Alhamdulillah! Korban Penganiayaan YTR Bersuara Usai Pelaku Ditangkap
Sorajabar.com - Jawa Barat tak pernah sepi dari cerita. Dari drama hukum yang mengguncang hati, kabar transfer panas di dunia sepak bola, hingga insiden tak terduga yang menguji ketahanan infrastruktur. Kamis (25/6/2026) ini, perhatian tertuju pada berbagai peristiwa krusial yang mewarnai Bumi Pasundan. Mari kita selami rangkuman Berita utama yang tak boleh Anda lewatkan.
"Alhamdulillah!" Terucap dari YTR, Suara Korban Usai Pelaku Penyekapan Ditangkap
Kisah pilu penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun yang dialami YTR (29) oleh kekasihnya, Taufik Hidayat (30), akhirnya menemui titik terang. Setelah penangkapan pelaku oleh Polda Jabar, YTR yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menyampaikan rasa syukurnya. Dalam video yang dibagikan bibinya, Erni Heryadi, terlihat YTR berbaring lemas namun dengan ekspresi lega.
"Alhamdulillah senang sekali, terima kasih Pak Kapolda sudah bantu saya, saya senang lagi, saya lebih tenang karena sudah ditangkap," ujar YTR penuh haru. Harapannya pun jelas: "Saya ingin dia dihukum seberat mungkin, biar dia rasakan apa yang saya rasain." Dukungan juga datang dari ayahanda YTR yang menuntut keadilan maksimal, berharap Taufik dihukum seumur hidup karena dampak cacat permanen yang diderita putrinya.
Kasus ini juga mendapat perhatian serius dari ranah legislatif. Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengusulkan sanksi maksimal berupa hukuman kebiri bagi Taufik Hidayat. Usulan ini dilontarkan mengingat riwayat kekerasan pelaku yang diduga juga pernah menimpa mantan istrinya. "Hukuman kebiri tidak saja sebagai bentuk penghukuman, tetapi juga upaya melindungi masyarakat, khususnya kaum perempuan, dari potensi ancaman pelaku di masa mendatang," tegas Abdullah. Ia juga mendorong kepolisian untuk membuka posko pengaduan, mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum berani bersuara.
Bintang Bosnia-Herzegovina Masuk Radar Persib Bandung! Siapa Ajdan Mujagic?
Rumor transfer pemain selalu menjadi bumbu penyedap bagi para Bobotoh. Jelang musim 2026/2027, nama baru kembali mencuat ke permukaan, yaitu penyerang asal Bosnia dan Herzegovina, Ajdan Mujagic. Setelah sebelumnya Jese Rodriguez dan Mike van der Hoorn, kini Mujagic disebut-sebut sebagai calon amunisi anyar Maung Bandung.
Kebutuhan akan kedalaman skuad memang menjadi prioritas Persib, mengingat tim akan berlaga di empat kompetisi sekaligus: Super League, Piala Presiden, AFC Champions League Two, dan ASEAN Club Championship. Ajdan Mujagic, penyerang berusia 28 tahun dari Johor Darul Ta'zim (JDT), Malaysia, memiliki profil yang menjanjikan. Dengan tinggi 1,89 meter, ia ideal sebagai target man. Kariernya di Eropa bersama klub-klub Bosnia, Swiss, dan Kroasia, serta performa gemilangnya di Asia Tenggara (18 gol dari 22 laga bersama Sabah FC dan 7 gol dari 11 penampilan bersama JDT), menunjukkan kualitasnya yang tidak diragukan. Dengan taksiran nilai pasar Rp6,9 miliar dan kontrak yang berakhir 31 Mei 2026, status Mujagic patut terus dipantau dalam bursa transfer panas ini.
Tragedi Dini Hari di Kota Bandung: Satu Pengendara Motor Tewas
Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan PH Hasan Mustofa, Kota Bandung, pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Insiden tragis ini melibatkan sepeda motor Honda Beat yang dikendarai FRP (28) dan minibus Avanza. Akibat tabrakan maut di depan Kantor PLN Bandung Timur ini, FRP dinyatakan meninggal dunia dan telah dilarikan ke RSHS Bandung.
Menurut Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, kronologi kejadian menunjukkan bahwa pengendara motor melaju dari barat ke timur dan menabrak minibus yang berbelok ke arah utara dari arah timur ke barat. Dugaan awal, penyebab kecelakaan adalah ketidak konsentrasian pengendara sepeda motor. Lebih lanjut, terungkap bahwa sepeda motor korban tidak standar: tanpa lampu depan, knalpot brong, dan mesin sudah direstorasi. Fakta ini menjadi pengingat penting akan bahaya modifikasi kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan.
Atap SDN Cicinde Roboh Saat Perpisahan, Untung Tak Ada Korban Jiwa
Momen bahagia acara perpisahan di SDN Cicinde Utara II, Karawang, nyaris berubah menjadi petaka. Atap salah satu ruang kelas tiba-tiba ambruk pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Beruntung, saat kejadian, seluruh siswa, guru, dan tamu undangan berada di aula, sehingga ruang kelas yang roboh dalam kondisi kosong. Kepala SDN Cicinde Utara II, Heri, menjelaskan bahwa ruangan tersebut memang sudah lama dikosongkan karena kondisi bangunan yang lapuk dan mengkhawatirkan.
Suara dentuman keras sempat memicu kepanikan, bahkan dikira petasan. Heri mengungkapkan bahwa kondisi bangunan yang memprihatinkan ini sudah dilaporkan ke instansi terkait sejak tahun 2019, namun belum ada tindak lanjut perbaikan. Insiden ini sekali lagi menyoroti urgensi rehabilitasi bangunan sekolah tua demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa. Pihak sekolah berharap pemerintah segera bertindak cepat untuk perbaikan fasilitas Pendidikan.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar