x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Gegara Oknum: Citra Persib Terancam Usai Kericuhan di GBLA

Sorajabar.com - Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang seharusnya menjadi pesta sepak bola, justru berubah mencekam usai laga Persib Bandung melawan Ratchaburi FC pada Rabu (18/2/2026) malam. Kericuhan antar suporter, perusakan fasilitas, dan aksi pelemparan mewarnai malam tersebut, menyisakan kekecewaan mendalam bagi banyak pihak, termasuk komunitas suporter Viking Farmasi. Insiden ini tak hanya merusak properti, tapi juga mengancam reputasi klub kebanggaan Jawa Barat di kancah internasional.

Ketua Viking Farmasi, Kris Jelly, mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap aksi anarkis oknum suporter. Menurutnya, tindakan tersebut mencederai perjuangan Persib yang sedang berusaha keras menaikkan pamor di kompetisi Asia, khususnya ACL 2. Lalu, apa saja poin-poin krusial yang disoroti oleh Viking Farmasi terkait insiden memalukan ini? Mari kita bedah lebih lanjut.

6 Sorotan Tajam dari Viking Farmasi Usai Kericuhan di GBLA

1. Wasit Jadi Pemicu Utama Kekecewaan

Tak bisa dimungkiri, kekalahan Persib Bandung yang gagal melaju ke perempat final ACL 2 menjadi pukulan telak bagi seluruh Bobotoh. Namun, yang paling membakar emosi adalah keputusan kontroversial wasit yang memimpin pertandingan. Kris Jelly menegaskan bahwa kekecewaan ini merata di kalangan suporter, melihat bagaimana keputusan-keputusan di lapangan dinilai sangat merugikan tim Maung Bandung. "Semua bobotoh juga pasti sama kecewa dengan hasil kemarin, terutama pada wasit yang memimpin pertandingan kemarin, terlihat dengan keputusan yang merugikan tim Persib," ujarnya, menggambarkan betapa frustrasinya para pendukung.

2. Aksi Rusuh Menjadi Noda Hitam

Meskipun kekecewaan akibat hasil pertandingan adalah hal yang wajar, Viking Farmasi dengan tegas menyatakan bahwa tindakan perusakan dan kerusuhan tidak bisa dibenarkan sedikit pun. Kris Jelly sangat menyayangkan insiden ini, terlebih saat Persib sedang berjuang untuk meningkatkan citra dan ranking klub di level internasional. "Sangat menyayangkan adanya insiden setelah pertandingan, padahal Persib sedang berjuang menaikkan ranking klub di level internasional, namun realita di lapangan justru penuh kekacauan," ucapnya, menyoroti kontradiksi antara cita-cita klub dan perilaku oknum suporter.

3. Desakan Evaluasi Menyeluruh

Demi mencegah sanksi berat dari federasi sepak bola dan mengembalikan citra klub yang tercoreng, Kris Jelly menyerukan agar semua pihak berhenti saling menyalahkan. Sebaliknya, ia mendesak adanya evaluasi total dan menyeluruh secara bersama-sama. Manajemen klub, seluruh elemen bobotoh, hingga panitia penyelenggara harus duduk bersama mencari solusi terbaik. "Semoga manajemen dan seluruh elemen bobotoh bisa duduk bersama untuk evaluasi total agar kejadian memalukan di kompetisi Asia ini tidak terulang lagi," harap Kris.

4. Rapor Merah Pengamanan Stadion GBLA

Insiden ini juga menjadi sorotan tajam terhadap sistem keamanan panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan. Kris Jelly secara lugas menyoroti kelalaian dalam pengamanan, terutama terkait lolosnya barang-barang terlarang seperti petasan dan botol ke area tribun. Ini jelas menjadi sebuah kelemahan fatal yang membahayakan penonton lain dan merusak jalannya pertandingan. "Kalau ngomongin ada petasan dan botol yang lolos masuk ke tribun, ini jadi rapor merah buat sistem pengamanan di stadion," tegasnya, menuntut perbaikan sistem keamanan yang lebih ketat dan profesional.

5. Insiden Berulang dan Ancaman Sanksi

Viking Farmasi juga mengingatkan bahwa kecolongan barang terlarang dan aksi indisipliner penonton bukanlah kejadian pertama kali. Kris Jelly menyinggung insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya, baik di liga domestik maupun di kompetisi ACL 2 (saat Persib bertemu Selangor), yang langsung berujung pada sanksi bagi klub. Ini menunjukkan pola yang terus berulang dan harus segera dihentikan. "Karena ini bukan kejadian sekali dua kali, karena pertandingan sebelumnya pun sudah pernah terjadi baik d liga maupun d ACL 2 kalau nggak salah waktu Persib vs Selangor, dan waktu itu Persib langsung kena sanksi," lanjut Kris, menggarisbawahi urgensi tindakan pencegahan.

6. Kesadaran Suporter Jadi Kunci Utama

Pada akhirnya, Kris Jelly menekankan bahwa akar penyelesaian masalah ada pada kedewasaan individu suporter itu sendiri. Bukan hanya sekadar pengetatan aturan atau pemberian sanksi, melainkan kesadaran moral dari setiap bobotoh untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan tim kesayangan. "Mudah-mudahan semua bobotoh bisa lebih dewasa dalam bertindak dan berpikir berulang kali ketika akan melakukan sesuatu yang bisa merugikan tim, karena kuncinya ada di kesadaran masing-masing. Mau seketat apapun dan mau seberat apapun sanksi, kalau dari pelakunya sendiri tidak punya kesadaran ya susah," tutup Kris. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi setiap pendukung untuk menjaga nama baik Persib dan martabat sepak bola Jawa Barat.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Gegara Oknum: Citra Persib Terancam Usai Kericuhan di GBLA
  • Gegara Oknum: Citra Persib Terancam Usai Kericuhan di GBLA
  • Gegara Oknum: Citra Persib Terancam Usai Kericuhan di GBLA
  • Gegara Oknum: Citra Persib Terancam Usai Kericuhan di GBLA
  • Gegara Oknum: Citra Persib Terancam Usai Kericuhan di GBLA
  • Gegara Oknum: Citra Persib Terancam Usai Kericuhan di GBLA

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW