Bukan Teror! Bom Dadaha Tasikmalaya Dipicu Konflik PKL Eks Napiter

Sorajabar.com - Kawasan olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, mendadak gempar pada Sabtu malam (11/7). Sebuah ledakan keras mengguncang area yang biasa ramai itu, memicu kekhawatiran dan spekulasi di tengah masyarakat. Namun, misteri di balik ledakan tersebut mulai terkuak dengan penemuan fakta yang mengejutkan: dalang di balik insiden ini adalah seorang mantan narapidana terorisme (Eks Napiter) dengan motif yang jauh dari dugaan awal.

Mantan Narapidana Terorisme Tersangka Utama

Polisi bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial AAS (28), yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus ledakan di Dadaha. Yang membuat kasus ini semakin menjadi sorotan adalah rekam jejak AAS sebagai eks narapidana terorisme. Setelah diamankan pasca-kejadian, AAS kini ditahan di Mapolres Tasikmalaya Kota untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, pada Senin (13/7/2026), mengkonfirmasi penetapan tersangka ini. "Terkait perkembangan kasus perselisihan yang terjadi di komplek Dadaha, kami dari Polres Tasikmalaya Kota bergabung dengan Ditkrimum, kami sudah melakukan proses penyelidikan dan telah melakukan serangkaian kegiatan dan kami telah melaksanakan gelar perkara. Dan sudah disepakati kami telah menetapkan satu orang tersangka atas kejadian perkara kemarin," jelas AKBP Andi Purwanto.

Motif "Sepele" Antarpedagang Kaki Lima

Salah satu fakta paling mencengangkan adalah motif di balik ledakan tersebut. Alih-alih mengarah pada aksi terorisme, polisi menegaskan bahwa insiden ini dipicu oleh perselisihan pribadi yang "sepele" antar sesama pedagang kaki lima di Dadaha. AKBP Andi Purwanto secara tegas menyatakan bahwa motifnya adalah masalah personal dan tidak ada kaitannya dengan terorisme.

"Sebetulnya ini motif sepele hanya perselisihan antar kedua belah pihak, saling ejek hingga menyebabkan kejadian seperti itu, motifnya ada masalah pribadi dan tidak ada teror motifnya," kata Andi. Penjelasan ini tentu saja membuyarkan spekulasi awal yang mungkin mengaitkan ledakan dengan latar belakang tersangka. Proses penyidikan masih terus berlanjut dan dikoordinasikan dengan tim dari Dirkrimum Polda Jawa Barat, bahkan ada opsi tersangka akan dibawa ke Polda Jabar untuk penyidikan yang lebih mendalam.

Bom Berdaya Ledak Rendah dan Dikendalikan Jarak Jauh

Penyelidikan juga mengungkapkan bahwa bom rakitan yang diledakkan AAS masuk dalam kategori berdaya ledak rendah (low explosive). Hal ini menjelaskan mengapa tidak ada korban luka serius di lokasi kejadian. Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar, Kompol Iyus Ali Yusuf, memastikan bahwa bom tersebut tidak dirancang untuk skala besar.

"Jadi intinya tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan, memang karena kan dia buatnya (merakit bom) hanya kecil saja di situ. Tidak terlalu high eksplosif, ya low eksplosif dan mungkin tidak ada niat mencelakakan orang," terang Kompol Iyus Ali Yusuf.

Lebih lanjut, Kompol Iyus juga menjelaskan bahwa bom rakitan itu diledakkan secara sengaja oleh tersangka menggunakan perangkat nirkabel, atau remote. Ini sekali lagi menunjukkan tingkat perencanaan dan pengetahuan teknis yang dimiliki tersangka, yang dikaitkan dengan latar belakangnya sebagai eks napiter.

Material Bom dan Senjata Api Diamankan

Pasca-kejadian, Tim Gegana segera melakukan sterilisasi di lokasi ledakan serta kediaman tersangka. Kompol Iyus memastikan bahwa seluruh material berbahaya telah berhasil diamankan dan kini berada di Polres Tasikmalaya Kota sebagai barang bukti.

"Hasil penggeledahan kemarin dua lokasi itu sudah steril, sudah diamankan semuanya. Barang buktinya ada di Polres," ujar Iyus.

Dari penggeledahan, polisi menyita sejumlah bahan kimia pembuat bom, antara lain asam nitrat, belerang, bubuk aluminium, dan pupuk KCL. Tidak hanya itu, komponen elektronik seperti kabel, baterai, dan remote pengendali jarak jauh turut diamankan. Yang tak kalah mengejutkan, sebuah senapan angin kaliber 4,5 beserta amunisinya juga ditemukan di rumah kontrakan tersangka. Penemuan ini menambah daftar barang bukti yang memperkuat dugaan keterlibatan AAS dalam perakitan bom dan potensi ancaman lain, meskipun motif utama diklaim "sepele".

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bukan Teror! Bom Dadaha Tasikmalaya Dipicu Konflik PKL Eks Napiter
  • Bukan Teror! Bom Dadaha Tasikmalaya Dipicu Konflik PKL Eks Napiter
  • Bukan Teror! Bom Dadaha Tasikmalaya Dipicu Konflik PKL Eks Napiter
  • Bukan Teror! Bom Dadaha Tasikmalaya Dipicu Konflik PKL Eks Napiter
  • Bukan Teror! Bom Dadaha Tasikmalaya Dipicu Konflik PKL Eks Napiter
  • Bukan Teror! Bom Dadaha Tasikmalaya Dipicu Konflik PKL Eks Napiter

Posting Komentar