Jabar Terkini Penyekapan Sadis Hingga Pembubaran Cuanki di Bandung

Sorajabar.com - Jawa Barat tak pernah sepi dari beragam peristiwa yang menyita perhatian publik. Dari kasus-kasus Kriminalitas yang mengguncang rasa aman, drama hukum yang melibatkan pejabat, hingga kebijakan daerah yang menuai pro dan kontra. Hari ini, Senin (22/6/2026), Sorajabar.com merangkum beberapa kejadian paling mencolok yang wajib Anda ketahui. Mari kita selami lebih dalam fakta-fakta terbaru dari Bumi Pasundan.

Kisah Pilu Penyekapan Bertahun-tahun di Cileunyi dan Bantuan Hotman Paris

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung, terus menjadi sorotan. YTR diduga mengalami siksaan keji selama tiga tahun oleh terduga pelaku berinisial T (30) yang hingga kini masih buron. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendesak aparat penegak hukum untuk segera meringkus pelaku. Kondisi korban yang memprihatinkan, dengan luka fisik dan psikis serius akibat kekerasan jangka panjang, menjadi prioritas penanganan.

YTR dikabarkan menghilang dari keluarganya selama kurang lebih tiga tahun dan berpindah-pindah tempat tinggal bersama terduga pelaku tanpa ikatan pernikahan. Luka berat di kepala, wajah, kaki, gangguan penglihatan, kerusakan bibir, hingga kesulitan berjalan normal menjadi bukti nyata kekejaman yang dialaminya. Kementerian PPPA tidak hanya mendorong proses hukum, tetapi juga pemulihan komprehensif bagi korban, termasuk pendampingan hukum, medis, psikologis, serta koordinasi dengan LPSK.

Solidaritas terhadap korban pun datang dari berbagai pihak. Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea melalui tim Hotman 911 memberikan pendampingan hukum gratis kepada keluarga YTR. Adik korban, Syahrul Ulum, mengungkapkan apresiasi atas bantuan ini. Hotman Paris menekankan keseriusan kasus ini yang dinilai 'luar biasa sadis' dan mengkhawatirkan adanya potensi korban lain atau intimidasi dari pelaku yang masih bebas. Tim Hotman 911 datang untuk memberikan rasa aman dan mencegah intimidasi, serta mendalami kemungkinan korban lain dari wilayah seperti Garut. Mereka berharap polisi segera menangkap pelaku dan mendorong korban lain untuk berani melapor.

Aksi Kriminalitas Jalanan Menghantui Ojek Online di Gedebage

Kabar mengenai aksi begal kembali mencuat di Kota Bandung. Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban penusukan oleh dua orang tak dikenal (OTK) di Jalan Gedebage Selatan, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Korban menderita luka tusuk di tangan kanan dan kehilangan telepon genggam serta kunci motornya.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa polisi sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas serta memburu para pelaku. Korban kini telah mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi para pekerja malam yang rentan menjadi target kejahatan.

Drama Hukum Wakil Bupati Indramayu Tersangka Korupsi

Dunia pemerintahan Jawa Barat juga diwarnai dengan drama hukum. Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, kembali menjalani pemeriksaan di Kejati Jawa Barat. Pemeriksaan ini dilakukan setelah Syaefudin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi DPRD Indramayu. Kasipenkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, menjelaskan bahwa ini adalah panggilan pemeriksaan pertama Syaefudin sebagai tersangka, setelah sebelumnya sempat mangkir.

Syaefudin menjadi tersangka saat menjabat sebagai Ketua DPRD Indramayu periode 2019-2024. Kerugian negara dalam perkara ini ditaksir mencapai angka fantastis, Rp 18 miliar. Selain Syaefudin, Kejati Jabar juga menetapkan dua tersangka lain, yaitu IM dan AF, yang saat itu menjabat sebagai Plt Sekretaris dan Sekretaris DPRD Kabupaten Indramayu. Kasus ini menunjukkan komitmen penegakan hukum dalam memberantas korupsi di lingkungan pemerintahan.

Wajah Baru Kota Bandung: Larangan Pedagang Cuanki di Pusdai

Dari Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan melontarkan wacana kontroversial terkait pembatasan tempat nongkrong. Salah satu yang paling menonjol adalah rencana pembubaran pedagang cuanki di depan Masjid Pusdai. Farhan menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengembalikan marwah area tersebut sebagai tempat ibadah, dan keputusannya sudah bulat.

Meski berpotensi menimbulkan polemik, Farhan tak gentar. Ia bahkan menyatakan tidak akan ada lagi pedagang cuanki di depan Pusdai setelah pukul 12 malam. Namun, ia juga memberikan solusi, di mana pedagang cuanki masih diperbolehkan berjualan di area lain seperti sekitar kantor RRI. Selain itu, area seputaran Masjid Agung juga akan dipastikan bersih dari pedagang kaki lima, sebagai bagian dari upaya penataan kota yang lebih teratur dan estetis.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Jabar Terkini Penyekapan Sadis Hingga Pembubaran Cuanki di Bandung
  • Jabar Terkini Penyekapan Sadis Hingga Pembubaran Cuanki di Bandung
  • Jabar Terkini Penyekapan Sadis Hingga Pembubaran Cuanki di Bandung
  • Jabar Terkini Penyekapan Sadis Hingga Pembubaran Cuanki di Bandung
  • Jabar Terkini Penyekapan Sadis Hingga Pembubaran Cuanki di Bandung
  • Jabar Terkini Penyekapan Sadis Hingga Pembubaran Cuanki di Bandung

Posting Komentar