UMKM Bandung Siap Naik Kelas Lewat Program Perintis Connect
Sorajabar.com - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menunjukkan komitmennya untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di Jawa Barat. Baru-baru ini, Kemenko PM secara resmi meluncurkan program inovatif bertajuk 'Perintis Berdaya Connect' di Bandung Creative Hub, Kota Bandung. Program ini digagas sebagai 'one stop solution' yang komprehensif, dirancang khusus untuk memperkuat ekosistem UMKM, Ekonomi Kreatif, dan koperasi, hingga mendorong para pelaku usaha masyarakat agar lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menjelaskan bahwa Perintis Berdaya Connect hadir sebagai jembatan nyata. Tujuannya adalah membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif untuk berkembang pesat melalui berbagai dukungan terintegrasi. Ini bukan sekadar program bantuan, melainkan sebuah ekosistem terpadu yang mempertemukan para pengusaha dengan mitra strategis, memfasilitasi kemandirian ekonomi melalui partisipasi publik yang aktif dan sinergi.
Leontinus menegaskan filosofi di balik program ini: "Perintis Berdaya Connect adalah jembatan nyata agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu naik kelas menjadi penggerak ekonomi." Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya, bukan sekadar penerima bantuan.
Dari Ruang Menjadi Peluang: Dialog dan Aksi Nyata
Sebagai bentuk komitmen terhadap partisipasi dan relevansi kebijakan, Leontinus Alpha Edison juga membuka sesi dialog interaktif bertajuk 'Dari Ruang Menjadi Peluang, Orkestrasi Ekosistem Usaha Masyarakat'. Diskusi ini menjadi wadah penting bagi para pengusaha UMKM untuk menyuarakan aspirasi, tantangan, dan kebutuhan mereka secara langsung kepada pemerintah.
"Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang sangat jelas, UMKM harus diperkuat sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional. Melalui dialog ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang kami ambil benar-benar relevan dengan kebutuhan Bapak/Ibu sekalian," kata Leontinus, menekankan pentingnya umpan balik langsung dari lapangan.
Setelah sesi dialog yang inspiratif, kegiatan dilanjutkan dengan Business Matching. Ini adalah momen krusial di mana pengusaha UMKM dan ekonomi kreatif dapat berkonsultasi langsung dengan para ahli di berbagai bidang. Sesi ini dijalankan dengan prinsip 'People, Process and Technology', memastikan solusi yang diberikan holistik dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
- Legalitas Usaha: Para pelaku usaha bisa mengurus kelengkapan legalitas penting, mulai dari Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi halal, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
- Perlindungan 360 Derajat: Kemenko PM memastikan adanya output konkret dan solusi cepat untuk masalah legalitas. "Fokus kita adalah percepatan legalitas, SNI, sertifikat halal, dan HAKI untuk memberikan perlindungan 360° bagi para pengusaha UMKM agar mereka benar-benar aman dan berdaya saat mengomersialkan produknya," jelas Leontinus. Ini merupakan langkah vital untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen.
Target Jangka Panjang: UMKM Naik Kelas dan Melek Teknologi
Leontinus mengungkapkan bahwa program Perintis Berdaya Connect tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha masyarakat, tetapi juga secara aktif mendorong mereka untuk 'naik kelas'. Indikator keberhasilan program ini tidak sekadar peningkatan omzet, melainkan juga:
- Kemampuan UMKM dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi yang lebih baik.
- Perluasan lapangan kerja yang diciptakan oleh usaha mereka.
- Peningkatan daya saing produk dan layanan di pasar domestik maupun global.
- Akses yang lebih mudah terhadap pembiayaan dan permodalan.
"Harapannya mereka tidak hanya mempertahankan bisnisnya tapi juga bisa naik kelas. Bagi yang tadinya belum menggunakan teknologi bisa menggunakan teknologi yang lebih baik. Yang belum mendapatkan pembiayaan kita bantu mendapatkan akses pembiayaan," ujarnya.
Bandung: Pusat Inovasi Ekonomi Kreatif Jabar yang Menginspirasi
Pemilihan Bandung sebagai daerah pertama peluncuran program ini bukanlah tanpa alasan. Kota Kembang dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat kuat dan dinamis, terutama di sektor kuliner, fesyen, kriya, hingga pariwisata. Leontinus menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan harus disesuaikan dengan karakter dan potensi unik masing-masing daerah.
"Bandung itu kreatifnya kuat, wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri datang saat akhir pekan. Potensi itu yang harus kita dorong," imbuhnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, turut menyambut baik program ini. Ia menyatakan bahwa Kota Bandung memiliki kekuatan besar di sektor ekonomi kreatif. Ke depan, ia berharap program ini dapat menjangkau subsektor lain yang terus berkembang, seperti media digital dan industri kreatif berbasis teknologi.
"Berbagai kemungkinan untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Bandung akan kita kolaborasikan, tentu nanti dibimbing dari Kemenko PM dan akan terus kita sebarkan informasinya kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bandung," pungkas Adi Junjunan, menandakan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kemajuan ekonomi. Dengan dukungan ini, UMKM Bandung diharapkan dapat semakin berdaya dan menjadi motor penggerak ekonomi Jawa Barat.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar