Jabar Gempar! Bengkel Jadi Sarang Pil Setan dan Drama Mundurnya Bojan Hodak
Sorajabar.com - Jawa Barat kembali menjadi sorotan dengan serangkaian peristiwa penting yang mengguncang berbagai daerah. Dari pengungkapan kasus peredaran obat keras terbatas di Cirebon yang melibatkan sebuah bengkel motor, hingga kabar mengejutkan dari dunia Sepak Bola terkait pergantian pelatih kepala Persib Bandung. Tak hanya itu, musibah kebakaran di Cianjur dan banjir yang kembali melanda Dayeuhkolot turut mewarnai dinamika provinsi ini. Mari kita selami lebih dalam setiap kejadian yang menjadi perhatian publik.
Bengkel Motor di Cirebon Terbongkar Jadi Sarang Peredaran Pil Setan!
Di balik hiruk pikuk aktivitas perbaikan kendaraan, sebuah bengkel motor di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, menyimpan rahasia kelam. Tempat yang seharusnya melayani masyarakat ini diduga kuat menjadi pusat peredaran obat keras terbatas (OKT) yang meresahkan. Satres Narkoba Polresta Cirebon berhasil membongkar praktik ilegal ini dan menangkap MAB (31), pemilik sekaligus montir bengkel tersebut.
MAB ditangkap setelah kedapatan menyimpan ribuan pil 'setan' yang siap edar, disembunyikan secara rapi di bawah sofa bengkel. Modus operandinya terbilang licin, di mana transaksi dilakukan dengan sistem cash on delivery (COD). Pembeli datang langsung ke bengkel, seolah-olah mereka adalah pelanggan biasa yang sedang memperbaiki motor, sehingga aktivitas haram ini sulit dicurigai.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama menegaskan bahwa pengungkapan ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberantas narkotika dan obat-obatan terlarang. Dari tangan MAB, polisi menyita sekitar 6.000 butir obat keras jenis tramadol dan trihexyphenidyl. Ironisnya, MAB bukan pemain baru dalam bisnis ilegal ini; ia adalah residivis dalam kasus peredaran obat keras.
Operasi pemberantasan yang berlangsung selama April hingga Mei 2026 ini berhasil mengungkap 33 kasus dengan 34 tersangka. Total barang bukti yang diamankan sungguh mencengangkan: 17.931 butir obat keras berbagai jenis (tramadol, trihexyphenidyl, heximer), serta narkotika jenis sabu seberat 14,31 gram dan tembakau sintetis 21,12 gram. Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara hingga 12 tahun atau denda miliaran rupiah.
Bojan Hodak Tinggalkan Kursi Pelatih Persib, Igor Tolic Jadi Pengganti!
Kabar mengejutkan datang dari ranah sepak bola Jawa Barat. Euforia perayaan gelar juara Super League 2025/2026 belum sepenuhnya reda, namun Persib Bandung secara resmi mengumumkan pergantian pelatih kepala. Bojan Hodak, arsitek di balik kesuksesan Maung Bandung meraih tiga gelar liga beruntun, memutuskan untuk tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala.
Pengumuman yang disampaikan melalui media sosial klub ini menyebutkan bahwa Bojan Hodak tidak akan sepenuhnya meninggalkan Persib. Ia akan menduduki peran baru yang strategis sebagai Shareholder Group Technical Advisor, membantu melanjutkan warisan kesuksesan tim. Sebagai gantinya, tongkat estafet kepelatihan kini diserahkan kepada Igor Tolic, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih Bojan Hodak.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, mengungkapkan bahwa keputusan Bojan Hodak untuk mundur diambil secara baik-baik dan didasari pertimbangan pribadi, terutama terkait kondisi kesehatan dan fokus pada keluarga. "Bojan mengundurkan diri secara baik-baik. Beliau alasannya pun juga jelas, tepat. Kita bisa mengerti ya. Dia kemarin pun juga selama ada di Persib ya sering bolak-balik pun juga kontrol karena dia pun juga ada sakit," ujar Umuh.
Meskipun berat, manajemen Persib menghargai keputusan Hodak. Bojan meninggalkan warisan yang sulit ditandingi, membawa Persib menjadi klub dengan koleksi gelar terbanyak dengan lima bintang sejak era Liga Indonesia. Kehadiran Bojan sebagai penasehat teknis diharapkan tetap memberikan arahan dan menjaga stabilitas tim di bawah kepemimpinan Igor Tolic.
Tragis! Tiga Bangunan di Cianjur Ludes Dilalap Api
Musibah kebakaran melanda kawasan Terminal Pasirhayam, Kampung Pasirhampa, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, pada Senin malam (25/5/2026). Tiga bangunan sekaligus ludes dilalap si jago merah, diduga kuat dipicu oleh kompor yang lupa dimatikan usai memasak.
Api pertama kali terlihat dari sebuah warung kopi sekitar pukul 22.00 WIB dan dalam sekejap merembet ke bangunan lain. Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Budianto, mengonfirmasi bahwa warung kopi, toko material, dan penginapan karyawan menjadi korban dalam insiden ini. Api cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari material yang mudah terbakar seperti kayu dan bilik bambu.
Dua unit mobil pemadam kebakaran beserta sembilan petugas dikerahkan untuk memadamkan api. Berkat kesigapan petugas, kebakaran berhasil ditangani dalam waktu kurang lebih 30 menit. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tragis ini, sebuah kabar melegakan di tengah kerugian materi yang besar.
Dayeuhkolot Kembali Terendam Banjir, Ribuan Jiwa Terdampak
Bencana banjir kembali menerjang Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Selasa (26/5/2026), menyebabkan jalan raya dan permukiman warga terendam. Hujan deras menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede, yang mengakibatkan genangan air bervariasi dari 10 sentimeter hingga 1,5 meter.
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, melaporkan bahwa sekitar 2.185 jiwa dari 772 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Wilayah yang terendam paling dalam berada di Desa Cangkuang Wetan, tepatnya Kampung Cibedug Hilir RW 01 dan Kampung Cibedug Girang RW 02, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Desa dan kelurahan lain seperti Pasawahan, Dayeuhkolot, dan Citeureup juga mengalami dampak serius.
Pemerintah telah menyediakan beberapa lokasi pengungsian, di antaranya Masjid Annur dan Masjid Al Ikhlas di Desa Citeureup, serta Gedung Shelter Desa Dayeuhkolot. Total 168 jiwa dari 61 KK harus mengungsi, termasuk lansia, balita, bayi, ibu menyusui, dan disabilitas. Kebutuhan mendesak bagi para pengungsi meliputi makanan siap saji, makanan balita, air minum, selimut, sembako, alat kebersihan, hingga alat pompa sedot air.
Petugas gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi banjir susulan dan melakukan pendataan asesmen terhadap warga terdampak, memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar