Messi Hattrick! Argentina Patahkan Kutukan Juara Dunia di 2026

Sorajabar.com - Timnas Argentina, sang juara bertahan Piala Dunia, mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan gemilang! Kemenangan telak 3-0 atas Aljazair di Stadion Kansas City pada Rabu (17/6/2026) pagi WIB bukan sekadar tiga poin perdana. Lebih dari itu, hasil ini sukses mematahkan 'kutukan' yang selama ini menghantui setiap juara dunia pada laga pembuka turnamen berikutnya.

Sang kapten legendaris, Lionel Messi, kembali menunjukkan magisnya dengan mencetak hattrick sensasional. Penampilan brilian La Pulga ini menjadi sinyal kuat bahwa Albiceleste siap mempertahankan gelar. Momen ini tentu jauh lebih meyakinkan dibandingkan start mereka empat tahun lalu di Qatar, di mana Argentina secara mengejutkan takluk dari Arab Saudi di laga perdana.

Memutus Rantai Kutukan Juara Bertahan

Kemenangan Argentina ini memiliki bobot historis yang signifikan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, mereka berhasil menghindari nasib buruk yang kerap menimpa sang juara bertahan. Sejarah mencatat, juara dunia seringkali terseok-seok atau bahkan kalah di pertandingan pembuka pada edisi selanjutnya.

  • Pada Piala Dunia 1982, Argentina yang datang sebagai juara bertahan harus mengakui keunggulan Belgia di laga pembuka.
  • Delapan tahun kemudian, di Piala Dunia 1990, Albiceleste kembali menelan kekalahan pahit saat menghadapi Kamerun.

Ternyata, fenomena ini bukan hanya dialami oleh Argentina. Sejumlah juara dunia lainnya juga pernah merasakan pahitnya awal turnamen setelah menjadi kampiun:

  • Prancis (2002): Setelah juara di kandang sendiri pada 1998, Les Bleus takluk 0-1 dari tim debutan Senegal di Piala Dunia 2002. Sebuah kejutan besar kala itu.
  • Spanyol (2014): Juara 2010 ini mengalami kekalahan telak dan memalukan 1-5 dari Belanda pada pertandingan pertama fase grup Piala Dunia 2014.
  • Jerman (2018): Setelah mengangkat trofi pada 2014, Die Mannschaft memulai langkah yang buruk di Piala Dunia 2018 dengan kalah 0-1 dari Meksiko.
  • Italia (2010): Sebagai juara bertahan 2006, Gli Azzurri memang tidak kalah, namun hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Paraguay sebelum akhirnya tersingkir tragis di fase grup.

Dari semua contoh di atas, hanya Prancis di Piala Dunia 2022 yang mampu mengawali turnamen dengan baik sebagai juara bertahan, kala itu mereka menang 4-1 atas Australia. Namun, secara keseluruhan, tren negatif ini sangat kental.

Modal Positif untuk Pertahankan Gelar

Meski berhasil mematahkan tren negatif di pertandingan pertama, Timnas Argentina menyadari bahwa tantangan besar masih membentang di depan untuk mempertahankan gelar prestisius ini. Catatan sejarah menunjukkan bahwa empat dari enam juara dunia terakhir gagal melangkah jauh pada edisi berikutnya, bahkan beberapa di antaranya tersingkir sejak fase grup.

Namun, kemenangan meyakinkan atas Aljazair ini memberikan modal yang sangat positif. Selain tampil dominan sepanjang pertandingan, tim asuhan Lionel Scaloni juga menunjukkan ketajaman lini depan yang diwakili oleh hattrick Messi, serta soliditas permainan tim yang menjadi kekuatan utama mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Awal yang menjanjikan ini tidak hanya membuat Argentina berhasil menghapus 'kutukan' laga perdana juara bertahan, tetapi juga membangkitkan harapan besar bagi para penggemar untuk melihat Albiceleste kembali melangkah jauh, bahkan mungkin mengangkat trofi Piala Dunia 2026 di akhir turnamen. Perjalanan masih panjang, tetapi langkah pertama ini sudah sempurna.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Messi Hattrick! Argentina Patahkan Kutukan Juara Dunia di 2026
  • Messi Hattrick! Argentina Patahkan Kutukan Juara Dunia di 2026
  • Messi Hattrick! Argentina Patahkan Kutukan Juara Dunia di 2026
  • Messi Hattrick! Argentina Patahkan Kutukan Juara Dunia di 2026
  • Messi Hattrick! Argentina Patahkan Kutukan Juara Dunia di 2026
  • Messi Hattrick! Argentina Patahkan Kutukan Juara Dunia di 2026

Posting Komentar