Bandung Punya Bandara Komersial Lagi Kertajati Bergeser Fungsi?
Sorajabar.com - Kabar gembira bagi warga Bandung dan sekitarnya! Wacana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial kembali mengemuka, membawa angin segar bagi konektivitas udara di jantung Jawa Barat. Namun, di balik potensi kembalinya hiruk pikuk di Husein, tersimpan sebuah pertanyaan besar mengenai masa depan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.
Awalnya, pada tahun 2023, mayoritas penerbangan jet dari Bandara Husein Sastranegara dipindahkan ke Kertajati, dengan harapan BIJB Kertajati akan menjadi gerbang utama dan pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Jawa Barat. Namun, dalam perjalanannya, aktivitas penerbangan komersial di Kertajati belum mampu tumbuh sesuai ekspektasi, meninggalkan sejumlah tantangan logistik dan aksesibilitas bagi penumpang.
Instruksi Presiden Prabowo dan Gerak Cepat Pemprov Jabar
Peluang reaktivasi Bandara Husein menguat menyusul arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya optimalisasi sejumlah bandara di seluruh Indonesia. Merespons instruksi strategis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak buang waktu dan mulai mematangkan langkah-langkah teknis. Koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah dilakukan guna membahas secara rinci implementasi reaktivasi ini.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa pembahasan lebih lanjut yang bersifat teknis dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan Juni 2026 mendatang. Pertemuan krusial ini akan menjadi penentu arah kebijakan dan langkah konkret yang akan diambil pemerintah pusat bersama Pemprov Jabar dalam mengembalikan fungsi komersial Bandara Husein.
Penataan Lalu Lintas Kunci Sukses Reaktivasi
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian utama sebelum Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi penuh adalah penataan kawasan sekitar bandara, khususnya menyangkut manajemen lalu lintas. Bandara Husein, yang berada di tengah Kota Bandung, memiliki tantangan unik terkait kepadatan lalu lintas di sekitarnya. Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa langkah ini sangat vital untuk mencegah terjadinya kemacetan baru yang dapat mengganggu mobilitas warga dan operasional bandara.
“Reaktivasi sudah kita komunikasikan dengan Kementerian Perhubungan, kita tinggal melakukan langkah penataan termasuk mengatur alur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan baru,” kata Dedi di Bandung, Selasa (2/6/2026). Ia menambahkan bahwa pembicaraan rinci dengan pemerintah pusat akan segera digelar untuk menentukan arah kebijakan strategis terkait penataan ini, memastikan bahwa kembalinya Bandara Husein tidak justru menciptakan masalah baru bagi mobilitas perkotaan.
Nasib Kertajati di Ujung Tanduk
Kembalinya status komersial Bandara Husein tentu memicu tanda tanya besar mengenai masa depan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Sejak perpindahan mayoritas penerbangan jet pada 2023, Kertajati diproyeksikan sebagai tulang punggung Transportasi udara Jawa Barat. Namun, minimnya pertumbuhan jumlah penumpang dan konektivitas yang belum optimal membuat bandara ini belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi awal.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi memberi sinyal kuat bahwa apabila Bandara Husein benar-benar diaktifkan kembali untuk penerbangan komersial, maka fungsi Kertajati kemungkinan besar akan mengalami perubahan total. “Ya Kertajati mungkin tidak diaktifkan lagi untuk bandara komersial. Makanya kita nanti tunggu hasil pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan di pertengahan Juni,” tegasnya. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan opsi lain untuk Kertajati, yang bisa jadi bukan lagi sebagai bandara komersial utama.
Masa Depan Transportasi Udara Jawa Barat
Keputusan akhir mengenai reaktivasi Bandara Husein dan nasib BIJB Kertajati akan sangat menentukan peta transportasi udara di Jawa Barat. Kembalinya Husein akan mendekatkan akses penerbangan bagi warga Bandung, sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan lalu lintas kota. Sementara itu, perubahan fungsi Kertajati akan membutuhkan strategi baru untuk optimalisasi aset dan pengembangan ekonomi di wilayah Majalengka dan sekitarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan diharapkan dapat mengambil keputusan terbaik yang mampu menyeimbangkan kebutuhan konektivitas, efisiensi operasional, dan dampak ekonomi regional. Pertemuan teknis di pertengahan Juni 2026 akan menjadi momen penting yang dinantikan banyak pihak, untuk mengetahui arah pasti kebijakan transportasi udara di Tanah Pasundan.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar