Mengejutkan Penyamaran Taufik Hidayat Saat Buru Dedi Mulyadi
Sorajabar.com - Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan sadis yang melibatkan Taufik Hidayat (30) terhadap YTR (29). Sebelum akhirnya berhasil diciduk oleh jajaran Polda Jawa Barat di wilayah Majalaya, Taufik ternyata melakukan aksi yang tak terduga: ia berupaya menemui Gubernur Jawa Barat kala itu, Dedi Mulyadi, di rumah dinasnya, Gedung Pakuan, bahkan hingga kediaman pribadinya.
Aksi Nekat di Dini Hari
Kisah ini dibongkar langsung oleh Dedi Mulyadi usai menjenguk korban YTR di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dedi menceritakan bahwa Taufik muncul di Gedung Pakuan pada dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB, tepat sebelum keberadaannya terendus polisi. Saat itu, Taufik sudah berstatus sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jabar. Namun, ia tak gentar dan justru mendatangi pos jaga dengan penampilan menyamarkan diri. "Dia ngomong pakai helm, pakai masker, saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu," ujar Dedi, mengutip perkataan Taufik.
Dedi Mulyadi memastikan bahwa informasi ini bukanlah cerita kosong. Kehadiran Taufik terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area Gedung Pakuan. Rekaman tersebut menunjukkan upaya Taufik untuk melobi petugas jaga agar bisa bertemu langsung dengan Gubernur. Sebuah keberanian yang luar biasa mengingat statusnya sebagai buronan dan risiko tinggi yang dihadapinya saat itu.
Dari Gedung Pakuan ke Lembur Pakuan
Tidak hanya menyatroni Gedung Pakuan, nyali Taufik ternyata lebih besar dari yang dibayangkan. Ia juga sempat berupaya mendatangi kediaman pribadi Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Namun, langkahnya terhenti di tengah jalan. Orang yang mengantar Taufik dilanda ketakutan hebat saat menyadari situasi dan status Taufik. "Sampai di Cikawung, yang nganternya tidak berani, karena takut di jalan, dilihat orang, digebukin, jadi takut yang nganternya," imbuh Dedi. Insiden ini menunjukkan betapa gelap dan penuh tekanan situasi yang dihadapi Taufik saat masih dalam pelarian.
Bukan Minta Perlindungan, Tapi Ingin Sampaikan Pesan
Meskipun berstatus DPO dan berupaya menemui Gubernur, motif Taufik Hidayat ternyata bukan untuk meminta perlindungan hukum atau melarikan diri dari kejaran polisi. Informasi yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa pelaku justru berniat menyerahkan diri ke pihak berwajib. Namun, ada satu syarat yang ia ajukan: ia bersikeras ingin menyampaikan pesan khusus secara langsung kepada Dedi Mulyadi sebelum mendekam di balik jeruji besi. "Jadi dari bahasanya dia siap dipenjara, tapi sebelum dipenjara ada sesuatu yang ingin disampaikan," jelas Dedi. Pesan apakah itu? Hingga kini, misteri di balik niat Taufik masih menjadi pertanyaan yang belum terungkap sepenuhnya.
Komitmen Pemprov Jabar untuk Korban
Di tengah hiruk-pikuk pencarian Taufik Hidayat dan terkuaknya aksi nekatnya, Dedi Mulyadi juga tak lepas memantau kondisi kesehatan YTR, korban penganiayaan, yang kini tengah berjuang untuk pulih di RSHS Bandung. Meskipun hadir di rumah sakit, Dedi memilih untuk tidak masuk langsung ke ruang perawatan. Keputusan ini diambil demi menjaga stabilitas psikis korban dan sterilisasi proses medis yang sedang berjalan. "Saya bertemu dengan direktur dan para dokter yang menangani, hampir 40 yang menangani. Intinya adalah menanyakan perkembangan, karena kalau melihat pasiennya tidak mau, pertama takut saya membawa kuman, nanti malah merepotkan pasien," ujarnya, menunjukkan perhatiannya pada kondisi korban.
Dedi memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan tinggal diam melihat penderitaan YTR. Seluruh biaya pengobatan hingga prosedur operasi rekonstruksi yang mungkin diperlukan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Jabar. Komitmen ini akan terus berlangsung hingga YTR benar-benar pulih total dan bisa kembali menjalani kehidupannya dengan normal. "Paling utama adalah melihat perkembangan dan rencana ke depan, dari sisi medis dan insyaallah tadi sudah disampaikan, Pemprov Jabar akan mendampingi sampai sembuh," tegasnya, memberikan jaminan penuh atas dukungan pemerintah daerah.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar