Setahun Terjebak Penipuan Loker Keluarga KBB Akhirnya Pulang
Sorajabar.com - Sebuah kisah pilu yang berujung pada kelegaan akhirnya menyapa bumi Pasundan. Keluarga Ade Halidan, yang terdiri dari Ade sendiri, istrinya Peni Herawati, serta kedua anaknya M. Nurfadilah dan Rizki Thermawan, akhirnya menginjakkan kaki kembali di kampung halaman mereka di Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Kedatangan mereka pada Minggu (31/5/2026) dini hari menandai berakhirnya penantian setahun penuh perjuangan dan ketidakpastian di tanah orang.
Setelah terlunta-lunta selama setahun di Papua akibat jeratan penipuan lowongan kerja, keluarga ini berhasil dipulangkan berkat sigapnya Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bandung Barat. "Alhamdulillah sudah sampai lagi di kampung halamannya, tiba Minggu dini hari sekitar jam 01.30 WIB," ujar Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) pada Disnakertrans KBB, Dewi Andani, saat dikonfirmasi. Tangis haru dan pelukan hangat menyambut kedatangan mereka, seolah melebur segala kepenatan dan kecemasan yang telah lama menyelimuti keluarga kecil ini.
Modus Penipuan Loker yang Menjebak Ratusan Kilometer Jauhnya
Kisah ini bermula dari janji-janji manis sebuah tawaran pekerjaan yang menggiurkan. Dewi Andani menjelaskan bahwa awalnya, keluarga Ade Halidan ditawari pekerjaan di perkebunan sawit. Namun, bukan di Papua, melainkan di Kalimantan. Setelah dibawa ke Kalimantan, janji berubah lagi. Mereka kemudian dijanjikan akan bekerja di Sorong, Papua, dan lantas diberangkatkan ke sana.
Namun, harapan untuk mengadu nasib demi kehidupan yang lebih baik itu justru berubah menjadi mimpi buruk. Setibanya di Sorong, nasib mereka tak kunjung membaik. Pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung tiba. Usut punya usut, ternyata pihak yang menawarkan pekerjaan tersebut adalah perusahaan ilegal. Status ilegal ini membuat keluarga Ade Halidan terkatung-katung tanpa kejelasan, terjebak dalam lingkaran penipuan yang rumit dan jauh dari rumah.
Setahun Terlunta dan Perjuangan Bertahan Hidup di Perantauan
Tanpa pekerjaan tetap dan dengan bekal seadanya, keluarga ini terpaksa berjuang keras untuk bertahan hidup di kota asing. Mereka harus melakukan pekerjaan serabutan demi menyambung hidup sehari-hari. Kondisi ini tentu sangat berat, terlebih dengan adanya dua anak yang masih membutuhkan perhatian dan kebutuhan yang layak. Bayangan kampung halaman, sanak saudara, dan kehidupan yang lebih stabil menjadi impian yang terasa jauh di tengah kerasnya realita di Sorong.
Ketika harapan mulai menipis dan keadaan semakin tidak menentu, mereka akhirnya mendapatkan uluran tangan. "Ya mungkin sempat bekerja serabutan buat bertahan hidup. Akhirnya karena nasibnya enggak jelas juga, ditampung di dinas sosial di Sorong dan dipindahkan ke sebuah yayasan," jelas Dewi. Penampungan ini setidaknya memberikan mereka tempat berteduh dan jaminan makan, meski rasa rindu akan rumah tak pernah pudar.
Peran Pemerintah dalam Penyelamatan dan Pembinaan Masa Depan
Berkat informasi dan koordinasi lintas wilayah, Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat akhirnya berhasil mengidentifikasi dan memfasilitasi pemulangan keluarga Ade Halidan. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi warganya dari praktik penipuan yang merugikan, terutama bagi mereka yang rentan dan sedang mencari nafkah.
Kepulangan ini bukan akhir dari cerita, melainkan awal dari babak baru. Dewi Andani menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti sampai di sini. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan dinas terkait lainnya untuk memberikan pembinaan dan pelatihan yang relevan. Tujuannya adalah agar keluarga ini dapat kembali bangkit dan memperoleh pekerjaan melalui program-program yang telah disiapkan. Beberapa langkah konkret yang akan diambil antara lain:
- Pembinaan Mental dan Sosial: Membantu pemulihan psikologis setelah pengalaman traumatis.
- Pelatihan Keterampilan Kerja: Memberikan bekal keahlian baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
- Fasilitasi Penempatan Kerja: Menyalurkan keluarga Ade ke lowongan pekerjaan yang aman dan terpercaya, memastikan mereka tidak lagi menjadi korban penipuan.
Kisah keluarga Ade Halidan ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan bahaya penipuan lowongan kerja, terutama yang menawarkan janji-janji muluk dengan proses yang tidak transparan. Selalu lakukan verifikasi mendalam terhadap setiap tawaran pekerjaan, pastikan perusahaan memiliki legalitas yang jelas, dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming gaji fantastis yang tidak masuk akal. Kewaspadaan adalah kunci untuk melindungi diri dan keluarga dari jeratan sindikat penipuan.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar