Terungkap! Program Gizi Cirebon Tetap Gas Meski Ada Isu Panas
Sorajabar.com - Di tengah riuhnya kabar tentang polemik di tingkat pusat, sebuah kabar baik datang dari Kota Cirebon. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Cirebon Kejaksan Kesenden tetap berjalan dengan optimal, melayani ribuan warga tanpa terpengaruh gejolak yang ada. Sebuah dedikasi luar biasa yang patut diapresiasi, mengingat tantangan yang mereka hadapi.
Dedikasi di Balik Kendala: Motor Pribadi hingga Armada Yayasan
Meski kerap menjadi perbincangan, bantuan motor listrik dari Badan Gizi Nasional (BGN) ternyata belum sampai ke tangan SPPG Kota Cirebon. Fakta ini disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Kota Cirebon Kejaksan Kesenden, Igo Prasetia. "Jujur untuk saya sendiri belum menerima motor listrik yang dibicarakan dari Badan Gizi Nasional," tegas Igo di Kota Cirebon, Jumat (5/6/2026).
Namun, kendala ini tak sedikit pun menyurutkan semangat para petugas. Untuk mobilitas harian, mereka tetap mengandalkan sepeda motor pribadi yang menjadi tulang punggung operasional. Bayangkan, dedikasi para pahlawan gizi ini yang rela menggunakan kendaraan pribadi demi memastikan makanan bergizi sampai ke tangan yang membutuhkan!
Tak hanya itu, SPPG Cirebon juga menunjukkan adaptasi luar biasa dengan dukungan penuh dari yayasan mitra. Untuk mendistribusikan makanan bergizi kepada para penerima manfaat, yayasan telah menyediakan dua unit kendaraan roda empat. Bahkan, ada satu mobil khusus tambahan yang digunakan untuk kebutuhan pembelanjaan bahan baku. Ini memastikan bahwa rantai pasok dan distribusi berjalan efisien, dari dapur hingga ke meja makan masyarakat.
Program Stabil di Tengah Badai Informasi
Pemberitaan mengenai penetapan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka, memang sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun, Igo Prasetia dengan tegas menyatakan bahwa kondisi tersebut sama sekali tidak berdampak terhadap operasional SPPG Kota Cirebon Kejaksan Kesenden. "Alhamdulillah sampai saat ini operasional berjalan dengan sangat lancar seperti biasanya. Dampaknya juga tidak berpengaruh kepada operasional kita," ujarnya dengan optimis.
Kabar baik lainnya, dana operasional untuk program ini juga tetap cair sesuai jadwal. Hal ini menjadi kunci vital dalam memastikan semua kegiatan, mulai dari pembelian bahan baku hingga pendistribusian, dapat berjalan tanpa hambatan finansial. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas makanan bergizi yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga.
Ribuan Penerima Manfaat Terlayani Optimal
Saat ini, SPPG Kota Cirebon Kejaksan Kesenden melayani total 2.008 penerima manfaat setiap harinya. Mereka adalah kelompok masyarakat yang sangat rentan terhadap masalah gizi, mulai dari ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), balita, hingga anak-anak sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, sampai SMA. Angka ini menunjukkan betapa krusialnya peran SPPG dalam menjaga Kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus di Cirebon.
Bukan hanya soal kuantitas, SPPG Cirebon juga sangat peduli terhadap kualitas dan preferensi menu. Pihaknya secara rutin mengadakan forum grup diskusi dengan para kader posyandu, perwakilan sekolah, dan lurah setempat. Forum ini menjadi wadah penting untuk menerima masukan, kritik, dan saran terkait menu makanan yang paling disukai dan paling bermanfaat bagi para penerima manfaat. Evaluasi berkelanjutan ini membuktikan komitmen SPPG untuk selalu memberikan yang terbaik.
Igo Prasetia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali bahwa operasional SPPG Kota Cirebon Kejaksan Kesenden tetap berjalan normal dan lancar. Ini menjadi penegas bahwa meskipun sempat beredar informasi mengenai penghentian sementara kegiatan SPPG di beberapa daerah lain, Cirebon tetap teguh pada komitmennya. "Alhamdulillah untuk di Kota Cirebon berjalan dengan sangat lancar dan seperti biasanya, normal," pungkasnya, memberikan jaminan kepada seluruh warga.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar