3000 Calon Siswa Berebut 1 Kursi SMAN 4 Bandung Ini Faktanya
Sorajabar.com - Mimpi untuk mengenyam Pendidikan di sekolah favorit selalu menjadi dambaan banyak pelajar. Namun, bagaimana jika mimpi itu harus berhadapan dengan kenyataan persaingan yang super ketat, di mana ribuan calon siswa harus berebut hanya untuk satu kursi? Fenomena inilah yang terjadi di SMAN 4 Bandung, salah satu sekolah menengah atas terkemuka di Kota Kembang, pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026.
Kabar mengejutkan datang dari SPMB tahap pertama. Setelah sebagian besar kuota telah terisi melalui jalur Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), SMAN 4 Bandung hanya menyisakan satu kursi saja untuk jalur prestasi rapor. Angka satu ini, meski kecil, justru memicu lonjakan minat pendaftar yang luar biasa. Tercatat, sekitar 3.000 pendaftar membanjiri sekolah tersebut, siap bersaing sengit memperebutkan satu-satunya kesempatan yang tersisa.
Persaingan Membara di Tahap Pertama
Tingginya animo ini menunjukkan betapa SMAN 4 Bandung masih menjadi magnet kuat bagi para pelajar berprestasi. Kepala SMAN 4 Bandung, Tuti Kurniawati, tidak menampik fakta ini. Beliau mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar yang mencapai angka ribuan tersebut memaksa tim sekolah bekerja ekstra keras, siang dan malam, untuk melakukan proses verifikasi setiap berkas calon murid.
- Jumlah Pendaftar: Sekitar 3.000 orang
- Kuota Tersedia: Hanya 1 kursi untuk jalur prestasi rapor
- Proses: Verifikasi ketat terhadap ribuan berkas
“Ada 3.000 pendaftar,” kata Tuti saat dihubungi. Ia menegaskan, meskipun kuota yang tersedia sangat terbatas, proses verifikasi harus tetap dilakukan secara menyeluruh dan teliti untuk memastikan semua memenuhi persyaratan.
Sekilas Kuota dan Tahap Selanjutnya
Secara total, SMAN 4 Bandung menyediakan 336 kursi untuk siswa baru pada SPMB 2026. Mayoritas dari kuota tersebut, seperti yang disebutkan, telah terisi melalui tahapan PCMB yang lebih dulu dilaksanakan. Ini menyisakan ruang yang sangat sempit bagi pendaftar di jalur reguler.
Bagi calon siswa yang belum berkesempatan di tahap pertama, masih ada secercah harapan di SPMB tahap kedua. Tahap ini dijadwalkan akan dibuka pada 30 Juni mendatang, dengan enam kuota yang diperuntukkan bagi jalur Murid Berkebutuhan Khusus (MBK). Tuti Kurniawati memastikan bahwa kuota ini akan tetap dibuka sesuai jadwal.
Menariknya, jika nantinya tidak ada pendaftar dari jalur MBK, kuota tersebut berpotensi dialihkan ke jalur lain, seperti jalur domisili, sesuai kebijakan sistem. “Kalau misalnya tidak ada pendaftar mah ya nanti dilimpahkan ke domisili biasanya,” jelas Tuti, menambahkan bahwa mekanisme pengalihan ini akan bergantung pada kebijakan yang diatur dalam sistem penerimaan.
Dibalik Layar Verifikasi Tim Sekolah
Di balik ketatnya persaingan dan tingginya jumlah pendaftar, pelaksanaan SPMB di SMAN 4 Bandung disebut berjalan relatif lancar. Tuti Kurniawati menyoroti tidak adanya kendala berarti yang menghambat proses seleksi maupun verifikasi data calon murid. Kendala kecil yang sempat dirasakan justru datang dari hal tak terduga: pemadaman listrik bergilir.
“Nggak sih, cuma kemarin itu kadang kendalanya mah karena mati lampu bergiliran. Pas lagi semangat verifikasi, mati lampu. Jadi ketunda-tunda gitu. Akhirnya malam selesai di jam 8 apa jam 9 malam teh saya masih di sekolah,” ungkap Tuti. Dedikasi tim verifikator yang rela bekerja hingga larut malam demi menyelesaikan tugasnya patut diacungi jempol. Meskipun sempat tertunda karena listrik padam, proses verifikasi dapat diselesaikan tepat waktu. Hal ini membuktikan komitmen SMAN 4 Bandung dalam menjalankan proses SPMB secara profesional dan akuntabel.
Pengumuman dan Harapan Calon Siswa
Tahapan SPMB saat ini akan segera memasuki babak penentuan. Rapat pleno dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 22 atau 23 Juni, sebelum hasil seleksi yang sangat dinanti-nantikan diumumkan kepada masyarakat pada tanggal 25 Juni. Ribuan calon siswa dan orang tua kini menanti dengan harap-harap cemas, berharap nama mereka tercantum dalam daftar siswa yang diterima di sekolah impian.
Fenomena ini sekali lagi menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas di sekolah favorit tetap menjadi incaran utama. Dengan persaingan yang semakin ketat, persiapan matang dan prestasi akademis menjadi kunci penting bagi para calon siswa. SMAN 4 Bandung, dengan kuota terbatas dan animo yang melimpah, menjadi cerminan nyata dari tantangan serta harapan di dunia pendidikan Jawa Barat.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar