Ngabuburit Berubah! Ciamis Rapi, Warga Soreang Makin Aktif
Sorajabar.com - Ramadan selalu membawa cerita dan tradisi unik, salah satunya adalah Ngabuburit. Namun, tahun ini ada yang berbeda dari aktivitas menunggu waktu berbuka puasa di dua daerah populer Jawa Barat: Ciamis dan Kabupaten Bandung. Dari alun-alun yang lebih tertata hingga lapangan yang ramai dengan aktivitas fisik, perubahan ini menawarkan pengalaman ngabuburit yang segar dan mungkin lebih bermakna.
Transformasi Ngabuburit di Alun-alun Ciamis
Dulu, Alun-alun Ciamis identik dengan hiruk pikuk pedagang kaki lima dan penjual takjil dadakan yang berjejer memenuhi setiap sudut. Pemandangan ini kerap menciptakan keramaian yang luar biasa, bahkan terkadang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Namun, Ramadan tahun ini menghadirkan wajah baru bagi ikon Ciamis tersebut. Kebijakan relokasi pedagang ke sebuah food court di sisi timur alun-alun telah mengubah total suasana.
Pada sore hari di bulan Ramadan, alun-alun kini tampak jauh lebih lengang dan tertata rapi. Area terbuka yang lapang memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi warga yang datang. Minar, seorang warga Imbanagara Raya, mengungkapkan perasaannya saat ngabuburit bersama anaknya. "Ngabuburit di alun-alun, ngajak anak karena ingin main mobil-mobilan sama mewarnai," ujarnya, sembari mengakui perubahan signifikan tanpa adanya deretan pedagang takjil yang biasa dijumpai di sekitar lapangan.
Meski suasana terlihat lebih nyaman dan estetis, dampak perubahan ini juga dirasakan oleh para pedagang. Budi, salah satu pedagang di food court, merasa kunjungan pembeli menurun sejak awal puasa. "Kunjungan turun, ditambah lagi kalau sore hujan. Ramadan tahun ini memang berbeda, dulu jualan di bawah sekarang di food court," keluhnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun penataan membawa kerapian, adaptasi masih diperlukan bagi berbagai pihak.
Kini, warga yang ingin mencari takjil atau makanan berbuka harus menuju ke area food court yang terpusat. Ini berbeda jauh dari pengalaman sebelumnya di mana mereka bisa menjelajahi berbagai pilihan takjil sambil berjalan-jalan santai di sekitar alun-alun. Perubahan ini tentu memberikan nuansa baru, yang oleh sebagian orang dianggap lebih modern dan terorganisir, sementara yang lain mungkin merindukan keramaian tradisional.
Ngabuburit Sehat Ala Warga Soreang, Kabupaten Bandung
Bergeser ke Kabupaten Bandung, tepatnya di Soreang, konsep ngabuburit justru bergerak ke arah yang lebih aktif dan sehat. Lapangan Upakarti, yang berada di Komplek Pemkab Bandung, menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin menunggu waktu magrib sambil berolahraga. Pemandangan puluhan warga mengenakan pakaian olahraga, mulai dari jaket lari hingga sepatu kets, menjadi hal lumrah di sini.
Lapangan Upakarti, dengan ruang terbuka hijau dan pepohonan rindangnya, memang menawarkan suasana yang sejuk dan nyaman untuk berbagai aktivitas fisik. Mulai dari lari santai, jalan kaki, bermain bola, hingga sekadar bercengkrama bersama keluarga di bawah teduhnya pepohonan. Rizal Fikri (21) dari Gading Soreang, menjadi salah satu yang rutin berolahraga di sana. "Saya dari Gading Soreang. Memang selalu menyempatkan olahraga di sini saat bulan Ramadan," ungkapnya.
Bagi Rizal, olahraga saat puasa bukanlah halangan, melainkan cara yang efektif untuk menjaga kesehatan dan membuat waktu ngabuburit terasa lebih singkat. "Iya, ini saja sambil ngabuburit olahraga. Daripada di rumah saja, mending olahraga. Jadi lebih sehat juga," tambahnya. Ia menekankan pentingnya mendengarkan tubuh; berhenti saat lelah adalah kuncinya.
Senada dengan Rizal, Fitra (24), warga Kecamatan Katapang, juga merasakan manfaat ngabuburit dengan berolahraga. "Kalau olahraga begini jadi tidak terasa puasa, tiba-tiba sudah magrib. Terus pas sampai rumah badan terasa enak," jelas Fitra. Ia sangat mengapresiasi kondisi lapangan yang sejuk dan rindang, yang membuat aktivitas fisik menjadi lebih menyenangkan.
Perbedaan gaya ngabuburit di Ciamis dan Soreang ini menunjukkan dinamika masyarakat Jawa Barat dalam menyikapi bulan Ramadan. Baik itu melalui penataan ruang publik untuk kenyamanan kuliner atau dengan menggalakkan Gaya Hidup sehat melalui olahraga, keduanya menawarkan cara unik untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar