Tradisi Nadran Ciamis Lestarikan Jejak Leluhur
Sorajabar.com - Menyambut datangnya Tahun Baru Islam, semarak Budaya dan spiritualitas memenuhi Kelurahan Sindangrasa, Ciamis. Sejak Jumat (26/6/2026) pagi, ratusan warga tumpah ruah dalam gelaran Tradisi Nadran. Sebuah ritual kearifan lokal yang sarat makna, menjadi bentuk penghormatan mendalam kepada para leluhur yang telah berjasa membangun Sindangrasa.
Tradisi Nadran bukan sekadar acara rutin, melainkan jalinan kuat yang mengikat masa lalu dan masa kini, serta menjadi cerminan gotong royong dan kebersamaan masyarakat. Setiap memasuki bulan Muharam, warga dengan penuh kekhidmatan mengikuti rangkaian ziarah, mengenang kembali jejak para pendahulu.
Mengikuti Jejak Para Sesepuh: Ziarah ke Makam Keramat
Rangkaian Tradisi Nadran dimulai dengan ziarah ke Kompleks Makam Syekh Tubagus Satariyah di kawasan Gunung Galuh. Bersama tokoh agama dan perangkat kelurahan, warga memanjatkan doa, memohon keberkahan dan mengingat kembali perjuangan para pahlawan lokal. Syekh Tubagus Satariyah dikenal sebagai penasihat Bupati Adi Kusuma pada masa Kerajaan Galuh, sosok penting yang mewariskan nilai-nilai luhur bagi masyarakat setempat.
Setelah khidmat di Gunung Galuh, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kompleks Makam Dalem Patinggi atau Dewi Naganingrum di Lingkungan Margasari. Dalem Patinggi juga merupakan salah seorang sesepuh dan tokoh kunci di wilayah Sindangrasa pada era Kerajaan Galuh. Di lokasi kedua ini, doa kembali dilantunkan, memperkuat ikatan spiritual dengan sejarah. Puncak kebersamaan diakhiri dengan tradisi makan bersama, simbol persatuan dan kekeluargaan yang tak lekang oleh waktu.
Lebih dari Tradisi: Memperkuat Komunitas dan Mengedukasi Generasi Muda
Tradisi Nadran merupakan salah satu bagian integral dari Gebyar Muharaman yang selalu dinantikan masyarakat Sindangrasa. Tahun ini, kemeriahan Muharam terasa istimewa karena juga menjadi bagian dari persiapan menuju peluncuran Kampung Zakat Kelurahan Sindangrasa. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi tidak hanya berpusat pada masa lalu, tetapi juga bergerak maju untuk kemaslahatan umat.
Amil Kelurahan Sindangrasa, Asep Sukran Hidayat, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Muharam tahun ini sangat meriah. Dimulai dengan pawai obor yang memukau pada malam hari, dilanjutkan dengan Tradisi Nadran yang penuh makna. "Setelah Nadran, agenda akan dilanjutkan dengan santunan anak yatim sebanyak 110 orang, sunatan massal, dan puncaknya adalah launching Kampung Zakat pada 30 Juni mendatang. Semua kegiatan ini kami kemas sebagai bentuk syukur sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat," ujar Asep.
Warisan Berharga untuk Masa Depan
Asep Sukran Hidayat menegaskan bahwa Tradisi Nadran memiliki peran vital dalam mengenalkan sejarah Kelurahan Sindangrasa kepada generasi muda. "Kami mengajak masyarakat mendoakan para leluhur yang telah berjasa membangun Sindangrasa. Lewat kegiatan ini kami juga ingin mengedukasi generasi muda agar mengenal sejarah daerahnya, memahami siapa para pendahulu yang telah berjuang, sekaligus menghargai warisan budaya yang masih terjaga hingga sekarang," tambahnya. Edukasi sejarah ini menjadi kunci agar identitas dan jati diri masyarakat tidak luntur oleh zaman.
Sekretaris Kelurahan Sindangrasa, Mochamad Farden Fauzan Daffa, menyambut baik antusiasme masyarakat. "Alhamdulillah kegiatan berjalan tertib dan mendapat dukungan penuh. Kami berharap Tradisi Nadran bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar, bahkan menjadi salah satu ciri khas Kelurahan Sindangrasa yang dikenal hingga tingkat kabupaten," ungkap Daffa.
Visi ke depan adalah menjadikan situs-situs budaya dan makam leluhur ini tidak hanya sebagai tempat ziarah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran sejarah bagi pelajar dan masyarakat umum. Dengan perawatan dan pengenalan yang berkelanjutan, sejarah Sindangrasa diyakini tidak akan pernah hilang, terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar