Viral! Pasien KBB Ditandu Warga, Akses Darurat Jadi Sorotan
Sorajabar.com - Sebuah video yang merekam momen dramatis evakuasi pasien di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, terlihat seorang wanita yang sedang sakit terbaring lemah di atas brankar, terpaksa digotong beramai-ramai oleh warga setempat. Peristiwa ini bukan tanpa alasan, melainkan karena akses jalan menuju rumah pasien yang sangat terbatas, tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat seperti ambulans. Kisah ini segera menarik perhatian publik dan menyoroti tantangan Infrastruktur di beberapa pelosok Jawa Barat.
Pasien yang diketahui bernama Rina Fitri Yulianti, warga Kampung Cipicung, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat, KBB, terlihat dalam kondisi yang memerlukan penanganan medis segera. Namun, karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan, brankar yang semestinya berada di dalam ambulans harus diikat dengan tali dan bambu, kemudian diangkat secara manual oleh warga. Momen ini terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026, yang menunjukkan betapa kuatnya solidaritas dan semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Akses Jalan Terbatas Menguji Pelayanan Darurat
Menanggapi insiden yang menyita perhatian ini, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, segera memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada kondisi akses jalan lingkungan yang memang belum memadai untuk dilalui kendaraan roda empat. "Jadi kami telah melakukan pendalaman serta menerima laporan dan keterangan dari Pemerintah Desa Sumur Bandung maupun pihak kecamatan. Hasilnya itu bahwa akses jalan lingkungan yang memang belum dapat dilalui kendaraan roda empat," ungkap Jeje saat dikonfirmasi pada Selasa, 16 Juni 2026.
Permasalahan semakin kompleks karena sebagian dari jalur utama menuju lokasi merupakan lahan milik PT. KAI, dengan panjang sekitar 500 meter. Pemerintah Desa Sumur Bandung sebelumnya telah beberapa kali mencoba mengajukan permohonan izin kepada pihak PT. KAI agar jalur tersebut dapat ditingkatkan dan layak dilewati kendaraan roda empat. Namun, hingga saat ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan.
Bupati Jeje Ritchie Ismail menyampaikan pemahamannya terhadap kesulitan yang ditimbulkan oleh kondisi ini, terutama dalam situasi darurat Kesehatan yang menuntut penanganan cepat. "Kami akan berkoordinasi dengan PT. KAI untuk mencari solusi terbaik demi meningkatkan aksesibilitas masyarakat," tegasnya. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan dan infrastruktur, khususnya di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses jalan. Ia juga tak lupa mengapresiasi kepedulian serta kerja keras warga dan seluruh pihak yang telah bahu-membahu membantu proses evakuasi pasien hingga Rina mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Kisah Heroik Warga di Balik Kendala Infrastruktur
Ketua RW setempat, Setiawan, membenarkan insiden yang terekam dalam video viral tersebut. "Betul, itu warga kami yang sedang sakit mau dibawa ke rumah sakit. Diangkut sama warga sampai ke pinggir jalan tempat ambulans parkir," jelas Setiawan. Ia menambahkan bahwa rumah Rina berada di permukiman yang letaknya di tepi perlintasan kereta api, dekat Stasiun Sasaksaat. Kondisi geografis ini turut menyumbang pada sulitnya akses.
Setiawan menjelaskan lebih lanjut bahwa akses menuju rumah Fitri memang sangat terbatas, hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua karena berupa jalan gang berbatu di pinggir rel kereta api. Sementara itu, ambulans harus parkir di dekat Stasiun Sasaksaat, yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah Rina. Jarak 500 meter mungkin terdengar tidak terlalu jauh, namun dalam kondisi darurat medis dan harus menggotong pasien di atas brankar manual, jarak tersebut menjadi tantangan besar yang menguras tenaga dan waktu.
Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa, demi memastikan setiap warga negara mendapatkan akses pelayanan dasar, termasuk kesehatan, tanpa terkendala kondisi geografis. Semangat gotong royong warga Kampung Cipicung adalah cerminan ketahanan sosial yang patut diacungi jempol, namun juga menjadi tamparan keras bagi pihak berwenang untuk segera mencari solusi permanen. Diharapkan koordinasi antara Pemkab Bandung Barat dan PT. KAI dapat segera menghasilkan titik terang demi kenyamanan dan keselamatan warga.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar