Tragedi Malam Berdarah Bandung Tewas Ditikam Eks Kakak Ipar
Sorajabar.com - Malam kelam yang seharusnya tenang di Kota Bandung berubah menjadi panggung drama mengerikan. Nanda Tritami Raina (26), seorang wanita muda asal Sumedang yang bekerja di sebuah rumah sakit di Bandung, meregang nyawa secara tragis setelah ditikam berkali-kali di dalam mobilnya sendiri. Pelaku keji itu tak lain adalah Cecep Muktar Maulana (30), mantan kakak ipar korban, yang diduga tersulut amarah karena masalah keluarga.
Detik-Detik Kengerian di Jalan Sekelimus Tengah
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu malam, (9/5), di Jalan Sekelimus Tengah, RT 03 RW 06, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung. Hamzah (40), seorang petugas keamanan rumah makan Padang yang berada tak jauh dari lokasi, menjadi saksi mata yang melihat langsung kronologi kejadian mengerikan tersebut. Menurut Hamzah, Nanda dikenal sebagai warga Sumedang yang mengontrak di area tersebut dan bekerja di sebuah rumah sakit.
"Kejadiannya malam, korban warga Sumedang, ngontrak di belakang ini, kerja di rumah sakit. Pelaku mantan kakak ipar, pelaku cerai dengan kakak korban, katanya kalau ada masalah kakaknya itu ngadu ke adiknya," terang Hamzah, menggambarkan latar belakang hubungan antara korban dan pelaku. Konflik keluarga, terutama seputar keinginan pelaku untuk rujuk dengan mantan istrinya (kakak Nanda) yang dihalangi oleh korban, disebut-sebut menjadi pemicu utama kemarahan Cecep.
Malam itu, Nanda melintas dengan mobil putihnya. Namun, laju kendaraannya tiba-tiba terhenti saat Cecep mencegatnya di tengah jalan. "Korban lewat, disetop oleh pelaku, tidak berhenti, pelaku menabrakan diri, otomatis mobil berhenti dan pelaku langsung buka pintu mobil dan masuk ke dalam," ungkap Hamzah, menggambarkan bagaimana pelaku memaksa masuk ke dalam mobil korban.
Di dalam ruang sempit kendaraan itulah aksi brutal terjadi. Penusukan dilakukan di dalam mobil, tanpa kehadiran mantan istri maupun anak pelaku. Nanda, yang saat itu seorang diri, berusaha melawan dan berteriak meminta tolong. Teriakan inilah yang pertama kali menarik perhatian Hamzah yang sedang berjaga.
Intervensi Saksi dan Kedatangan Polisi
Hamzah bergegas mendekati mobil setelah mendengar teriakan Nanda. Saat ia membuka pintu mobil, pemandangan mengerikan langsung terpampang di depannya. Pelaku, Cecep, sempat mendorong Nanda keluar dan mengucapkan kalimat ancaman kepadanya. "Pelaku buka pintu, korban didorong, kayanya itu pas menikamnya. Korban itu minta tolong, pas saya buka pintunya pelaku bilang jangan ikut campur ini masalah keluarga," jelas Hamzah.
Awalnya, Hamzah sempat mengira ini adalah pertikaian keluarga biasa. Namun, saat melihat ceceran darah di dalam mobil, ia menyadari bahwa ini bukan lagi masalah internal, melainkan tindakan kriminal yang serius. "Ini bukan masalah keluarga, ini sudah kriminal, kata saya," tegas Hamzah, yang kemudian tanpa menunda, meminta bantuan rekannya dan warga sekitar untuk segera menghubungi pihak kepolisian.
Hamzah juga berusaha memastikan pelaku tidak melarikan diri dari lokasi kejadian. Pelaku sempat mengatakan, "Sekarang sudah puas, sudah puas," mengindikasikan rasa puas setelah melancarkan aksinya yang brutal. Tak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan menit, anggota Polsek Bandung Kidul segera tiba di lokasi dan berhasil mengamankan Cecep Muktar Maulana.
Korban Meninggal Dunia Setelah Dirawat
Sementara itu, kondisi Nanda semakin melemah. Saat masih di dalam mobil, ia disebut masih sadar dan sempat memohon pertolongan. Namun, ketika tubuhnya dievakuasi keluar kendaraan untuk dibawa menggunakan ambulans, perempuan muda itu sudah tak sadarkan diri.
Kapolsek Bandung Kidul, Kompol Sulardjo, mengonfirmasi hubungan keluarga antara korban dan pelaku, yakni mantan adik ipar. Menurut keterangan kepolisian, pelaku awalnya datang ke kawasan Sekelimus Tengah dengan angkutan kota untuk mencari anak dan mantan istrinya. Namun, ia justru bertemu dengan Nanda yang mengemudikan mobil pribadi.
Diduga terjadi percekcokan hebat antara keduanya. Nanda disebut sempat menabrakkan mobilnya ke arah pelaku, memicu emosi Cecep hingga tak terkendali. Tak mampu mengendalikan diri, pelaku kemudian mengambil pisau dapur yang telah dibawanya dari rumah dan menikam korban. "Pelaku langsung menusuk Korban menggunakan pisau dapur sebanyak empat sampai lima kali ke bagian dada," ujar Kompol Sulardjo.
Nanda yang mengalami luka parah di bagian dada segera dilarikan ke Rumah Sakit Pindad menggunakan ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, sayangnya, nyawanya tidak dapat diselamatkan. "Pukul 21.13 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia," pungkasnya, menandai akhir tragis dari sebuah malam yang penuh kengerian di Kota Kembang.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar