Rahasia Bekunya Antartika Terkuak Bukan Cuma CO2

Sorajabar.com - Selama puluhan tahun, dunia Sains meyakini bahwa biang kerok di balik fenomena membekunya benua Antartika sekitar 34 juta tahun silam hanyalah disebabkan oleh merosotnya kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Asumsi ini telah menjadi landasan pemahaman kita tentang bagaimana Bumi berubah dari planet yang lebih hangat menjadi memiliki kutub es permanen. Namun, seperti banyak misteri alam, sebuah rahasia besar dari perut Bumi akhirnya terungkap, mengubah paradigma lama dan membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang iklim purba.

Sebuah studi revolusioner yang baru-baru ini dirilis dalam jurnal Science telah membeberkan fakta yang mengejutkan. Penemuan ini menunjukkan bahwa bukan hanya penurunan kadar CO2 yang berperan, melainkan juga adanya peran krusial dari pergerakan lempeng benua dan proses geologi kompleks yang terjadi jauh di dalam Bumi. Secara spesifik, penelitian ini menyoroti bagaimana gelombang di mantel Bumi atau mantle waves ternyata berperan vital dalam mengangkat daratan Antartika Timur.

Misteri Antartika: Bukan Sekadar Efek CO2 Atmosfer

Proses geologi yang kompleks ini membentuk deretan pegunungan dan dataran tinggi yang menjulang di Antartika. Di ketinggian inilah, suhu menjadi lebih dingin dan salju mampu bertahan sepanjang tahun, hingga pada akhirnya membentuk lapisan es raksasa yang kita kenal sekarang. Yang menarik, fenomena pembentukan es permanen ini terjadi jauh sebelum Kutub Utara atau Arktik mulai membeku, memicu pertanyaan besar di kalangan ilmuwan selama bertahun-tahun.

Temuan ini tergolong sangat unik dan signifikan. Pasalnya, Antartika mulai berubah menjadi wilayah beku pada saat suhu Bumi secara keseluruhan diperkirakan masih 5 derajat Celsius lebih hangat daripada kondisi saat ini. Kontras dengan Arktik yang baru memiliki lapisan es permanen jutaan tahun setelah Antartika, perbedaan waktu yang jomplang ini sempat menjadi misteri besar yang sulit dijelaskan dalam ilmu iklim dunia.

Selama ini, mayoritas ilmuwan memang menganggap penurunan konsentrasi CO2 sudah cukup untuk menjelaskan fenomena tersebut. Namun, penelitian terbaru ini secara telak mematahkan asumsi tersebut. Logikanya, jika hanya faktor CO2 yang bermain, seharusnya kedua kutub Bumi merespons secara lebih simetris dan membeku dalam waktu yang hampir bersamaan.

Peran Krusial Gelombang Mantel dan Ketinggian Daratan

Prof. Thomas Gernon, Profesor Ilmu Kebumian di University of Southampton sekaligus penulis utama penelitian ini, menjelaskan bahwa proses geologi inilah yang memberikan 'keunggulan' signifikan bagi Antartika dibandingkan dengan Kutub Utara. "Jika penurunan kadar CO2 terjadi sendirian, Anda akan mengharapkan kedua kutub merespons secara lebih simetris. Sebaliknya, Antartika memperoleh keunggulan besar karena proses geologi mengangkat daratannya ke ketinggian yang lebih tinggi sehingga menjadi lebih dingin," ujar Gernon.

Penelitian ini membuka pemahaman baru bahwa Iklim Bumi purba dan pembentukan lanskap es bukan hanya dipengaruhi oleh faktor atmosferik seperti gas rumah kaca, melainkan juga oleh dinamika interior Bumi yang mendalam. Interaksi antara geologi dan iklim adalah kunci untuk memahami perubahan skala besar di planet kita. Ini berarti bahwa untuk memodelkan iklim masa lalu dan memprediksi masa depan, kita harus mempertimbangkan lebih dari sekadar komposisi atmosfer.

  • Penurunan CO2: Faktor yang sebelumnya dianggap dominan, namun kini terbukti tidak tunggal.
  • Gelombang Mantel Bumi: Kekuatan pendorong dari dalam Bumi yang mengangkat daratan Antartika.
  • Pembentukan Dataran Tinggi: Menciptakan kondisi suhu ekstrem yang memungkinkan pembentukan es permanen.
  • Perbedaan Waktu Pembekuan: Antartika membeku jauh lebih awal dari Arktik, membuktikan peran faktor geologi.

Pemahaman baru ini juga menunjukkan betapa kompleksnya sistem Bumi, di mana perubahan di satu bagian dapat memicu efek domino yang signifikan di bagian lain. Ini adalah pengingat bahwa Bumi adalah planet yang dinamis, dengan proses internal dan eksternal yang terus berinteraksi membentuk dunia yang kita huni.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Rahasia Bekunya Antartika Terkuak Bukan Cuma CO2
  • Rahasia Bekunya Antartika Terkuak Bukan Cuma CO2
  • Rahasia Bekunya Antartika Terkuak Bukan Cuma CO2
  • Rahasia Bekunya Antartika Terkuak Bukan Cuma CO2
  • Rahasia Bekunya Antartika Terkuak Bukan Cuma CO2
  • Rahasia Bekunya Antartika Terkuak Bukan Cuma CO2

Posting Komentar