Kisah Yoghurt Jalan Saad yang Tumbuh dari Roda Pikap
Sorajabar.com - Suasana Jalan Saad di Bandung kini kerap diwarnai antrean panjang. Di tengah hiruk-pikuk kawasan itu, sebuah kios yoghurt sederhana justru menjadi magnet. Ini adalah kisah Fresh Yoghurt Mitama, yang kesuksesannya hari ini berawal dari perjalanan panjang seorang ayah dan mobil pikapnya.
Uji Nyali di Pangandaran
Semua berawal sekitar tahun 2007. Ian, sang pemilik, memulai petualangannya dengan berjualan yoghurt dari mobil pikap. Langkah pertamanya justru bukan di Bandung, melainkan di Pantai Pangandaran.
Dia membawa sekitar 80 liter yoghurt dengan peralatan seadanya. Es batu dipecahkan manual, dan yoghurt disimpan dalam ember besar. Hari itu adalah uji nyali sekaligus uji pasar. Hasilnya di luar dugaan, seluruh yoghurtnya ludes terjual.
Keliling Bandung dan Titik Tetap
Dari Pangandaran, Ian pun membawa pikapnya berkeliling Bandung. Ada lima titik yang rutin disinggahi, termasuk daerah Tegallega dan Burangrang. Penjualan dari mobil itu berjalan bertahun-tahun.
Hingga sekitar 2010, ia memutuskan menjadikan rumahnya di Jalan Saad sebagai base camp. Saat itu, yoghurt dijual bersamaan dengan kantin “Mitama”. Namun, kantin itu harus tutup tiga tahun kemudian. “Alhamdulillah untuk yoghurtnya masih bertahan sampai sekarang,” kenang Ian.
Pilihan untuk Keluarga
Pada 2015, keputusan besar diambil. Ian memutuskan berhenti berkeliling. Alasannya humanis: ingin lebih banyak waktu mendampingi ketiga anaknya yang tumbuh besar. Fokus beralih sepenuhnya ke kios di Jalan Saad.
Keputusan itu seperti menanam pohon. Ia merawat bisnisnya dengan konsisten, mengutamakan rasa dan kualitas, tanpa strategi pemasaran rumit. Hanya mengandalkan rasa percaya dan kepuasan pelanggan lama.
Viral yang Datang dengan Sendirinya
Kesetiaan itulah yang akhirnya berbuah manis di tahun 2025. Pelanggan-pelanggan lamanya mulai mengunggah cerita mereka di media sosial. Konten tentang yoghurt kental dengan harga terjangkau itu menyebar organik.
Antrean pun mulai mengular. Banyak wajah baru yang penasaran ingin mencicipi yoghurt legendaris yang direkomendasikan banyak orang. Ian sendiri mengaku tak pernah menyangka.
“Kita ga ada promosi sama sekali, itu hasil dari partisipasi pembeli aja,” ujarnya dengan rasa syukur. Kini, Fresh Yoghurt Mitama buka setiap hari. Harganya tetap ramah di kantong, mulai Rp6.000 per cup. Dari sebuah pikap, kisah Ian membuktikan bahwa konsistensi dan kejujuran pada rasa adalah resep abadi untuk meraih hati pelanggan.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

.jpg)
Posting Komentar