Situ Rancabungur Mengering Warga Ciamis Sulap Jadi Lahan Produktif
Sorajabar.com - Musim kemarau panjang kembali menyapa wilayah Jawa Barat, dan Kabupaten Ciamis menjadi salah satu daerah yang merasakan dampaknya secara langsung. Fenomena yang mencuri perhatian adalah kondisi Situ Rancabungur, sebuah embung vital di Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis, yang kini menunjukkan pemandangan tak biasa. Debit airnya menyusut drastis, mengubah sebagian besar dasarnya menjadi lahan kering yang justru dimanfaatkan warga dengan cara yang kreatif dan inspiratif.
Situ Rancabungur: Dari Penyangga Air Menjadi Ladang Hijau
Situ Rancabungur, yang juga dikenal sebagai Situ Cibungur, dibangun sekitar tahun 2010 dengan fungsi utama sebagai penampung air hujan dan penjaga cadangan air tanah bagi masyarakat sekitar. Dengan luas mencapai 1,68 hektare, situ ini merupakan urat nadi kehidupan bagi banyak warga. Namun, setelah lebih dari sebulan diguyur kemarau, wajah situ kini berubah. Area pinggir yang biasanya tergenang air kini mengering, menyisakan genangan di bagian tengah yang lebih dalam.
Perahu-perahu bebek yang dulunya menjadi daya tarik wisata dan wahana rekreasi kini terparkir tak berdaya di tepi, berdebu, dan sudah lama tak beroperasi. Pemandangan ini menjadi simbol betapa seriusnya dampak Kekeringan yang melanda. Namun, di balik tantangan ini, muncul semangat adaptasi luar biasa dari warga lokal.
Kreativitas Warga di Tengah Tantangan Kekeringan
Alih-alih membiarkan lahan yang mengering dipenuhi semak belukar, warga Lingkungan Cimandala dan sekitarnya justru melihat peluang. Mereka dengan sigap menyulap dasar Situ Rancabungur yang kering menjadi lahan pertanian dadakan. Berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, hingga kacang tanah kini tumbuh subur di area yang sebelumnya terendam air. Pemandangan ini adalah bukti nyata kegigihan dan inovasi masyarakat dalam menghadapi alam.
Yogi, salah seorang warga setempat, menceritakan bagaimana perubahan ini terjadi. "Sudah sekitar sebulan air tinggal di bagian tengah. Kalau bagian tengah itu sampai kering, biasanya sumur-sumur warga juga ikut mengering," ungkap Yogi. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan lahan ini bukan hanya untuk mengisi waktu, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. "Daripada jadi semak, warga memanfaatkan lahan yang kering untuk menanam sayuran. Selama masih ada air di tengah situ, menyiram tanaman juga masih mudah," jelasnya.
Hasil panen dari lahan 'dadakan' ini tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi sebagian juga dijual, memberikan tambahan pendapatan bagi warga. Ini menunjukkan bagaimana krisis dapat melahirkan solusi ekonomi kreatif dari tingkat akar rumput.
Situ Rancabungur dan Ancaman Krisis Air Bersih
Di balik kisah adaptasi yang inspiratif, tersimpan kekhawatiran yang mendalam. Keberadaan Situ Rancabungur sangat vital sebagai penyangga cadangan air tanah. Bagi sebagian besar warga Lingkungan Cimandala, sumur adalah satu-satunya sumber air bersih karena belum terlayani jaringan air PDAM.
"Kalau kemaraunya panjang, sumur pasti mengering. Saya biasanya mengambil air ke mata air Cipancur atau ke sumur bor di daerah tetangga," tutur Yogi, menggambarkan perjuangan warga saat sumur mereka mulai kering. Ia menambahkan bahwa sumur sedalam 12 meter miliknya saja kini debitnya sudah mengecil, mengharuskan mereka menunggu air terkumpul kembali. Kondisi ini menyoroti pentingnya menjaga Situ Rancabungur agar tidak benar-benar kering, karena dampaknya akan langsung terasa pada ketersediaan air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, dan masak.
Menjaga Kehidupan di Tengah Kemarau: Harapan untuk Masa Depan
Meskipun menghadapi tantangan kekeringan yang mengkhawatirkan, semangat gotong royong dan kreativitas warga Ciamis patut diacungi jempol. Kisah Situ Rancabungur menjadi pengingat akan pentingnya konservasi air dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Diperlukan upaya bersama dari pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi jangka panjang agar Situ Rancabungur tetap berfungsi optimal, baik sebagai penampung air maupun sebagai potensi wisata lokal yang suatu saat bisa kembali bangkit.
Kehidupan akan selalu menemukan jalannya, dan di Ciamis, warga telah membuktikannya. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berinovasi, mengubah tantangan menjadi peluang, sembari berharap hujan segera turun untuk mengembalikan kejayaan Situ Rancabungur.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar