Idul Adha 2026 Jangan Keliru! Begini Cara Sholat yang Benar
Sorajabar.com - Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut salah satu hari raya agung, Idul Adha 1447 Hijriah, yang diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Momen istimewa ini bukan hanya tentang berkurban, tetapi juga tentang pengagungan kepada Allah SWT melalui pelaksanaan Sholat Idul Adha. Ibadah sunnah muakkad ini memiliki tata cara yang khas dan berbeda dengan sholat sunnah lainnya, menjadikannya syiar Islam yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Pelaksanaan sholat Idul Adha menjadi kesempatan emas bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama muslim. Namun, sudahkah kita memahami betul bagaimana tata cara sholat Idul Adha yang sesuai sunnah Rasulullah SAW? Jangan sampai kekeliruan kecil mengurangi kesempurnaan ibadah kita di hari yang penuh berkah ini.
Hukum dan Keutamaan Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha merupakan ibadah sunnah muakkad, sebuah anjuran yang sangat kuat dalam Islam. Meskipun bukan kategori wajib yang berkonsekuensi dosa jika ditinggalkan, Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan pelaksanaannya. Ini menjadi cerminan betapa pentingnya ibadah ini dalam pandangan syariat. Melaksanakan sholat Idul Adha berarti mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW, menghidupkan syiar Islam, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar umat muslim, baik saat di masjid maupun lapangan terbuka. Bagi yang berhalangan berjamaah, sholat ini juga dapat dikerjakan secara mandiri.
Sebagaimana diriwayatkan dari Ummu Athiyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat Sholat Id (Idul Fitri maupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis dan wanita yang dipingit. Adapun wanita yang sedang haid diperintahkan menjauhi tempat sholat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa dianjurkannya partisipasi seluruh umat Islam, bahkan yang sedang haid sekalipun diminta untuk tetap hadir meski tidak ikut sholat, demi merasakan keberkahan dan kebersamaan di hari raya.
Lafaz Niat Sholat Idul Adha yang Benar
Sebelum memulai sholat, niat adalah kunci utama. Pastikan hati dan lisan selaras dalam mengucapkan niat, disesuaikan dengan posisi Anda saat sholat.
Niat Sholat Idul Adha Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'Idil Adha rak'ataini adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Idul Adha sebagai Makmum
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli rak'ataini sunnatan li 'Idil Adha ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Idul Adha sebagai Imam
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli rak'ataini sunnatan li 'Idil Adha imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Panduan Praktis Tata Cara Sholat Idul Adha 2026
Sholat Idul Adha memiliki dua rakaat dengan perbedaan mencolok pada jumlah takbirnya. Mari kita telaah langkah demi langkah agar ibadah kita sah dan sempurna:
Rakaat Pertama
Memulai dengan niat sholat Idul Adha dalam hati.
Mengucapkan Takbiratul Ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
Membaca Doa Iftitah.
Melakukan 7 kali takbir tambahan (selain takbiratul ihram) sambil mengangkat tangan setiap kali takbir.
Di antara sela-sela takbir tersebut, dianjurkan membaca dzikir:
Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar
Atau membaca:
Allahu akbar kabiran walhamdu lillahi katsiran wa subhanallahi bukratan wa asila.
Membaca Surah Al-Fatihah.
Dilanjutkan dengan membaca surah Al-Qur'an, disunnahkan Surah Qaf.
Melakukan Rukuk, I'tidal, Sujud pertama, Duduk di antara dua sujud, dan Sujud kedua seperti sholat pada umumnya.
Bangkit berdiri untuk rakaat kedua.
Rakaat Kedua
Berdiri sambil bertakbir (takbir intiqal, bukan takbir tambahan).
Membaca 5 kali takbir tambahan sebelum Al-Fatihah, diiringi mengangkat tangan setiap takbir.
Sama seperti rakaat pertama, di sela-sela takbir dianjurkan membaca dzikir yang telah disebutkan.
Membaca Surah Al-Fatihah.
Dilanjutkan dengan membaca surah Al-Qur'an, disunnahkan Surah Al-Qamar.
Melakukan Rukuk, I'tidal, Sujud pertama, Duduk di antara dua sujud, dan Sujud kedua.
Membaca Tasyahud Akhir.
Mengucapkan Salam untuk mengakhiri sholat.
Setelah sholat usai, imam akan melanjutkan dengan penyampaian khutbah Idul Adha.
Memahami Bacaan Takbir dan Doa Iftitah
Pengucapan takbir menjadi ciri khas yang membedakan sholat Id dengan sholat lainnya. Setiap kali Anda mengangkat tangan saat takbir tambahan, lafazkan:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar."
Jangan lupa dzikir di antara takbir tambahan:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Untuk Doa Iftitah, salah satu yang bisa Anda baca adalah:
اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ...
Allahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib...
Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat..."
Anda bisa menggunakan doa iftitah lain yang biasa Anda amalkan, sesuai riwayat yang shahih.
Tasyahud Akhir dan Keistimewaan Khutbah Idul Adha
Pada rakaat kedua, setelah sujud terakhir, jamaah akan melakukan tasyahud akhir dan membaca sholawat Nabi, sama persis seperti dalam sholat fardhu atau sholat sunnah lainnya, hingga akhirnya mengucapkan salam. Pentingnya sholat Idul Adha tidak berhenti pada salam. Ciri khas lainnya adalah keberadaan khutbah setelah sholat selesai. Berbeda dengan sholat Jumat yang khutbahnya dilakukan sebelum sholat, Sholat Idul Adha didahulukan, baru kemudian diikuti khutbah. Hal ini ditegaskan oleh riwayat dari Ibnu Umar RA, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan Umar biasa melaksanakan sholat Id terlebih dahulu sebelum khutbah. Khutbah ini biasanya berisikan nasihat keagamaan, pengingat akan ketakwaan, makna mendalam dari ibadah kurban, serta berbagai ajaran Islam yang relevan dengan kemuliaan hari raya tersebut.
Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Adha
Agar ibadah Idul Adha Anda semakin sempurna dan penuh berkah, ada beberapa sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan:
Tidak Makan Sebelum Sholat: Berbeda dengan Idul Fitri, Rasulullah SAW biasanya tidak makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Idul Adha. Beliau baru akan menyantap hidangan setelah pulang dari sholat, terutama jika beliau berkurban, beliau akan menyantap daging kurbannya.
Mandi dan Berpakaian Terbaik: Dianjurkan mandi sunnah Idul Adha, mengenakan pakaian terbersih dan terbaik yang dimiliki, serta memakai wewangian (khusus bagi laki-laki) untuk menunjukkan keagungan hari raya.
Memperbanyak Takbir: Gaungkan takbir Idul Adha sejak malam Hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga berakhirnya Hari Tasyrik (13 Dzulhijjah). Ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Berangkat Lebih Awal: Datanglah lebih awal ke lokasi sholat (masjid atau lapangan). Selain untuk mendapatkan saf terdepan, ini juga memberi kesempatan lebih banyak untuk berdzikir dan bertakbir sebelum sholat dimulai.
Melalui Jalan yang Berbeda: Mengikuti sunnah Rasulullah SAW, dianjurkan untuk menggunakan rute yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat sholat Id. Ini juga bisa menjadi cara untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan lebih banyak umat muslim.
Tidak Ada Sholat Qabliyah dan Ba'diyah: Sholat Idul Adha tidak diiringi dengan sholat sunnah khusus sebelum (qabliyah) maupun sesudahnya (ba'diyah).
Memahami setiap detail tata cara Sholat Idul Adha 2026, mulai dari niat, takbir, bacaan, hingga sunnah-sunnahnya, adalah langkah penting untuk memastikan ibadah Anda sesuai tuntunan syariat. Sholat dua rakaat dengan takbir tambahan di setiap rakaat, disempurnakan dengan khutbah imam, menjadi puncak perayaan Hari Raya Kurban. Selain itu, mari kita manfaatkan momen suci ini untuk memperbanyak takbir, dzikir, serta berbagai amal saleh lainnya. Semoga Idul Adha 1447 H membawa berkah melimpah bagi kita semua dan memperkuat keimanan.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar