Momen Langka! Mahkota Kerajaan Galuh Kembali ke Kawali
Sorajabar.com - Gemuruh antusiasme ribuan warga Ciamis menyelimuti Taman Surawisesa, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Minggu (3/5) malam lalu. Mereka berkumpul untuk menyaksikan sebuah perhelatan akbar penuh makna, Kirab Mahkota Binokasih, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Milangkala Tatar Sunda dengan tajuk 'Kawali Mulang ka Diri'. Sebuah momen langka di mana warisan sejarah yang sakral kembali menjejakkan kaki di tanah kelahirannya, Galuh.
Jejak Sejarah Mahkota Binokasih yang Megah
Mahkota Binokasih bukan sekadar perhiasan biasa. Ia adalah simbol kekuasaan, kasih sayang, dan kemaharajaan yang memiliki kisah panjang. Berdasarkan catatan sejarah, mahkota emas seberat sekitar delapan kilogram ini diciptakan oleh Bunisora Suradipati, seorang raja wali yang memimpin Kerajaan Galuh antara tahun 1357-1371. Mahkota ini dipersiapkan sebagai hadiah dan simbol bagi keponakannya, Niskala Wastu Kancana, yang saat itu masih berusia tujuh tahun setelah ayahnya, Linggabuana, gugur di Bubat. Setelah dewasa, Niskala Wastu Kancana dinobatkan sebagai raja dan untuk pertama kalinya mengenakan Mahkota Binokasih, menjadikannya saksi bisu kemegahan Kerajaan Sunda Galuh.
Kirab Agung Penuh Pesona Budaya
Prosesi Kirab Mahkota Binokasih dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dengan kemegahan yang memukau. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memimpin barisan dengan menunggangi kuda putih, diikuti oleh kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih, serta para pejabat daerah yang turut menunggangi kuda. Namun, inti dari kirab ini adalah parade kesenian dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang menampilkan beragam seni helaran khas daerah, menunjukkan kekayaan budaya Tanah Pasundan yang tak terhingga.
Kaleidoskop Kesenian Jawa Barat yang Memukau
Setiap daerah berlomba-lomba menampilkan keunikan budayanya, menciptakan sebuah perayaan visual dan audio yang luar biasa:
- Kabupaten Cianjur: Ngarak Posong
- Kabupaten Bogor: Angklung Gubrag
- Kota Bogor: Tari Payung Pajajaran
- Kabupaten Sukabumi: Rengkong
- Kota Sukabumi: Boles
- Kabupaten Pangandaran: Badud
- Kota Banjar: Jurig Sarengseng
- Kabupaten Ciamis: Bebegig Sukamantri
- Kota Tasikmalaya: Tarangtang
- Kabupaten Tasikmalaya: Mamanukan
- Kabupaten Purwakarta: Genye
- Kabupaten Subang: Sisingaan
- Kabupaten Karawang: Jajangkungan
- Kota Depok: Tari Godeg Ayu
- Kabupaten Bekasi: Ujungan
- Kota Bekasi: Ngarak Barong Bekasi
- Kabupaten Garut: Surak Ibra
- Kabupaten Sumedang: Tari Umbul
- Kabupaten Bandung: Reak
- Kabupaten Bandung Barat: Sasapian Buhun
- Kota Bandung: Benjang
- Kota Cimahi: Ngarak Cai
- Kabupaten Majalengka: Tari Kadempling
- Kabupaten Indramayu: Kebo Ngamuk
- Kota Cirebon: Tari Topeng Cirebon
- Kabupaten Kuningan: Dogig
- Kabupaten Cirebon: Kesenian Burok
Semangat Membara di Tengah Guyuran Hujan
Kirab Mahkota Binokasih mengambil rute dari Taman Surawisesa atau Alun-alun Kawali menuju Astana Gede Kawali, situs petilasan Kerajaan Sunda Galuh, menempuh jarak sekitar 1,3 kilometer menyusuri Jalan Talagasari, Jalan Paronghol Raya, dan Jalan Ciakar. Uniknya, meskipun cuaca kurang bersahabat dan hujan deras sempat mengguyur sejak sebelum acara hingga di tengah perjalanan, semangat peserta dan masyarakat tak sedikit pun padam.
Para penari peserta kesenian helaran tetap asyik menari di tengah guyuran hujan, seolah meleburkan diri dengan alam dan alunan musik khas Sunda yang mengiringi. Antusiasme warga Kawali yang memadati pinggir jalan juga tak kalah membara, rela basah kuyup demi menyaksikan warisan budaya mereka. "Acaranya meriah, banyak kesenian dari berbagai daerah. Saya ke sini sore, pas acara dimulai hujan turun sangat deras," ujar Sani, salah seorang warga, menggambarkan betapa meriahnya acara tersebut.
Sesampainya di Astana Gede Kawali, meski hujan masih setia menemani, warga tetap antusias mengikuti puncak acara di depan panggung, menunjukkan kecintaan yang mendalam terhadap budaya dan sejarah mereka. Kirab Mahkota Binokasih bukan hanya sekadar parade, melainkan manifestasi kuat dari identitas Sunda dan kebanggaan akan akar sejarah yang tak lekang oleh waktu.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar