Tradisi Koin Maut Jembatan Sewo Dihentikan Demi Mudik Aman
Sorajabar.com - Menjelang hiruk pikuk arus Mudik Lebaran 1447 Hijriah, perhatian serius tertuju pada Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu-Subang. Bukan hanya sebagai jalur vital Pantura, jembatan ini juga dikenal dengan fenomena 'penyapu koin' yang kini menjadi target penertiban Polres Indramayu. Langkah krusial ini diambil demi keselamatan jutaan pemudik serta warga lokal yang nekat bertaruh nyawa di tengah padatnya lalu lintas nasional.
Aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo telah lama menjadi pemandangan yang memprihatinkan. Puluhan bahkan ratusan orang, dari anak-anak hingga dewasa, rela berlari dan menyemut di tengah jalan raya demi mengais recehan yang dilemparkan pengendara. Sebuah pemandangan yang mempertaruhkan nyawa, tak hanya bagi pelakunya tetapi juga sangat membahayakan pengendara yang melintas, serta berpotensi besar memicu kemacetan dan kecelakaan serius di jalur arteri Pantura yang selalu ramai.
Polres Indramayu Ambil Tindakan Tegas Demi Keselamatan
Melihat potensi risiko yang sangat tinggi, Polres Indramayu bergerak cepat. Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Harapannya, melalui koordinasi ini, aktivitas berbahaya tersebut dapat diminimalisir, bahkan dihentikan sepenuhnya, terutama menjelang dan selama masa puncak Mudik Lebaran.
"Untuk di Jembatan Sewo, kami mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama agar aktivitas pencari koin tersebut bisa kita minimalisir, bahkan ditiadakan pada saat puncak Lebaran demi keselamatan bersama," tegas AKBP Fajar Gemilang. Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah menjaga keselamatan semua pihak, baik warga lokal maupun para pengguna jalan yang akan melintasi jembatan tersebut.
Risiko kecelakaan bukan isapan jempol belaka. Warga yang nekat berlari ke tengah jalan untuk memungut koin sangat rentan tertabrak kendaraan, apalagi saat volume lalu lintas meningkat drastis menjelang Lebaran. Selain itu, aktivitas yang ramai di badan jalan ini jelas mengganggu kelancaran arus lalu lintas, yang seharusnya menjadi jalur cepat bagi para pemudik.
Sosialisasi dan Rambu Larangan: Upaya Pencegahan Menyeluruh
Upaya pencegahan tak hanya sebatas pendekatan personal. Sejak sebelum bulan Ramadan, Polres Indramayu sudah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan tentang bahaya aktivitas ini. Untuk memperkuat imbauan, Polres Indramayu juga berencana memasang rambu larangan yang jelas. Rambu ini tidak hanya melarang aktivitas penyapu koin, tetapi juga mengimbau pengendara untuk tidak lagi melemparkan koin saat melintas di Jembatan Sewo.
Fajar menambahkan, "Mudah-mudahan nanti kita bersama stakeholder terkait akan terus fokus, terus memperhatikan, dan menyiapkan langkah-langkah agar di Jembatan Sewo tersebut tidak menjadi potensi kecelakaan." Kerja sama lintas sektoral diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan lancar di salah satu titik krusial jalur Pantura ini.
Mengungkap Akar Tradisi 'Tawur Uang' di Jembatan Sewo
Fenomena penyapu koin ini ternyata berakar pada sebuah kepercayaan lama. Dikenal dengan istilah "tawur duit" atau melempar uang, sebagian pengendara meyakini tradisi ini sebagai cara untuk terhindar dari kesialan atau hal buruk saat melintas di Jembatan Sewo. Sebuah kepercayaan yang diwariskan turun-temurun, kini menghadapi realitas modern dengan risiko yang jauh lebih besar.
Wasdi (50), seorang warga Indramayu yang telah menjadi penyapu koin sejak bangku sekolah dasar, menceritakan pengalamannya. "Tidak tahu pastinya, tapi kata orang tua zaman dulu, aktivitas ini (penyapu koin) sudah ada sejak jembatan masih pakai kayu dan kendaraan yang melintas dari zaman Belanda masih menggunakan kereta kencana," ungkap Wasdi. Ini menunjukkan betapa kuatnya tradisi ini mengakar di masyarakat lokal.
Dahulu, kata Wasdi, warga memungut koin dengan tangan kosong. Namun, seiring dengan semakin padatnya lalu lintas, mereka kini menggunakan sapu dan alat bantu lainnya untuk mengumpulkan recehan tersebut, menambah kesan bahaya dan tergesa-gesa di tengah riuhnya kendaraan.
Ironisnya, sebagian besar warga yang terlibat dalam aktivitas berbahaya ini berasal dari latar belakang ekonomi terbatas. Bagi mereka, meskipun harus mempertaruhkan nyawa di tengah lalu lintas padat Jalur Pantura, menyapu koin adalah salah satu cara untuk sekadar menambah penghasilan harian. Sebuah dilema antara tradisi, kebutuhan ekonomi, dan risiko keselamatan yang mengintai.
Polres Indramayu berharap dengan penertiban ini, kesadaran masyarakat akan bahaya aktivitas penyapu koin semakin meningkat. Kolaborasi antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Mudik Lebaran yang aman, nyaman, dan bebas kecelakaan di seluruh wilayah Jawa Barat.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar