x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Rumah Penuh Sampah Laku Rp 21 Miliar Bikin Geleng Kepala

Sorajabar.com - Siapa sangka, sebuah rumah yang kondisinya jauh dari kata layak huni, bahkan dipenuhi tumpukan sampah, barang bekas, dan kotoran hewan, justru berhasil terjual dengan harga yang sangat fantastis? Ini bukanlah cerita fiksi, melainkan kenyataan yang terjadi di Brookfield, Queensland, Australia. Sebuah Properti yang lebih mirip gubuk terbengkalai ini berhasil memecahkan rekor, terjual hingga puluhan miliar rupiah!

Rumah Kumuh yang Bikin Geleng Kepala

Umumnya, ketika kita mencari rumah second, pertimbangan utama adalah lokasi strategis, bebas banjir, dan kondisi bangunan yang layak. Semakin siap huni, semakin tinggi pula harganya. Namun, kasus rumah di 77 Nioka Street, pinggiran Brisbane, ini benar-benar membalikkan semua logika pasar properti.

Bayangkan saja, sebuah rumah empat kamar tidur yang berdiri gagah di atas lahan seluas 10.000 meter persegi atau sekitar satu hektar. Sayangnya, kemegahan lahannya kontras dengan kondisi bangunannya. Bagian dalam rumah dipenuhi tumpukan sampah yang menggunung, barang-barang tak terpakai yang berserakan, dan bahkan kotoran hewan yang menimbulkan bau tak sedap. Halamannya pun tak kalah parah, penuh dengan barang rusak, tumbuhan liar yang tumbuh tak terkendali, dan semak belukar yang membuat suasana rumah seperti hutan belantara. Sekilas, rumah ini benar-benar tampak seperti bangunan yang sudah lama ditinggalkan dan tak berpenghuni.

Lelang Panas Penarik Perhatian

Meskipun kondisinya sangat mengenaskan, rumah 'kapal pecah' ini justru menjadi rebutan banyak pihak. Dilansir dari Domain Australia, rumah ini dilelang oleh Queensland Public Trustee pada 10 Februari 2026. Antusiasme pembeli sungguh luar biasa. Sebanyak 40 peserta mendaftar untuk mengikuti lelang, dan sekitar 130 orang hadir menyaksikan langsung proses lelang yang berlangsung sangat sengit selama 25 menit tersebut.

Proses lelang dimulai dengan penawaran awal di angka US$ 800 ribu, atau sekitar Rp 13,4 miliar (dengan kurs Rp 16.800). Tak butuh waktu lama, angka tersebut langsung melonjak drastis ke US$ 1 juta, setara dengan Rp 16,8 miliar. Persaingan semakin memanas, dan penawaran terus naik perlahan hingga menyentuh angka US$ 1,2 juta.

Paul Gaffney, Kepala Juru Lelang, menjelaskan bagaimana persaingan mencapai puncaknya. "Saat harga mencapai US$ 1,2 juta, hanya tersisa dua dari penawar awal. Kemudian beberapa penawar langsung mengajukan angka penawaran sebesar US$ 1,27 juta," ujarnya. Tidak berhenti di situ, satu penawar kembali menaikkan tawaran menjadi US$ 1,28 juta. Angka inilah yang akhirnya menjadi penawaran tertinggi dan diketok palu. Jika dikonversikan ke dalam Rupiah, harga tersebut mencapai sekitar Rp 21,5 miliar. Sungguh angka yang fantastis untuk properti yang secara fisik jauh dari kata "siap huni".

Daya Tarik di Balik Kekacauan

Ada hal menarik lainnya selama proses lelang. Seluruh peserta lelang tidak diizinkan masuk ke dalam rumah. Kondisinya yang sangat kotor dan berpotensi membahayakan kesehatan membuat pihak penyelenggara memutuskan lelang dilakukan di pinggir jalan, tepat di depan rumah itu. Ini menunjukkan betapa parahnya kondisi interior rumah tersebut.

Lalu, apa yang membuat rumah ini begitu menarik di mata para pembeli, bahkan dengan segala kekurangannya? Menurut Gaffney, daya tarik utama tampaknya terletak pada lokasi dan ukuran lahan yang luas. Para penawar berasal dari berbagai latar belakang, menunjukkan spektrum minat yang beragam.

  • Penduduk Lokal: Mereka yang sudah mengenal daerah Brookfield dengan baik dan mungkin melihat potensi tersembunyi.
  • Keluarga Baru: Mereka yang ingin pindah ke daerah Brookfield, mungkin karena nilai komunitas atau lingkungan.
  • Pengembang dan Investor: Ini adalah kelompok paling menarik. Mereka melihat rumah ini sebagai sebuah "peluang menarik" jika bisa mendapatkannya dengan harga yang tepat. Lahan seluas 1 hektar di lokasi yang mungkin strategis adalah aset berharga, terlepas dari kondisi bangunannya. Mereka mungkin berencana untuk merenovasi total, membangun ulang, atau bahkan membagi lahan untuk proyek properti baru.

Tentu saja, bagi pemilik baru, tantangan besar sudah menanti. Tumpukan sampah harus dibersihkan secara menyeluruh, renovasi besar-besaran kemungkinan tak terhindarkan, dan biaya perbaikan dipastikan tidak sedikit. Namun, dengan harga jual yang fantastis ini, jelas ada perhitungan dan visi jangka panjang dari sang pembeli yang tidak hanya melihat rumah dari kondisi fisiknya saat ini, tetapi dari potensi masa depannya.

Kisah rumah penuh sampah yang laku miliaran ini menjadi bukti bahwa dalam dunia properti, nilai tidak selalu diukur dari keindahan fisik semata, melainkan juga dari potensi lahan, lokasi, dan visi investasi. Ini adalah fenomena menarik yang patut dicermati.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Rumah Penuh Sampah Laku Rp 21 Miliar Bikin Geleng Kepala
  • Rumah Penuh Sampah Laku Rp 21 Miliar Bikin Geleng Kepala
  • Rumah Penuh Sampah Laku Rp 21 Miliar Bikin Geleng Kepala
  • Rumah Penuh Sampah Laku Rp 21 Miliar Bikin Geleng Kepala
  • Rumah Penuh Sampah Laku Rp 21 Miliar Bikin Geleng Kepala
  • Rumah Penuh Sampah Laku Rp 21 Miliar Bikin Geleng Kepala

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW