x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Hajar Aswad Batu Surga atau Meteorit Ini Kata Ilmuwan

Sorajabar.com - Hajar Aswad, batu mulia yang menempel di sudut tenggara Ka'bah, Mekkah, selalu menjadi pusat perhatian dan dambaan jutaan umat Islam di seluruh dunia. Lebih dari sekadar simbol, batu hitam ini menyimpan kisah sejarah dan spiritualitas yang sangat dalam. Namun, di balik keyakinan agamis, para ilmuwan kini mulai menguak tabir misteri asal-usul Hajar Aswad dengan sudut pandang berbeda yang tak kalah menakjubkan.

Setiap tahun, jutaan jemaah Haji dan Umrah berlomba-lomba untuk mencium atau setidaknya menyentuh Hajar Aswad, meyakini bahwa ia memiliki keistimewaan tersendiri. Tradisi ini berakar kuat pada riwayat Nabi Muhammad SAW yang juga melakukannya, menjadikan Hajar Aswad sebagai salah satu relik paling suci dalam Islam.

Kisah Suci Hajar Aswad dari Langit

Menurut keyakinan umat Islam, Hajar Aswad bukanlah batu biasa yang berasal dari bumi. Sejarahnya jauh melampaui usia peradaban manusia. Dalam berbagai literatur Islam, seperti buku Tapak Sejarah Seputar Makkah-Madinah karya Muslim H. Nasution, disebutkan sebuah sabda Rasulullah SAW yang menegaskan keistimewaannya:

"Hajar Aswad adalah batu dari batu-batuan surga." (HR At-Tirmidzi)

Riwayat lain dari Imam Ath-Thabari menceritakan bahwa Malaikat Jibril-lah yang membawa batu ini kepada Nabi Ibrahim AS. Saat itu, Nabi Ibrahim tengah membangun Ka'bah dan Hajar Aswad menjadi bagian penyempurna bangunan suci tersebut. Konon, Nabi Ismail AS pun pernah bertanya kepada ayahnya perihal asal-usul batu tersebut, dan Nabi Ibrahim menjawab bahwa Jibril yang langsung membawanya dari langit.

Yang lebih mencengangkan, hadits lain juga mengungkapkan bahwa warna asli Hajar Aswad bukanlah hitam pekat seperti yang kita lihat sekarang:

"Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu, lalu menjadi hitam akibat dosa-dosa Bani Adam." (HR Tirmidzi)

Transformasi warna ini menjadi metafora kuat tentang dampak dosa-dosa manusia terhadap kemurnian ilahi.

Ilmuwan Menguak Rahasia: Bukan dari Bumi Biasa?

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, rasa ingin tahu manusia terhadap fenomena alam dan benda-benda bersejarah semakin besar. Termasuk Hajar Aswad. Para ilmuwan modern, dengan peralatan dan metode penelitian canggih, mulai menganalisis kemungkinan asal-usul batu ini dari sudut pandang geologi dan astronomi. Mereka berhipotesis bahwa Hajar Aswad kemungkinan besar berasal dari luar angkasa, menantang persepsi konvensional namun juga secara menarik sejalan dengan narasi agama tentang asal-usulnya.

Salah satu penelitian paling signifikan dilakukan oleh Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen. Dalam karyanya berjudul New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba, Thomsen membeberkan beberapa fakta yang mendukung teori luar angkasa ini:

  • Kemiripan dengan Kaca Impaksi: Thomsen menemukan bahwa Hajar Aswad memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan kaca impaksi. Material ini terbentuk ketika meteorit raksasa menghantam permukaan bumi, menghasilkan panas ekstrem yang melelehkan batuan dan pasir, kemudian membeku menjadi kaca.
  • Kaitan dengan Kawah Wabar: Penelitian ini kuat menghubungkan Hajar Aswad dengan Kawah Wabar di gurun Rub' al Khali, Arab Saudi. Kawah ini, yang ditemukan oleh penjelajah Inggris Harry St. John Philby pada tahun 1932, menyimpan material serupa. Berdasarkan riset El Goresy et al. (1968), material di kawah tersebut berupa kaca hasil lelehan pasir silika yang memiliki permukaan hitam mengkilap namun bagian dalamnya putih berpori. Ini adalah petunjuk penting!
  • Sifat Fisik yang Unik: Dietz dan McHone (1974) menjelaskan bahwa Hajar Aswad yang kita lihat sekarang terdiri dari delapan potongan kecil yang disatukan dalam bingkai perak. Ciri fisiknya sangat mencolok:
    • Berwarna hitam berkilau di luar, namun putih seperti susu di bagian dalam.
    • Diketahui dapat mengapung di air—ciri yang jarang ditemukan pada batuan bumi biasa, namun identik dengan kaca impaksi yang memiliki rongga udara di dalamnya.

Harmoni Iman dan Sains: Titik Temu Misteri Hajar Aswad

Penelitian Elsebeth Thomsen memperkirakan usia material dari Kawah Wabar sekitar 6.400 tahun. Thomsen berhipotesis bahwa batu tersebut mungkin dibawa ke Mekkah oleh para kafilah kuno dari Oman yang melintasi jalur perdagangan Wabar. Hipotesis ini, meski bersifat ilmiah, secara menarik justru memperkuat narasi agama bahwa Hajar Aswad memang "turun dari langit" atau setidaknya berasal dari luar angkasa.

Analisis ilmiah mengenai warna bagian dalam Hajar Aswad yang putih juga sangat sejalan dengan hadits Nabi SAW yang menyebutkan asal-usul warna asli batu tersebut sebelum menjadi hitam karena dosa-dosa Bani Adam. Ini menunjukkan bahwa terkadang, Sains dan Agama, alih-alih saling bertentangan, justru dapat saling melengkapi dalam menjelaskan keajaiban ciptaan Tuhan.

Misteri Hajar Aswad terus memukau, menjadi jembatan antara dimensi spiritual dan penemuan ilmiah, menegaskan keunikan dan keagungan salah satu peninggalan paling suci di dunia. Baik dari perspektif iman maupun sains, Hajar Aswad adalah fenomena yang luar biasa dan patut direnungkan.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Hajar Aswad Batu Surga atau Meteorit Ini Kata Ilmuwan
  • Hajar Aswad Batu Surga atau Meteorit Ini Kata Ilmuwan
  • Hajar Aswad Batu Surga atau Meteorit Ini Kata Ilmuwan
  • Hajar Aswad Batu Surga atau Meteorit Ini Kata Ilmuwan
  • Hajar Aswad Batu Surga atau Meteorit Ini Kata Ilmuwan
  • Hajar Aswad Batu Surga atau Meteorit Ini Kata Ilmuwan

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW