tarik bagi orong-orong.

Dari hama pengganggu hingga potensi kuliner yang menarik, orong-orong memang serangga dengan dua sisi yang menarik untuk dipelajari. Pemahaman akan biologi dan perilakunya dapat membantu kita berinteraksi lebih bijak dengan makhluk kecil ini.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Hama Petani Jadi Makanan Halal Menarik Ternyata Orong-Orong!
  • Hama Petani Jadi Makanan Halal Menarik Ternyata Orong-Orong!
  • Hama Petani Jadi Makanan Halal Menarik Ternyata Orong-Orong!
  • Hama Petani Jadi Makanan Halal Menarik Ternyata Orong-Orong!
  • Hama Petani Jadi Makanan Halal Menarik Ternyata Orong-Orong!
  • Hama Petani Jadi Makanan Halal Menarik Ternyata Orong-Orong!

Posting Komentar