Janji Pemkot Tak Kunjung Terwujud, PKL Tasikmalaya Menjerit!

Sorajabar.com - Nasib pedagang kaki lima (PKL) di kawasan eks Kompleks Pemda Lama, Taman Kota Tasikmalaya, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah direlokasi dari lokasi strategis di depan Masjid Agung beberapa bulan lalu, para PKL kini harus menghadapi kenyataan pahit: omzet anjlok drastis dan janji penataan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya tak kunjung terealisasi. Sebuah dilema klasik antara kepentingan Penataan Kota dan keberlangsungan hidup ekonomi rakyat kecil.

Jeritan Hati PKL: Omzet Anjlok, Janji Menguap

Salah satu pedagang mi ayam, Herman Hidayat (56), tak bisa menutupi kekecewaannya. Ia menceritakan bagaimana harapan besar muncul saat pertama kali dipindahkan ke area sekitar Jalan Pemuda/Pemda Lama. Pemerintah Kota Tasikmalaya, melalui Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, menjanjikan kawasan baru ini akan dipercantik dengan berbagai fasilitas penunjang. "Waktu direlokasi ke Pemda Lama, janji Pak Wali Kota akan dipercantik. Katanya mau dibangun gapura, ditambah lampu penerangan, sampai air mancur dihidupkan lagi. Tapi sampai sekarang mana? Belum ada realisasinya," keluh Herman belum lama ini.

Dampak dari kondisi ini sangat terasa di kantong para pedagang. Herman, yang dulunya bisa menghabiskan 10 kilogram mi dengan omzet fantastis mencapai Rp800 ribu per hari saat berjualan di trotoar depan Masjid Agung, kini harus merana. "Setelah pindah ke depan Taman Kota malah menyusut, sehari cuma dapat Rp100 ribu. Bahkan pernah seharian cuma laku tiga mangkuk, cuma bawa uang Rp30 ribu ke rumah," ungkapnya pilu. Penurunan omzet yang mencapai lebih dari 80% ini tentu saja sangat memukul kehidupan mereka.

Mengejar Realisasi Janji di Tengah Ketidakpastian

Para pedagang sangat berharap penataan kawasan kuliner ini segera terealisasi. Mereka yakin, dengan fasilitas yang memadai dan suasana yang menarik, pengunjung akan kembali ramai, dan roda perekonomian mereka bisa berputar lagi. Kekecewaan ini bukan tanpa alasan, mengingat sudah lima bulan berlalu sejak relokasi, namun tanda-tanda pembangunan yang dijanjikan masih nihil. Ketidakpastian ini membuat para PKL merasa digantung dan terpinggirkan.

Tanggapan Pemkot Tasikmalaya: Proses Berjalan, Dana Pihak Ketiga Diharapkan

Menanggapi keluhan yang kian santer, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Sofian Zaenul Mutaqin, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa penataan bukan mandek, melainkan masih dalam proses administrasi. "Ada revisi data terkait PKL karena harus berdasarkan by name by address. Ini penting agar ketika SK Wali Kota keluar, tidak ada lagi susupan atau perubahan jumlah PKL," jelas Sofian. Legalitas zonasi PKL Taman Kota dan kawasan Reboan (pengajian setiap hari Rabu) saat ini masih tertahan di Bagian Hukum Setda untuk penyusunan Surat Keputusan (SK) Wali Kota.

Terkait fasilitas estetika kota seperti gapura dan air mancur yang dinanti-nanti pedagang, Sofian mengungkapkan bahwa Pemkot tidak mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni. Sebaliknya, mereka berupaya mengandalkan dana pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). "Kami sudah ajukan melalui program Corporate Social Responsibility Bank BJB. Saat ini usulannya masih diproses di Sekretariat CSR di bawah koordinasi Bapelitbangda," tambahnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada komitmen, realisasi sangat bergantung pada persetujuan pihak ketiga.

Menuju Zona Kreatif: Harapan Baru untuk PKL Tasikmalaya

Di sisi lain, Kasatpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gegabah melakukan tindakan penertiban atau pengaturan lanjutan sebelum regulasi resmi dari Wali Kota diterbitkan. "Kami nunggu regulasi resmi keluar, baru kami bertindak," ujarnya. Namun, ia juga membocorkan rencana besar Pemkot untuk menghidupkan kembali ekonomi para pedagang. Kawasan eks Pemda Lama ini nantinya akan disulap menjadi "zona kreatif" yang memadukan wisata kuliner dan seni.

Menurut Yogi, Pemkot akan menggandeng komunitas seni lokal untuk menyuguhkan hiburan berkala bagi pengunjung, menciptakan suasana yang hidup dan menarik. Konsep ini diharapkan mampu menarik kembali minat masyarakat untuk berkunjung dan bertransaksi di area tersebut. Jika penataan di kawasan ini sukses, konsep serupa akan diduplikasi ke titik PKL lain di Tasikmalaya. "Kami berupaya menyeimbangkan antara kepentingan pedagang dan penataan kota. Kawasan ini harus tetap hidup secara ekonomi, tetapi juga tertib dari sisi lalu lintas," pungkas Yogi, memberikan secercah harapan bagi para pedagang yang kini sedang berjuang. Semoga janji ini bukan sekadar angin lalu, melainkan segera menjadi kenyataan yang mampu membangkitkan kembali semangat dan mata pencarian mereka.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Janji Pemkot Tak Kunjung Terwujud, PKL Tasikmalaya Menjerit!
  • Janji Pemkot Tak Kunjung Terwujud, PKL Tasikmalaya Menjerit!
  • Janji Pemkot Tak Kunjung Terwujud, PKL Tasikmalaya Menjerit!
  • Janji Pemkot Tak Kunjung Terwujud, PKL Tasikmalaya Menjerit!
  • Janji Pemkot Tak Kunjung Terwujud, PKL Tasikmalaya Menjerit!
  • Janji Pemkot Tak Kunjung Terwujud, PKL Tasikmalaya Menjerit!

Posting Komentar