Warga Tasikmalaya Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan

Sorajabar.com - Semangat kebersamaan dan inovasi tak lekang oleh zaman. Di tengah hiruk pikuk modernisasi, sebuah kisah inspiratif datang dari Blok Cinyungcung, Kampung Cilenga, Desa Selawangi, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Para warga di sana tak menunggu bantuan, melainkan bergerak swadaya membangun impian besar: mewujudkan kemandirian pangan desa dengan tangan mereka sendiri. Ini adalah kisah tentang bagaimana peluh keringat dan tekad kuat mampu menyulap lahan tandus menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan.

Minggu (5/7/2026) menjadi saksi bisu, saat puluhan warga bergotong royong membangun saluran air berupa pipanisasi sepanjang 100 meter. Sebuah proyek yang terbilang ambisius, mengingat tujuannya adalah mengairi sekitar 8.000 meter persegi lahan "tidur" atau lahan gamblung yang selama ini tidak produktif. Lahan tersebut, menurut Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Kahirupan Abadi, Deni Danial, sulit dikembangkan karena posisinya yang berada di atas aliran sungai, menjadikannya area yang tidak menghasilkan apa-apa.

Menenangkan Air dari Hulu, Menembus Cadas dan Jurang

Bukan perkara mudah. Untuk mengalirkan air, warga harus menarik instalasi pipa langsung dari hulu sungai. Medannya? Cukup berat. Mereka harus menembus tebing cadas yang keras dan melintasi jurang yang curam. Namun, rintangan alam tak sedikit pun menyurutkan semangat mereka. "Walau pun harus memasang instalasi pipa sejauh 100 meter, menembus cadas, merambah jurang, kami tak akan mundur. Kita hantam bareng-bareng. Jika air sudah mengalir lancar, lahan yang tadinya tidur bisa kita fungsikan kembali," tegas Deni Danial dengan semangat membara. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika masyarakat bersatu, tidak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki.

Konsep Ekonomi Sirkular, Solusi Cerdas Ketahanan Pangan

Lahan 8.000 meter persegi itu bukan sekadar akan dialiri air. Lebih dari itu, kawasan ini nantinya akan diintegrasikan menjadi pusat budidaya perikanan, peternakan, dan tanaman pangan. Sebuah langkah strategis demi memperkuat ketahanan pangan tingkat desa. Konsep yang diusung pun tidak main-main, yaitu ekonomi sirkular. Tokoh pemuda setempat, Yedi Supriadi, menjelaskan bahwa dengan sistem integrasi ini, sumber daya air dan limbah sisa produksi akan diputar kembali dalam satu ekosistem terpadu, secara signifikan menghemat biaya operasional dan memaksimalkan setiap tetes air serta nutrisi.

Yedi memaparkan detailnya:

  • Air bersih dari hulu sungai dialirkan pertama kali ke kolam-kolam budidaya ikan nila.
  • Sisa air dari kolam ikan, yang kaya akan nutrisi organik tinggi, dimanfaatkan kembali untuk mengairi sekaligus memupuk tanaman padi dan hortikultura.
  • Integrasi peternakan ayam petelur di sekitar area berfungsi menyuplai kebutuhan pupuk kandang dan diversifikasi produk.

Pola integrasi ini sangat efektif memangkas biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen multi-komoditas secara berkelanjutan. Sebuah model pertanian modern yang ramah lingkungan dan efisien, menunjukkan bagaimana inovasi lokal dapat menciptakan dampak besar.

Kemandirian Pangan Dimulai dari Peluh Keringat

Di tengah kondisi zaman yang kian individualis, aksi di Desa Selawangi ini adalah sebuah anomali yang menyegarkan. Tanpa menunggu kucuran anggaran besar dari birokrasi, modal utama warga hanyalah patungan tenaga, pikiran, dan logistik seadanya. Kemandirian pangan yang sejati memang tidak dimulai dari ruang seminar yang dingin, melainkan dari peluh keringat warga yang saling mengoper pipa di tebing jurang Cinyungcung. Langkah kecil sepanjang 100 meter ini menjadi bukti, di tangan masyarakat yang kompak, lahan segersang apa pun bisa berubah menjadi berkah. Warga Cilenga sedang menulis sejarah mereka sendiri, merajut ketahanan pangan dengan tali persaudaraan yang kuat. Sebuah teladan inspiratif bagi seluruh Jawa Barat yang patut diacungi jempol.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Warga Tasikmalaya Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan
  • Warga Tasikmalaya Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan
  • Warga Tasikmalaya Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan
  • Warga Tasikmalaya Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan
  • Warga Tasikmalaya Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan
  • Warga Tasikmalaya Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan

Posting Komentar