Pangalengan Lumpuh! TPT Ambruk, Jalan Utama Desa Lamajang Terputus
Sorajabar.com - Kabupaten Bandung kembali dilanda Bencana Alam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Pangalengan pada Jumat (1/5/2026) sore memicu ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berujung pada longsor besar. Akibatnya, akses jalan vital warga di Desa Lamajang terputus total, menyebabkan lumpuhnya aktivitas transportasi dari Cikalong menuju Kampung Cikajang. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat dan masyarakat, mengingat pentingnya jalur tersebut bagi perekonomian dan mobilitas warga.
Kronologi Kejadian dan Penyebab Longsor
Kapolsek Pangalengan, Kompol Edi Pramana, mengonfirmasi bahwa insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang tidak berhenti selama beberapa jam telah membuat struktur TPT tidak mampu lagi menahan beban. Tanah yang jenuh air menjadi tidak stabil, hingga akhirnya TPT ambruk dan material longsoran menuruni tebing, menutup sepenuhnya badan jalan. Fenomena longsor akibat curah hujan tinggi memang sering terjadi di daerah perbukitan seperti Pangalengan, menjadikannya daerah yang rentan terhadap bencana serupa.
“Iya benar kejadiannya sekitar jam 14.00 WIB tadi. Sekarang sedang dibersihkan dengan alat berat,” ujar Kompol Edi Pramana kepada detikJabar. Kondisi alam Pangalengan yang berbukit dan beberapa areanya merupakan lereng curam, memang memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama di musim penghujan. TPT yang seharusnya menjadi penopang dan pelindung, justru menjadi pemicu longsor ketika tidak kuat menahan beban air dan tanah yang masif.
Dampak Luas Akibat Akses Jalan Terputus
Longsor ini secara langsung memutus akses jalan utama yang menghubungkan Cikalong dengan Kampung Cikajang. Material TPT yang ambruk bercampur dengan gumpalan tanah, menutupi ruas jalan sepanjang sekitar 20 meter. Kompol Edi menjelaskan bahwa tinggi TPT yang ambruk mencapai 15 meter, mengindikasikan seberapa besar material yang menimbun jalan. Situasi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas, menyebabkan terhambatnya distribusi logistik, akses pendidikan, hingga aktivitas ekonomi harian warga. Masyarakat setempat yang biasa menggunakan jalur ini kini harus mencari rute alternatif yang lebih jauh dan mungkin tidak seaman jalur utama.
Terputusnya akses jalan ini tentu membawa dampak signifikan bagi mobilitas dan perekonomian warga Desa Lamajang dan sekitarnya. Petani kesulitan mengangkut hasil panen, pelajar terhambat menuju sekolah, dan aktivitas sosial masyarakat pun ikut terganggu. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan tahan bencana, khususnya di daerah-daerah rawan longsor di Jawa Barat.
Respon Cepat dan Penanganan Bencana
Beruntungnya, dalam insiden longsor TPT di Desa Lamajang ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Ini adalah kabar baik di tengah situasi bencana yang terjadi. Tim dari Dinas PUTR Kabupaten Bandung segera bergerak cepat menanggapi laporan ini. Alat berat dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membersihkan material longsoran dan memulihkan akses jalan secepat mungkin. Proses pembersihan ini diperkirakan membutuhkan waktu, mengingat banyaknya volume tanah dan puing TPT yang menutupi jalan.
Koordinasi yang baik antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam penanganan bencana seperti ini. Diharapkan dengan pengerahan alat berat dan kerja keras tim di lapangan, akses jalan dapat segera dibuka kembali agar kehidupan masyarakat di Desa Lamajang bisa kembali normal. Pihak berwenang juga mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika hujan deras masih terus mengguyur wilayah Pangalengan dan sekitarnya.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar