Terungkap! NASA Temukan Planet Raksasa Sepadat Permen Kapas
Sorajabar.com - Dunia Antariksa kembali dihebohkan dengan penemuan luar biasa dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Satelit survei exoplanet mereka, TESS, baru-baru ini berhasil mengidentifikasi dua planet raksasa yang dijuluki 'super mengembang' dengan karakteristik yang sangat tidak lazim. Bayangkan, ada planet seukuran Jupiter, namun ringan bagai permen kapas! Penemuan ini tentunya mengguncang pemahaman kita tentang bagaimana planet terbentuk dan berevolusi di alam semesta.
Penemuan Spektakuler di Kedalaman Antariksa
Dua planet unik ini ditemukan mengorbit sebuah bintang yang mirip Matahari, bernama TOI-791, yang berjarak sekitar 1.113 tahun cahaya dari Bumi. Sebuah jarak yang fantastis, memberikan gambaran betapa luasnya jagat raya yang belum kita selami. TESS, yang dirancang khusus untuk mencari planet di luar tata surya kita, berhasil mendeteksi keberadaan mereka melalui metode transit. Ini adalah teknik di mana TESS mengamati penurunan kecerahan cahaya bintang TOI-791 yang terjadi secara berulang. Penurunan cahaya ini menjadi indikasi kuat bahwa ada objek, dalam hal ini planet, yang melintas di depan bintang tersebut dari sudut pandang kita di Bumi.
Penemuan ini bukan sekadar tambahan daftar planet baru. Keunikan dari TOI-791b dan TOI-791c terletak pada densitasnya yang luar biasa rendah, sebuah fenomena yang jarang ditemui. Para ilmuwan bahkan menyamakannya dengan permen kapas, metafora yang sempurna untuk menggambarkan betapa ringannya mereka meskipun memiliki ukuran raksasa.
Dua Raksasa 'Permen Kapas' yang Membingungkan Ilmuwan
- TOI-791b: Planet pertama ini memiliki dimensi yang setara dengan Jupiter, raksasa gas terbesar di tata surya kita. Namun, massanya sungguh mengejutkan, hanya sekitar 3 persen dari massa Jupiter. Bayangkan, sebuah planet sebesar Jupiter, tetapi jauh lebih ringan!
- TOI-791c: Planet kedua bahkan lebih menarik. Ukurannya jauh lebih besar dibanding Jupiter, namun massanya hanya sekitar 5,9 persen dari Jupiter. Ini berarti kepadatan TOI-791c sangatlah minim, bahkan lebih 'mengembang' dibandingkan TOI-791b.
Kepadatan super rendah ini menjadi teka-teki besar bagi para astrofisikawan. Bagaimana mungkin sebuah planet bisa tumbuh sebegitu besar namun dengan materi penyusun yang sangat sedikit? Ini membuka pintu untuk teori-teori baru mengenai komposisi internal planet dan kondisi ekstrem di mana mereka bisa terbentuk.
Tarian Gravitasi Unik dan Akurasi Massa
Selain kepadatan yang mencengangkan, NASA juga menemukan bahwa kedua planet ini terkunci dalam pola orbit unik yang memungkinkan mereka untuk saling tarik-menarik satu sama lain secara gravitasi. Saat mengelilingi bintang induknya, TOI-791, kedua planet ini bergantian saling memberikan pengaruh gravitasi. Dampaknya terlihat pada waktu transit mereka yang sedikit bervariasi.
Variasi waktu orbit inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para ilmuwan untuk menghitung massa kedua planet secara akurat. Teknik ini tidak hanya memperkuat status TOI-791b dan TOI-791c sebagai planet dengan kepadatan paling rendah yang pernah ditemukan, tetapi juga menunjukkan kecanggihan metode observasi saat ini.
"Hanya sedikit dari planet super mengembang ini yang diketahui, dan lebih jarang lagi menemukan dua planet dengan karakteristik ini dalam sistem yang sama," ujar kepala tim peneliti, George Dransfield dari Universitas Oxford. Ia menambahkan bahwa "Kepadatan mereka yang sangat rendah menjadikan mereka target yang menarik untuk memahami bagaimana sistem planet terbentuk dan berevolusi." Pernyataan ini menggarisbawahi betapa pentingnya penemuan ini bagi dunia astronomi.
Misteri dan Harapan Penelitian Masa Depan
Meski telah diungkap, TOI-791b dan TOI-791c masih menyimpan banyak misteri. Waktu orbit mereka tergolong lama, dengan TOI-791b membutuhkan 139 hari dan TOI-791c memerlukan 232 hari untuk sekali mengelilingi bintang induknya. Ini menunjukkan bahwa mereka berada cukup jauh dari bintang induknya, memungkinkan mereka untuk mempertahankan atmosfer yang "mengembang" tersebut.
Melalui observasi lebih lanjut menggunakan teleskop canggih lainnya, para peneliti berharap dapat membedah lebih dalam mengenai susunan kimia atmosfer kedua planet ini. Mereka juga ingin memahami bagaimana putaran planet memengaruhi bentuknya, dan tentu saja, yang paling penting, memecahkan teka-teki besar tentang bagaimana planet 'permen kapas' seperti itu bisa terbentuk dan bertahan di alam semesta yang penuh dengan kekuatan gravitasi yang dahsyat.
Penemuan ini adalah langkah maju dalam upaya kita memahami keragaman planet di luar tata surya. Ini juga menegaskan bahwa alam semesta jauh lebih aneh dan menakjubkan dari yang kita bayangkan.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar