Gunungan Sampah Bandung Membara Jabar Tolak Status Darurat!
Sorajabar.com - Kota Bandung kini menghadapi momok mengerikan: tumpukan sampah ribuan ton yang tak terangkut, menciptakan pemandangan pilu dan ancaman serius bagi Lingkungan serta kesehatan warganya. Krisis pengelolaan limbah ini memicu kekhawatiran mendalam, terutama saat usulan penetapan status darurat sampah dari Pemerintah Kota Bandung justru ditolak oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penolakan status darurat ini bukan tanpa alasan. Pemprov Jabar memilih pendekatan yang berbeda, yakni dengan memberikan bantuan alat pengolah sampah di setiap kelurahan. Harapannya, solusi ini bisa menjadi jawaban untuk menekan volume timbulan sampah, khususnya yang berasal dari rumah tangga. Namun, benarkah strategi ini cukup untuk mengatasi skala masalah yang sudah sedemikian besar?
Sorotan Tajam dari DPRD: Masalah Sampah Tanggung Jawab Bersama
Keputusan Pemprov Jabar ini sontak menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana. Menurut Andri, persoalan sampah di Kota Bandung bukanlah semata-mata tanggung jawab pemerintah kota. Ia menegaskan bahwa ini sudah menjadi ranah dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara menyeluruh.
"Persoalan sampah di Kota Bandung tidak bisa dilihat hanya sebagai masalah pemerintah kota. Ini sudah menjadi ranah dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena menyangkut kebijakan regional terkait TPA Sarimukti dan keterlambatan Legok Nangka," tegas Andri pada Selasa (9/6/2026) yang lalu, menyoroti keterkaitan masalah ini dengan kebijakan provinsi.
Andri mencontohkan kondisi di TPS Pasar Ciwastra yang sudah mencapai titik darurat. Menurutnya, fenomena serupa bisa terjadi di banyak titik lain jika tidak segera dicarikan solusi komprehensif oleh Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar. Tumpukan sampah yang menggunung bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga memicu masalah kesehatan dan lingkungan yang lebih parah.
Tiga Desakan Penting untuk Pemprov Jabar
Melihat urgensi masalah ini, Andri Rusmana mendesak Pemprov Jabar untuk segera mengambil langkah-langkah strategis yang lebih konkret. Ada tiga poin utama yang menjadi sorotan dan desakan dari DPRD Kota Bandung:
- Tidak Membatasi Kuota Sarimukti Secara Kaku: Andri mendesak agar Pemprov Jabar tidak memberlakukan pembatasan atau penjatahan sampah ke TPA Sarimukti secara kaku. Pembatasan ini, katanya, berdampak langsung pada masyarakat kota atau kabupaten karena memicu penumpukan di TPS-TPS lingkungan. Produksi sampah harian yang tetap tinggi tidak sebanding dengan ritase pembuangan yang dibatasi, sehingga sampah tak terhindarkan menumpuk di mana-mana.
- Percepat Realisasi TPPAS Legok Nangka: Proyek strategis ini dinilai krusial untuk jangka panjang. "Percepat realisasi TPPAS Legok Nangka. Jangan sampai proyek strategis ini terus molor sementara kota atau kabupaten di Bandung Raya setiap hari menghadapi ancaman darurat sampah," tegasnya. Keterlambatan proyek ini jelas memperparah situasi krisis yang sedang berlangsung.
- Terapkan Landfill Mining di TPA Sarimukti: Untuk memperpanjang usia TPA Sarimukti, Andri mengusulkan penerapan sistem landfill mining. Opsi ini dianggap sebagai pilihan realistis untuk menangani sampah di kawasan Bandung Raya, memaksimalkan kapasitas TPA yang sudah ada dan mengurangi beban penumpukan.
Andri menekankan bahwa Pemprov Jabar dan khususnya Gubernur Jawa Barat (KDM, kemungkinan merujuk pada Penjabat Gubernur atau tokoh terkait) perlu melihat persoalan ini secara utuh. "Masalah sampah di Bandung bukan semata karena pengelolaan di kota atau kabupaten, tetapi juga karena adanya pembatasan pembuangan ke Sarimukti yang membuat sampah tertahan di TPS-TPS lingkungan," pungkasnya. Ini menunjukkan bahwa solusi parsial tidak akan cukup; diperlukan sinergi dan kebijakan regional yang terintegrasi.
Tanpa langkah strategis yang cepat dan terkoordinasi antara pemerintah kota dan provinsi, Bandung Raya terancam terus bergulat dengan gunung sampah yang tak berkesudahan, menimbulkan dampak buruk yang luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar