Heboh Koperasi di Stone Garden Bandung Barat Misterinya Terungkap

Sorajabar.com - Dunia maya kembali dihebohkan dengan penampakan sebuah bangunan megah, Koperasi Merah Putih (KMP), yang viral karena lokasinya yang tak biasa. Dalam video yang tersebar luas, bangunan ini seolah berdiri kokoh di tengah belantara pegunungan, tepatnya di kawasan wisata Stone Garden, Kampung Girimulya, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Penampakan ini sontak memicu beragam spekulasi dan pertanyaan dari warganet: benarkah ada koperasi di tengah hutan?

Visual yang beredar memang menunjukkan KMP dikelilingi semak belukar dan rimbunnya tanaman bambu, seolah terisolasi dari peradaban. Ditambah lagi, di belakangnya menjulang megah bukit karst yang mempesona, dihiasi formasi batuan purba yang tersebar artistik. Suasana di musim kemarau, dengan angin yang menerbangkan butiran debu mikroskopis dari permukaan kering dan aktivitas pengolahan kapur di sekelilingnya, semakin menambah kesan misterius pada lokasi tersebut. Bangunan berukuran 20x30 meter ini, yang belum sepenuhnya rampung—tinggal 10 persen lagi untuk sentuhan akhir seperti pemasangan rolling door dan furnitur—memang tampak mencolok di lanskap yang didominasi alam.

Misteri Terpecahkan: Koperasi di Area Parkir Wisata

Namun, di balik viralnya video tersebut, Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, segera memberikan klarifikasi yang meluruskan persepsi publik. Saat ditemui pada Senin (6/7/2026), Tarkopa menegaskan bahwa lokasi Koperasi Merah Putih tidaklah berada di puncak gunung seperti yang banyak dibayangkan. "Posisinya di atas gunung, sebenarnya tidak. Tapi di bawah Gunung Masigit bahkan itu di lapang, di lapang parkir Stone Garden," jelas Tarkopa. Ia menambahkan bahwa pembangunan koperasi ini telah diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu area parkir objek wisata.

Faktanya, KMP ini berdiri di area parkir objek wisata Indiana Camp dan Stone Garden, berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Raya Cianjur-Padalarang. Meski aksesnya memang berbatu, lokasi ini tidaklah terpencil dan relatif dekat dengan permukiman warga Kampung Girimulya. Bangunan tersebut memang berdiri di atas tanah carik desa, yang merupakan aset desa yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum dan pembangunan. Pemilihan lokasi ini tentu melalui pertimbangan matang.

Proses Pemilihan Lokasi dan Manfaatnya

Tarkopa menjelaskan bahwa penentuan titik pembangunan KMP Gunungmasigit diawali dengan pemberian rekomendasi beberapa titik tanah carik desa kepada PT. Agrinas Pangan Nusantara. PT. Agrinas sendiri merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih. "Saya tunjukkan ada beberapa titik carik desa. Di antaranya Stone Garden, yaitu di RW 9 Girimulya, kedua carik desa di RW 16 di Liung Gunung, yang ketiga di Cigintung di RW 21, yang keempat di RW 19 di RW Cihalimun, dan yang kelima itu ada di Cicalada," papar Tarkopa.

Dari kelima opsi tersebut, titik di kawasan Stone Garden dianggap paling ideal. Setelah melalui pengecekan lokasi dan aksesibilitas oleh PT. Agrinas, barulah pembangunan dimulai. "Jadi pemerintah desa hanya sampai ke situ. Ya, secara jujur itu tidak di atas gunung. Di bawah gitu, di antara Gunung Masigit dan apa Stone Garden. Ke permukiman juga kan tidak terlalu jauh," ujarnya, kembali menekankan bahwa lokasi ini strategis dan mudah dijangkau.

Dampak Positif Koperasi Merah Putih bagi Masyarakat dan Wisata

Kehadiran Koperasi Merah Putih di kawasan objek wisata alam Bandung Barat ini membawa harapan besar. Tarkopa berharap koperasi ini dapat menjadi jembatan pengembangan pariwisata daerah. "Harapan saya nantinya bisa berkolaborasi dengan pihak Pokdarwis karena kan Stone Garden itu dikelola oleh Pokdarwis. Ya itu nanti bisa berkolaborasi ya. Nah, nanti dengan warung-warung itu kan nanti bisa disuplai oleh Kopdes di situ," jelasnya dengan optimis.

Selain itu, KMP diharapkan dapat menunjang kebutuhan pangan dan menampung hasil bumi masyarakat sekitar. Ini akan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga lokal dan memperkuat ketahanan pangan desa. "Kemudian mudah-mudahan dengan adanya Kopdes ini nanti bisa mengangkat ketahanan pangan yang ada. Dan ke depannya juga Kopdes itu bisa menyuplai kepada MBG yang ada di Desa Gunung Masigit," imbuhnya, menunjukkan visi jangka panjang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi.

Dengan klarifikasi ini, misteri di balik bangunan Koperasi Merah Putih di Stone Garden terjawab sudah. Bukanlah koperasi terisolasi di puncak gunung, melainkan sebuah inisiatif strategis untuk mengembangkan ekonomi lokal dan pariwisata di Bandung Barat. Keberadaannya diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan Desa Gunungmasigit dan sekitarnya.Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Heboh Koperasi di Stone Garden Bandung Barat Misterinya Terungkap
  • Heboh Koperasi di Stone Garden Bandung Barat Misterinya Terungkap
  • Heboh Koperasi di Stone Garden Bandung Barat Misterinya Terungkap
  • Heboh Koperasi di Stone Garden Bandung Barat Misterinya Terungkap
  • Heboh Koperasi di Stone Garden Bandung Barat Misterinya Terungkap
  • Heboh Koperasi di Stone Garden Bandung Barat Misterinya Terungkap

Posting Komentar