Relokasi SD Pambudi Dharma Selamatkan Anak dari Ancaman TPST
Sorajabar.com - Kabar gembira datang untuk dunia Pendidikan di Kota Cimahi. Pemerintah Kota Cimahi akhirnya mengambil langkah tegas untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan belajar siswa SD Negeri Pambudi Dharma. Sekolah yang berlokasi di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara ini, selama bertahun-tahun aktivitasnya terganggu parah akibat operasional Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong yang berdekatan.
Siswa dan guru di SD Pambudi Dharma tak henti-hentinya mengeluhkan kondisi lingkungan belajar yang jauh dari ideal. Bau tak sedap yang menyengat dari TPST Sentiong menjadi pemandangan dan 'aroma' sehari-hari, bahkan getaran akibat mesin pengolah sampah seringkali terasa hingga menggetarkan kaca ruang kelas. Sebuah kondisi yang tentu saja sangat mengganggu konsentrasi belajar dan kesehatan mental anak-anak.
Mengapa Pemindahan Ini Menjadi Keharusan Mendesak?
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, menegaskan bahwa pemindahan ini adalah upaya krusial untuk menjamin keselamatan dan kualitas pendidikan peserta didik. Keluhan dari orang tua, siswa, dan warga sekitar sudah menjadi catatan panjang bagi Pemkot Cimahi. Masalah bau tak sedap dan getaran adalah inti dari keluhan yang berulang kali disampaikan.
- Gangguan Lingkungan: Bau sampah yang menyengat dan getaran mesin pengolah sampah menciptakan lingkungan belajar yang tidak kondusif.
- Kesehatan dan Kenyamanan: Lingkungan yang tercemar bau tidak hanya mengganggu konsentrasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan jangka panjang siswa dan guru.
- Kualitas Pendidikan: Dengan kondisi seperti itu, fokus siswa dalam menerima pelajaran sangat terganggu, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas pendidikan yang mereka terima.
Pemindahan ini bukan sekadar relokasi fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam masa depan anak-anak Cimahi. Memastikan mereka mendapatkan hak untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat adalah prioritas utama.
Langkah Konkret Pemkot Cimahi Menuju Lingkungan Belajar Ideal
Rencana pemindahan SD Negeri Pambudi Dharma menunjukkan keseriusan Pemkot Cimahi dalam menanggapi masalah ini. Nana Suyatna menjelaskan bahwa sekolah baru akan dibangun di daerah Cipageran, yang lokasinya dekat dengan ecowisata Cimenteng. Sebuah lokasi yang diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang lebih segar dan inspiratif.
Proses pemindahan ini telah dimulai dengan tahap pembuatan Detail Engineering Design (DED) bangunan sekolah baru. Anggaran sebesar Rp3,4 miliar telah dialokasikan untuk DED ini di tahun anggaran saat ini. Setelah DED rampung dan matang, barulah pembangunan fisik sekolah akan dilaksanakan, yang rencananya akan dimulai pada bulan Juli 2026 mendatang. "Anggaran buat DED tahun ini Rp3,4 miliar, baru fisiknya nanti di bulan Juli. Jadi kita matangkan dulu lahannya, kebutuhan struktur bangunan, dan teknis lainnya. Fisiknya itu tentu mengacu ke DED," terang Nana.
Meskipun rencana pemindahan ini mendapatkan beragam reaksi dari orang tua dan siswa, terutama terkait jarak ke lokasi sekolah baru, Pemkot Cimahi terus melakukan pendekatan persuasif. Nana Suyatna menekankan bahwa tujuan utama dari pemindahan ini adalah demi keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar. Sebuah komitmen yang patut diapresiasi untuk memastikan setiap anak di Cimahi mendapatkan kesempatan terbaik dalam pendidikan mereka.
Diharapkan, dengan sekolah baru nanti, para siswa SD Negeri Pambudi Dharma dapat belajar dengan lebih tenang, nyaman, dan bersemangat, tanpa lagi terganggu oleh bau tak sedap atau getaran dari TPST. Ini adalah langkah maju bagi pendidikan di Cimahi.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar