x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Waspada! Longsor Terjang Tasikmalaya Rumah Rusak, Jalan Macet

Sorajabar.com - Hujan deras yang tak kunjung reda kembali memicu serangkaian bencana longsor di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Insiden ini, yang terjadi pada awal Mei 2026, tak hanya merusak satu unit rumah warga tetapi juga sempat melumpuhkan sebagian akses jalan utama. Kondisi ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat akan potensi bahaya hidrometeorologi yang mengintai, terutama di wilayah rawan.

Dua Titik Longsor Melanda Tasikmalaya Dalam Sehari

Laporan dari lapangan mengungkapkan dua kejadian longsor signifikan. Yang pertama melanda Kampung Ciomas, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, pada Senin (4/5/2026). Tebing setinggi sekitar 4 meter di belakang pemukiman warga ambrol, tak mampu menahan guyuran hujan berintensitas tinggi yang terjadi pada Minggu malam sebelumnya. Material longsoran berupa tanah bercampur bebatuan menerjang sebuah rumah yang dihuni oleh satu kepala keluarga beranggotakan empat jiwa.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Penghuni rumah yang sigap, mendengar suara gemuruh longsor, langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Meskipun demikian, bagian dapur dan dinding belakang rumah mengalami kerusakan ringan, jebol diterjang material longsor setebal sekitar 50 sentimeter yang menimbun sebagian perabotan dan mengganggu aktivitas.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia, membenarkan kejadian tersebut dan segera mengerahkan tim relawan. "Intensitas hujan yang tinggi pada Minggu kemarin mengakibatkan bencana tanah longsor di Kampung Ciomas, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu. Longsoran tanah mengenai salah satu rumah warga," jelas Jembar.

Reaksi Cepat Warga dan Tagana Atasi Longsor Ciomas

Respon cepat ditunjukkan oleh warga bersama para relawan yang bahu-membahu membersihkan material longsor secara manual. Dengan cangkul, sekop, dan karung, mereka bekerja keras memastikan rumah kembali aman untuk ditempati serta mengantisipasi potensi longsor susulan jika hujan kembali turun. Tagana juga bergerak cepat dengan mendata kebutuhan logistik bagi keluarga terdampak, menyalurkan bantuan darurat seperti terpal, selimut, dan makanan siap saji untuk meringankan beban mereka.

Jembar Adi Setia juga tak lupa menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat tebing. "Kami mengimbau warga yang tinggal di dekat tebing untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan muncul retakan tanah, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman," tegasnya, menekankan pentingnya respons dini.

Jalan Raya Garut-Tasikmalaya Terganggu Akibat Longsor

Tak hanya pemukiman, bencana longsor juga mengganggu jalur vital Jalan Raya Garut-Tasikmalaya. Tepatnya di tebing bagian atas ruas jalan di Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, longsor terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Caryono, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah menjadi labil, memicu longsoran yang menutupi sebagian badan jalan.

Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah, Garut maupun Tasikmalaya, sempat terganggu. Kendaraan harus melintas secara bergantian dengan sistem buka-tutup, menimbulkan antrean dan hambatan bagi pengguna jalan. BPBD Kabupaten Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan instansi terkait, mengingat status jalan ini adalah jalan provinsi. Penanganan pembersihan material longsor pun dilakukan oleh UPT PU Provinsi Jawa Barat, memastikan akses jalan kembali normal dalam waktu relatif singkat.

Pentingnya Kewaspadaan dan Mitigasi Bencana

Peristiwa beruntun ini menjadi peringatan keras bahwa wilayah Tasikmalaya selatan, khususnya Salawu, memiliki potensi tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Selain longsor, kawasan ini juga rawan banjir bandang dan pergerakan tanah, terutama saat memasuki bulan Mei yang identik dengan intensitas hujan tinggi.

  • Pantau Cuaca: Selalu perhatikan prakiraan cuaca dan tingkat curah hujan di daerah Anda.
  • Perhatikan Tanda Alam: Waspadai retakan tanah, tebing miring, atau mata air baru yang muncul secara tiba-tiba.
  • Siapkan Jalur Evakuasi: Rencanakan dan komunikasikan jalur evakuasi aman bersama keluarga.
  • Jangan Memaksakan Diri: Hindari melintas di bawah tebing rawan longsor saat hujan deras.
  • Laporkan Segera: Jika menemukan tanda-tanda longsor atau kejadian, segera laporkan kepada aparat desa atau BPBD setempat.

BPBD Tasikmalaya mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintas di area rawan longsor saat hujan deras dan proaktif melaporkan jika menemukan retakan tanah atau tanda-tanda longsor susulan. Dokumentasi kejadian telah diterima sebagai bahan asesmen lanjutan untuk langkah mitigasi yang lebih baik di masa depan.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Waspada! Longsor Terjang Tasikmalaya Rumah Rusak, Jalan Macet
  • Waspada! Longsor Terjang Tasikmalaya Rumah Rusak, Jalan Macet
  • Waspada! Longsor Terjang Tasikmalaya Rumah Rusak, Jalan Macet
  • Waspada! Longsor Terjang Tasikmalaya Rumah Rusak, Jalan Macet
  • Waspada! Longsor Terjang Tasikmalaya Rumah Rusak, Jalan Macet
  • Waspada! Longsor Terjang Tasikmalaya Rumah Rusak, Jalan Macet

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW