Warga Kuningan Hilang Misterius Muncul di Pacitan Kondisi Linglung
Sorajabar.com - Sebuah kisah mengejutkan datang dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang menguak misteri hilangnya seorang warga bernama Parmo (48). Setelah dilaporkan menghilang secara misterius di area persawahan dekat sungai pada Minggu (3/5), Parmo akhirnya ditemukan dalam kondisi linglung jauh di wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Rabu malam (6/5).
Misteri Hilangnya Parmo di Kuningan
Kisah ini bermula ketika Parmo, warga Desa Ragawacana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pergi mencari rumput di Blok Sawah Bojong pada Minggu sore. Namun, hingga malam tiba, Parmo tak kunjung kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga memuncak, dan pencarian pun segera dilakukan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, aparat desa, hingga warga setempat dikerahkan untuk menyisir area persawahan dan sungai tempat Parmo terakhir terlihat. Hasilnya, tim hanya menemukan barang-barang milik korban: sebuah ponsel, pakaian, tas, sabit, sajadah, dan karung berisi rumput, semuanya tergeletak di dekat sungai. Keberadaan barang-barang ini tanpa pemiliknya justru menambah tanda tanya besar dan kekhawatiran bahwa Parmo mungkin mengalami musibah.
Pencarian intensif berlanjut selama tiga hari, namun tidak membuahkan hasil. Setiap sudut area pencarian disisir, harapan untuk menemukan Parmo dalam kondisi selamat semakin menipis. Kondisi ini membuat keluarga dan seluruh warga Desa Ragawacana diselimuti duka dan ketidakpastian. Pada Selasa (5/5/2026), operasi pencarian bahkan sempat dihentikan setelah tim kehabisan petunjuk.
Kabar Mengejutkan dari Pacitan
Ketika harapan mulai menipis, sebuah kabar tak terduga datang dari Pacitan, Jawa Timur. Uri Sanuhri, adik ipar Parmo, menjadi orang pertama yang menerima informasi mengejutkan tersebut. Pada Jumat (8/5/2026), Uri memberikan keterangan di Balai Desa Ragawacana, menceritakan detik-detik ia menerima Berita. Sekitar pukul 20.00 WIB, seorang kerabat jauh di Pacitan menghubungi keluarga dengan membawa kabar tentang keberadaan Parmo. Awalnya, Uri mengaku ragu.
"Saya juga nggak ngeh tadinya, karena ketika saya dikasih tahu sama anaknya, dikasih foto doang dia lagi shalat. Saya percaya nggak percaya, saya lihat foto-foto itu kan bisa diedit. Nah, saya minta nomor HP yang kediaman Parmo pertama datang ke situ. Saya ternyata dikasih. Setelahnya waktu ba'da Isya, nah saya ada sekitar jam 8-an ada konfirmasi sama anaknya ditelepon, bahkan ngomong sama saya, itu betul tidak ada rekayasa sedikitpun, dia itu Parmo," tutur Uri, menggambarkan keraguannya. Namun, tekad untuk memastikan kebenaran mendorongnya untuk meminta nomor telepon orang yang bersama Parmo. Setelah panggilan telepon dilakukan, dan dilanjutkan dengan panggilan video antara anaknya dan Parmo, semua keraguan sirna.
Tanpa membuang waktu, Uri bersama anak Parmo segera berangkat ke Pacitan pada pukul 23.00 WIB malam itu juga, menempuh perjalanan panjang demi menjemput anggota keluarga mereka yang hilang.
Kondisi Parmo Saat Ditemukan
Setibanya di Pacitan, Uri dan anak Parmo dihadapkan pada pemandangan yang memilukan. Parmo ditemukan dalam kondisi linglung dan bahkan tidak mengenali keluarganya sendiri. Ini adalah momen yang sangat emosional dan membingungkan bagi Uri serta anaknya.
"Nah, saya tanya, dia bingung. Bingungnya kenapa? Ini tahu saya, karena dia awalnya nggak tahu saya," kenang Uri. Butuh waktu sekitar setengah jam, dengan percakapan yang perlahan dan penuh kesabaran, hingga akhirnya Parmo mulai mengingat. "Setelah mungkin setengah jam sama anaknya dan, saya ngobrol dengan perlahan, dia baru ngeh, tahu. Entah itu seperti apalah, saya bilangin kejadian seperti itu, dia baru ngeh nama saya, saya Bapak-ibunya, saya itu adiknya, istrinya dia, ini anaknya," jelas Uri, menggambarkan proses sulit Parmo untuk mengenali kembali orang-orang terdekatnya.
Menurut keterangan warga setempat di Pacitan, Parmo diketahui tiba di wilayah mereka pada Selasa (5/5/2026). Yang lebih mengejutkan, korban datang hanya mengenakan pakaian seadanya: sarung, kaos, dan sandal. Ia tiba tanpa membawa barang apa pun, dan saat ditanya, ia bahkan mengaku datang dari Surabaya. Padahal, menurut Uri, Parmo tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki di Pacitan sebelumnya, apalagi dari Surabaya. Kondisi ini menambah teka-teki besar di balik perjalanan misteriusnya.
Konfirmasi Resmi dan Misteri yang Belum Terjawab
Kabar penemuan Parmo juga telah dikonfirmasi oleh Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu. "Iya betul orang hilang itu atas nama Mas Parmo sudah ditemukan di Pacitan dan setelah diklarifikasi pihak keluarga di Kuningan dengan mengirimkan foto, betul itu mas Parmo. Waktu ditemukannya sekitar waktu Isya semalam," tutur Indra. Mengenai kondisi Parmo, Indra membenarkan bahwa saat ditanya kronologi kejadian, Parmo masih dalam keadaan bingung. "Terkait dengan kondisi Mas Parmo ketika ditanya kronologis dia masih bingung-bingung dan sebagainya. Yang jelas dia betul sudah ditemukan di Pacitan," tambahnya.
Meskipun Parmo telah ditemukan, banyak pertanyaan yang masih belum terjawab. Bagaimana ia bisa sampai ke Pacitan, sebuah kota yang jaraknya ratusan kilometer dari Kuningan, dengan kondisi linglung dan hanya mengenakan pakaian seadanya? Apa yang sebenarnya terjadi padanya setelah ia pergi mencari rumput? Kisah Parmo menjadi pengingat betapa misteriusnya kejadian di sekitar kita, dan betapa berharganya setiap informasi yang membantu menguak kebenaran. Yang terpenting, Parmo kini telah kembali ke pangkuan keluarganya, meskipun dengan memori yang masih belum pulih sepenuhnya.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar