Sukabumi Panen Rupiah: Pendapatan Pariwisata Melonjak Drastis!
Sorajabar.com - Kabupaten Sukabumi kini menjadi sorotan utama di Jawa Barat. Bagaimana tidak, sektor pariwisatanya menunjukkan performa yang luar biasa di tahun 2026 ini. Belum genap enam bulan berjalan, kantong pendapatan daerah dari sektor pelesiran ini sudah nyaris melampaui total capaian sepanjang tahun lalu. Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata geliat Ekonomi dan daya tarik Wisata Sukabumi yang semakin memukau.
Data terbaru dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mencatat total pendapatan retribusi dari awal tahun hingga awal Juni 2026 telah menembus angka Rp 624.349.000. Angka fantastis ini sebagian besar disumbang dari retribusi pelayanan tempat rekreasi dan olahraga, yakni lebih dari Rp 615 juta, ditambah kontribusi dari kerja sama pemanfaatan BMD sebesar Rp 8,8 juta. Melihat tren positif ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam.
Ali Iskandar dengan bangga menyatakan, "Alhamdulillah angka Rp624.339.000 pendapatan retribusi 6 objek destinasi yang dimiliki Pemda sampai dengan akhir Bulan Mei atau Bulan ke 5 Tahun 2026 ini hampir mendekati angka capaian dalam satu tahun di Tahun 2025 sebesar Rp675.687.000." Optimisme ini bukan tanpa dasar. Dengan laju pertumbuhan yang sedemikian pesat, Ali yakin bahwa pundi-pundi yang masuk ke kas daerah dari sektor pariwisata akan melonjak berkali-kali lipat pada akhir tahun nanti. Pendapatan ini, lanjutnya, akan kembali diinvestasikan untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan bagi masyarakat dan wisatawan.
Curug Sodong Pimpin Destinasi Favorit Wisatawan
Geliat pariwisata Sukabumi juga tercermin dari laporan mingguan periode akhir Mei hingga awal Juni 2026. Dalam kurun waktu sepekan saja, perputaran uang dari retribusi masuk mampu meraup total Rp 81.639.000. Setelah dikurangi pos asuransi sebesar Rp 13,7 juta lebih, kas daerah Kabupaten Sukabumi langsung mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 67.855.000. Ini menunjukkan betapa tingginya minat masyarakat untuk berwisata di Sukabumi.
Dari enam objek wisata andalan yang dikelola pemerintah daerah, Curug Sodong sukses menjadi magnet utama. Destinasi air terjun yang memukau ini menyumbang pendapatan tertinggi mencapai Rp 17.950.000 dalam seminggu. Berikut adalah daftar objek wisata penyumbang pendapatan tertinggi dalam periode tersebut:
- Curug Sodong: Rp 17.950.000
- Pondok Halimun: Rp 15.905.000
- Geyser Cisolok: Rp 15.510.000
- Curug Cikaso: Rp 11.010.000
- Pantai Minajaya: Rp 4.960.000
- Cinumpang: Rp 2.520.000
Strategi 'Pancasona' Kunci Sukses Pariwisata Sukabumi
Lonjakan kunjungan wisatawan ini tentu tidak datang begitu saja. Melalui penyampaian dari Mojang Wakil 1 Kabupaten Sukabumi, Fitria Putri Awalia, Dispar Sukabumi menegaskan komitmen kuatnya untuk terus membenahi fasilitas, melakukan penataan, serta meningkatkan kenyamanan di setiap objek wisata. Pembenahan ini tidak hanya menyasar objek wisata milik Pemda, tetapi juga destinasi yang dikelola oleh perorangan maupun instansi swasta, menciptakan ekosistem pariwisata yang menyeluruh dan berkualitas.
Salah satu senjata rahasia yang gencar diterapkan di lapangan adalah prinsip Pancasona atau Someah Na-kana, sebuah strategi etika wisata ramah khas Sunda. Prinsip ini memiliki lima pilar utama:
- Someahna Hade Kasemah: Menekankan pentingnya sikap ramah dan hangat dalam menyambut setiap tamu atau wisatawan. Pelayanan yang prima adalah kunci utama.
- Runtah Kudu Diolah: Komitmen serius dalam pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tempat wisata.
- Parkiran Ulah Sagawayah: Penataan parkir yang tertib dan teratur demi kenyamanan serta kelancaran lalu lintas wisatawan.
- Jajanan Ulah Ku Harga Asal-asalan: Memastikan harga jajanan dan kuliner di lokasi wisata wajar dan transparan, agar tidak 'mencekik' kantong wisatawan.
- Oge Kana Sadaya Aturan Agama: Aspek moralitas juga dijaga ketat guna memastikan seluruh kawasan wisata bersih dari peredaran miras maupun perbuatan asusila, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
Dengan transparansi data yang dilaporkan secara berkala, sinergi pelayanan berbasis kearifan lokal, serta komitmen yang kuat, Sukabumi tampak sangat siap menyambut era baru sebagai raksasa pariwisata di Jawa Barat. Potensi ini bukan hanya untuk dinikmati wisatawan, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakatnya.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar