Trauma Konvoi! Ini Alasan Pemain Persib Tak Hadir di Sumedang
Sorajabar.com - Euforia kemenangan Persib Bandung sebagai jawara Liga 2025/2026 masih membakar semangat seluruh Bobotoh di Jawa Barat. Setelah parade konvoi akbar yang memadati jalanan Kota Bandung, rangkaian pesta perayaan terus berlanjut. Salah satunya adalah acara syukuran yang digelar di kediaman tokoh besar Persib, Bapak H. Umuh Muchtar, di Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, pada Senin (25/5/2026).
Pesta Juara di Sumedang: Harapan yang Tertunda
Antusiasme Bobotoh di Sumedang begitu membuncah. Mereka berharap dapat bertemu langsung dan merayakan gelar juara bersama para pahlawan Pangeran Biru. Awalnya, para punggawa Persib memang direncanakan akan hadir dan memeriahkan acara syukuran tersebut setelah santap siang. Namun, harapan ribuan Bobotoh yang telah berkumpul harus tertunda.
Sebuah keputusan sulit diambil, di mana kehadiran pemain Persib di acara tersebut terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di kalangan penggemar, mengingat ini adalah momen emas untuk merayakan bersama tim kesayangan.
Di Balik Absennya Punggawa Pangeran Biru: Trauma Konvoi Berdarah
Bukan tanpa alasan, keputusan untuk tidak menghadirkan pemain di Sumedang ini ternyata dilatarbelakangi oleh insiden yang terjadi saat konvoi perayaan di Kota Bandung sehari sebelumnya, Minggu (24/5). H. Umuh Muchtar menjelaskan bahwa para pemain masih merasakan trauma mendalam akibat kericuhan yang terjadi.
"Tadi juga tidak sesuai rencana karena pemain tadinya habis makan mau ke sini langsung ke lapangan, tapi pemain kemarin trauma kejadian di Bandung ada yang hilang HP," kata Umuh di Tanjungsari, Sumedang.
Insiden yang cukup mengkhawatirkan mencakup beberapa hal:
- Pemain Frans Putros kehilangan handphone saat konvoi.
- Beberapa pemain mengalami luka cakaran, bahkan hingga berdarah, akibat kerumunan massa yang sangat padat dan tidak terkendali.
- Kondisi ini membuat para pemain merasa ketakutan dan khawatir akan keselamatan mereka jika kembali berinteraksi langsung dengan keramaian yang masif.
Permohonan Maaf dan Hiburan Pengganti
Menyadari kekecewaan Bobotoh yang telah hadir, H. Umuh Muchtar menyampaikan permohonan maaf yang tulus. Beliau menegaskan bahwa keputusan ini murni datang dari para pemain demi menjaga kondisi mental dan fisik mereka. "Saya kepada bobotoh minta maaf ini tidak diperkirakan yah saya di luar perkiraan para pemain tapi masa saya tahan takutnya mereka lebih trauma," pungkas Umuh.
Meskipun tanpa kehadiran pemain, acara syukuran di kediaman Umuh Muchtar tetap berlangsung meriah dengan berbagai hiburan. Penyanyi ternama Jawa Barat, Ade Astrid, turut memeriahkan suasana dengan alunan lagunya. Selain itu, ada juga tradisi 'ngagogo lauk' atau menangkap ikan dengan tangan kosong yang telah disediakan, menambah semarak perayaan dan mengobati sedikit kekecewaan Bobotoh yang hadir.
Pelajaran Berharga dari Euforia Kemenangan
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, terutama Bobotoh, tentang bagaimana merayakan kemenangan dengan tertib dan aman. Euforia memang wajar, namun keselamatan dan kenyamanan semua pihak, termasuk para pemain yang telah berjuang, harus tetap menjadi prioritas. Semoga ke depannya, perayaan kemenangan bisa selalu berjalan lancar, aman, dan tanpa insiden yang merugikan.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar