Jawa Barat Mengudara! Kertajati Pimpin Lonjakan Internasional 711 Persen
Sorajabar.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis data mengejutkan terkait sektor Penerbangan di provinsi ini pada April 2026. Data tersebut menunjukkan adanya tren yang sangat kontras dan menarik perhatian. Di satu sisi, penerbangan internasional mengalami lonjakan yang fantastis, memecahkan rekor pertumbuhan. Di sisi lain, angka penumpang domestik justru anjlok drastis. Fenomena unik ini didominasi oleh peran strategis Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, terutama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Kertajati Menggebrak: Lonjakan Fantastis Penerbangan Internasional
Penerbangan internasional dari Jawa Barat menunjukkan performa yang luar biasa pada April 2026. BPS Jawa Barat mencatat bahwa jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara komersial internasional mencapai 6.511 orang. Angka ini bukanlah peningkatan biasa, melainkan lonjakan yang sangat masif, yaitu sebesar 711,85 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Maret 2026 (month-on-month/MoM). Ini adalah pertumbuhan yang mencengangkan dan menunjukkan daya tarik serta kapasitas Bandara Kertajati sebagai gerbang internasional.
Tidak hanya itu, jika kita membandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni April 2025, pertumbuhan tahunan (year-on-year/YoY) penerbangan internasional tercatat sebesar 555,03 persen. Peningkatan signifikan ini secara dominan dipicu oleh dimulainya fase pemberangkatan jemaah haji asal Jawa Barat melalui Bandara Internasional Kertajati. Saat ini, rute reguler internasional dari Kertajati masih melayani tujuan Singapura, namun lonjakan haji telah mengubah lanskap penerbangan internasional secara drastis.
Penerbangan Domestik di Jabar: Mengapa Terjadi Penurunan Tajam?
Berbanding terbalik dengan gemilangnya penerbangan internasional, sektor penerbangan domestik di Jawa Barat justru mengalami kelesuan yang cukup parah. BPS mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik pada April 2026 mengalami penurunan drastis sebesar 75,35 persen dibandingkan dengan Maret 2026. Jumlah penumpang yang berangkat hanya sebanyak 335 orang, jauh menurun dari 1.359 orang pada bulan sebelumnya.
Penurunan yang signifikan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, salah satunya adalah penutupan sementara rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung menuju Yogyakarta dan Semarang. Bandara Husein Sastranegara, yang sebelumnya menjadi salah satu simpul penting penerbangan domestik, hanya memberangkatkan 58 orang penumpang pada April 2026, yang merepresentasikan penurunan sebesar 94,26 persen.
Secara tahunan, performa penerbangan domestik juga sangat lesu. Perkembangan jumlah penumpang angkutan udara domestik secara year on year turun sebesar 93,84 persen, dari 5,43 ribu orang pada April 2025 menjadi hanya 335 orang pada April 2026. Ini mengindikasikan bahwa masalah pada rute domestik bukan hanya bersifat sementara, melainkan telah berlangsung cukup lama dan membutuhkan perhatian serius.
Potret Lima Bandara Domestik Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat memiliki lima bandara yang melayani penerbangan domestik, yaitu Bandara Husein Sastranegara (Kota Bandung), Bandara Kertajati (Kabupaten Majalengka), Bandara Nusawiru (Kabupaten Pangandaran), Bandara Cakrabhuwana Penggung (Kota Cirebon), dan Bandara Wiriadinata (Kota Tasikmalaya).
- Bandara Nusawiru: Pada April 2026, Nusawiru menjadi bandara dengan jumlah penumpang domestik terbanyak, yakni 253 orang. Meskipun demikian, angka ini juga mengalami penurunan sebesar 19,94 persen dibandingkan Maret 2026 (316 orang).
- Bandara Husein Sastranegara: Seperti yang disebutkan, hanya 58 penumpang yang berangkat dari bandara ini karena penutupan rute.
- Bandara Wiriadinata: Tercatat 17 orang yang berangkat dari Tasikmalaya.
- Bandara Kertajati: Untuk penerbangan domestik, Bandara Kertajati hanya memberangkatkan 7 orang penumpang. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan kontribusinya pada penerbangan internasional.
- Bandara Cakrabhuwana Penggung: Pada April 2026, Bandara Cakrabhuwana Penggung di Kota Cirebon tidak mencatatkan adanya penumpang yang berangkat.
Prospek Penerbangan Jabar di Tengah Dinamika Global
Data BPS Jawa Barat ini memberikan gambaran jelas tentang dinamika sektor penerbangan di Jawa Barat. Bandara Kertajati semakin menunjukkan potensinya sebagai hub internasional, terutama dengan kesuksesannya dalam melayani penerbangan haji. Ini adalah kabar baik bagi perekonomian Jawa Barat dan citra provinsi sebagai gerbang menuju dunia.
Namun, penurunan tajam pada penerbangan domestik perlu menjadi perhatian serius. Revitalisasi rute-rute yang ditutup atau pembukaan rute baru dari bandara lain bisa menjadi strategi untuk kembali menggairahkan sektor ini. Sinergi antara pemerintah daerah, maskapai, dan pengelola bandara sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa sektor penerbangan domestik dapat bangkit kembali dan menopang konektivitas antarwilayah di Jawa Barat.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar