Cirebon Bersiap Sambut Tembok Laut Raksasa Atasi Rob Menahun
Sorajabar.com - Selama hampir satu dekade, warga Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, hidup berdampingan dengan ancaman Banjir Rob yang tak kunjung usai. Gelombang air laut yang rutin menerjang bukan hanya merendam permukiman, tetapi juga menggerus pondasi ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor tambak. Namun, kini secercah harapan besar muncul dari rencana ambisius pemerintah pusat: pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa, termasuk wilayah pesisir Cirebon yang selama ini menjadi salah satu titik paling parah terdampak.
Bertahun-tahun Melawan Rob: Kisah Warga Desa Ambulu
Bagi masyarakat Desa Ambulu, banjir rob bukan sekadar genangan air biasa. Ini adalah bencana berulang yang telah merenggut banyak hal. Selama sembilan tahun terakhir, setiap kali air laut pasang, rumah-rumah mereka terendam, akses terputus, dan yang paling memilukan, tambak-tambak yang menjadi sumber penghidupan utama rusak parah. Banyak keluarga kehilangan mata pencarian, terpaksa berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterpurukan ekonomi.
Kondisi tambak yang tidak lagi produktif telah menciptakan gelombang kesulitan. Sanuri, salah seorang warga Desa Ambulu, mengungkapkan keprihatinannya, “Setiap hari masyarakat tidak punya penghasilan karena tambaknya hancur semua. Kalau tidak ada penanganan, masyarakat bisa semakin terpuruk.” Pernyataan ini mencerminkan betapa mendesaknya kebutuhan akan solusi permanen.
Harapan Baru dari Giant Sea Wall di Pantura Jawa
Pemerintah Kabupaten Cirebon, melalui Bupati Imron, mengonfirmasi adanya rencana pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Giant Sea Wall ini. Koordinasi intensif telah dilakukan antara Pemkab Cirebon dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) untuk menangani krisis rob di wilayah pesisir utara.
“Betul, belum lama ini ada pertemuan dengan BOPPJ dan ada rencana pembangunan Giant Sea Wall itu. Tapi sekarang baru tahap pemetaan. Doakan saja semoga Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bisa terwujud,” ujar Bupati Imron. Proyek raksasa ini diharapkan akan menjadi benteng kokoh yang melindungi kawasan pesisir dari kenaikan muka air laut dan dampak banjir rob di masa mendatang.
Langkah Konkret dan Pemetaan Masalah di Lapangan
Sebelum rencana pembangunan Giant Sea Wall ini terealisasi, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, bersama jajaran perangkat daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, telah meninjau langsung Desa Ambulu. Pemetaan titik-titik rawan rob dilakukan untuk mengidentifikasi persoalan mendasar.
- Tanggul Penahan: Di wilayah timur desa, tanggul penahan sepanjang 1,4 kilometer sudah dibangun, namun masih terdapat titik-titik kebocoran yang memerlukan perbaikan segera.
- Pintu Air: Di bagian barat desa, beberapa pintu air perlu ditutup saat air laut pasang untuk mencegah masuknya rob.
- Elevasi Tanah Rendah: Penataan juga direncanakan di area bekas jembatan dan sejumlah titik dengan elevasi tanah rendah yang selama ini menjadi jalur masuk air laut.
“Untuk jangka panjangnya, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Kuwu Ambulu dan dinas terkait untuk mengonsultasikan ke pemerintah pusat dalam hal ini BOPPJ,” tambah Agus Kurniawan Budiman, menunjukkan komitmen Pemkab Cirebon dalam mencari solusi komprehensif.
Suara Warga: Menanti Sentuhan Nyata Pemerintah
Masyarakat Desa Ambulu tidak menginginkan kunjungan atau pemetaan semata. Mereka menantikan langkah konkret dan perhatian serius dari pemerintah. Kepala Desa Ambulu, Sunaji, dengan tegas menyampaikan aspirasi warganya, “Warga hanya butuh perhatian dan sentuhan dari pemerintah bahwa mereka hadir untuk masyarakat Desa Ambulu.”
Rencana pembangunan Giant Sea Wall ini menjadi tumpuan harapan besar bagi warga. Di tengah kekhawatiran akan rob yang semakin sering dan durasi yang lebih lama, proyek ini dipandang sebagai solusi jangka panjang yang esensial. Bukan hanya untuk melindungi daratan, tetapi juga untuk mengembalikan kehidupan ekonomi masyarakat yang selama bertahun-tahun terpuruk akibat bencana alam ini. Warga berharap, kunjungan dan janji-janji yang diberikan dapat segera terwujud menjadi perlindungan permanen.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar