Mudik Lebaran 2026 Garut: 177 Bus Disiagakan, Amankah Perjalanan?
Sorajabar.com - Semangat Mudik Lebaran 2026 sudah mulai terasa di Jawa Barat! Khususnya di Garut, persiapan menyambut jutaan pemudik yang akan pulang kampung telah memasuki tahap intensif. Pemerintah setempat memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan melalui berbagai langkah strategis. Sebanyak 177 unit bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) kini telah disiagakan di Terminal Guntur Malati, Garut, siap mengantar dan menjemput para perantau kembali ke pelukan keluarga. Persiapan ini bukan hanya tentang jumlah armada, tetapi juga melibatkan pengecekan menyeluruh terhadap kelayakan kendaraan dan kondisi kesehatan para pengemudi, demi memastikan perjalanan yang aman dan lancar.
Garut Siapkan Ratusan Bus, Puncak Arus Mudik Diprediksi Meningkat
Kepala Terminal Guntur Malati Garut, Bangbang Argo, mengungkapkan bahwa total 177 bus AKDP telah siap beroperasi untuk musim mudik Idulfitri 1447 H ini. "Armada tersebut terdiri dari 152 bus angkutan inti dan 25 bus cadangan," jelas Argo. Jumlah ini menunjukkan keseriusan pihak terminal dalam mengantisipasi lonjakan penumpang. Prediksi puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 18 Maret mendatang, atau sekitar H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri.
Argo menambahkan bahwa kondisi terminal saat ini masih relatif sepi, namun lonjakan penumpang diperkirakan akan signifikan dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk bertepatan dengan momen libur sekolah dan cuti bersama Hari Suci Nyepi. Kombinasi ini tentu akan membuat banyak keluarga memilih untuk mudik bersama, memanfaatkan waktu luang yang lebih panjang.
Inspeksi Menyeluruh: Demi Keselamatan Pemudik Prioritas Utama
Demi menjamin keselamatan setiap penumpang, personel gabungan dari Polres Garut dan Dinas Perhubungan (Dishub) telah memulai pemeriksaan intensif terhadap seluruh armada bus dan para sopir pada Selasa, 10 Maret. KBO Sat Lantas Polres Garut, Ipda Ade Sulaeman, menjelaskan bahwa pengecekan meliputi aspek administratif hingga kondisi fisik kendaraan.
"Kita periksa secara menyeluruh. Mulai dari kelengkapan surat-surat, fungsi spion, wipper, hingga lampu sein. Semua harus berfungsi optimal," tegas Ade. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan beberapa catatan penting, seperti lampu sein yang tidak berfungsi pada beberapa armada dan ketiadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di dalam bus. "Catatan ini sudah kami sampaikan sebagai teguran dan harus segera dilengkapi oleh pihak penyedia jasa angkutan," tambahnya.
Tak hanya kendaraan, kondisi para sopir juga menjadi perhatian utama. Ratusan sopir bus menjalani uji kesehatan komprehensif yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan dan Dokkes Polres Garut. Pemeriksaan ini mencakup pengecekan kesehatan fisik, tes urin untuk memastikan bebas dari penyalahgunaan narkoba, serta pemeriksaan kelengkapan surat-surat izin mengemudi. Langkah proaktif ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap pengemudi berada dalam kondisi prima dan siap menghadapi tantangan perjalanan jauh selama mudik.
Mudik Lebih Awal? Solusi Cerdas Hindari Macet!
Meskipun puncak arus mudik diprediksi masih beberapa hari lagi, beberapa pemudik cerdas sudah mulai bergerak lebih awal untuk menghindari kemacetan parah yang seringkali menjadi "tradisi" mudik Lebaran. Salah satunya adalah Nita (31), seorang ibu dua anak asal Jakarta, yang memilih untuk pulang kampung ke Garut lebih cepat.
Berbincang dengan wartawan di Terminal Guntur Garut, Nita mengungkapkan alasannya. "Saya sengaja pulang lebih awal hari ini supaya tidak macet di jalan. Kebetulan pimpinan di tempat kerja juga sudah memberikan izin cuti," ujarnya. Nita memilih menggunakan angkutan umum bersama kedua anaknya, bukan tanpa alasan. Baginya, bepergian dengan Transportasi umum jauh lebih nyaman dan menenangkan dibandingkan harus menyetir sendiri.
"Pakai kendaraan umum itu bisa santai, tidak perlu pusing mikirin jalanan atau capek nyetir," pungkas Nita, memberikan perspektif berharga bagi para pemudik lain yang mungkin masih ragu dalam memilih moda transportasi atau waktu keberangkatan. Strategi mudik lebih awal seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menikmati perjalanan pulang kampung yang lebih nyaman dan bebas stres.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar