x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Miris! Remaja Disabilitas di Sukabumi Jadi Korban Kekerasan

Sorajabar.com - Sebuah insiden yang menggemparkan dan memilukan terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, ketika seorang remaja perempuan berkebutuhan khusus berinisial E (14) diduga menjadi korban pemerkosaan oleh pria tak dikenal. Peristiwa tragis ini berlangsung di semak-semak belakang sebuah gedung fakultas, di tengah teriknya siang bolong, meninggalkan luka mendalam bagi korban dan keluarganya.

Paman korban, A (34), menceritakan kronologi kejadian yang terjadi pada Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Kabar buruk ini terungkap berkat kewaspadaan seorang petugas keamanan kampus yang secara tak sengaja memergoki aksi keji pelaku. Petugas keamanan tersebut segera bertindak, menghentikan perbuatan bejat itu, dan kemudian mengantarkan korban pulang ke rumahnya di kawasan Kampung Gadog.

"Saksi ini (penjaga kampus) dia yang pertama kali melihat langsung kejadian di belakang gedung kampus, di semak belukar belakang kampus itu," ujar A, memberikan kesaksiannya kepada media. Keberanian dan ketanggapan petugas keamanan ini patut diacungi jempol, karena tanpanya, mungkin saja kejahatan ini tidak segera terungkap dan korban tidak tertolong.

Modus Keji Iming-Iming Uang Rp 5.000

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun pihak keluarga, pelaku melancarkan aksinya dengan modus yang sangat licik dan memanfaatkan kerentanan korban. Saat itu, E diketahui sedang berada di jalanan, terpisah dari ibunya yang sehari-hari bekerja mencari barang rongsok. Pelaku, yang tidak dikenal, melihat peluang dan mendekati korban.

Dengan bujuk rayu yang keji, pelaku diduga memberikan iming-iming uang sebesar Rp 5.000 agar korban mau menuruti kemauannya. Uang yang terkesan kecil bagi sebagian orang, namun bisa jadi sangat berarti bagi anak-anak jalanan atau mereka yang memiliki keterbatasan pemahaman. "Dia (pelaku) menjelaskan kronologisnya, dia (korban) itu diiming-imingi uang sebesar 5.000 lalu dibawa naik motor ke gedung tersebut," terang A, menggambarkan betapa mudahnya pelaku memanipulasi korban.

Setelah berhasil membujuk E, pelaku kemudian membawa korban menggunakan sepeda motor menuju lokasi terpencil di belakang gedung fakultas. Di tempat itulah, di balik semak belukar yang sepi, perbuatan biadab itu dilakukan. Kejadian ini menjadi pengingat pahit akan bahaya yang mengintai anak-anak rentan di sekitar kita.

Dampak Traumatis dan Penanganan Medis

Mendengar kabar yang sangat menyayat hati ini, pihak keluarga korban merasa terpukul dan segera mengambil langkah cepat. Mereka melakukan pemeriksaan medis secara mandiri untuk memastikan kondisi korban. Hasil sementara dari pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya indikasi kuat Kekerasan Seksual pada alat kelamin korban, selain itu, ditemukan juga luka memar di bagian wajah E. Luka fisik ini hanyalah sebagian kecil dari penderitaan yang harus ditanggung E.

"Ada indikasi lecet di alat kelaminnya. Bahkan dia sedikit trauma juga, kalau dipegang itu dia trauma," tambah A, menjelaskan kondisi E pasca-kejadian. Trauma psikologis yang dialami E, sebagai anak berkebutuhan khusus, kemungkinan akan jauh lebih berat dan memerlukan penanganan khusus serta jangka panjang. Ini adalah pengingat betapa rentannya kelompok disabilitas terhadap tindak kekerasan dan eksploitasi.

Langkah Hukum dan Pendampingan Psikologis

Kasus pemerkosaan yang menimpa remaja berkebutuhan khusus ini kini telah ditangani secara serius oleh jajaran Polres Sukabumi. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan mencari pelaku kejahatan tersebut. Namun, fokus utama yang tidak kalah penting adalah pemulihan kondisi kejiwaan korban, mengingat statusnya sebagai anak berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian ekstra.

Kanit PPA Satreskrim Polres Sukabumi, IPDA Akhmad Fauzi, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman intensif. "Sedang dilakukan assessment psikologis," ujar IPDA Akhmad Fauzi singkat kepada wartawan, menegaskan prioritas pada kesehatan mental E.

Sebelumnya, korban juga telah mendapatkan atensi dan pendampingan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Sosial setempat. Lembaga-lembaga ini berperan vital dalam memberikan dukungan psikologis, sosial, dan hukum bagi korban dan keluarganya. Diharapkan dengan sinergi berbagai pihak, E bisa mendapatkan keadilan dan pemulihan yang layak.

Kasus ini sekali lagi menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak-anak, terutama mereka yang memiliki kerentanan lebih. Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi kekerasan atau eksploitasi terhadap anak. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi semua anak di Jawa Barat.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Miris! Remaja Disabilitas di Sukabumi Jadi Korban Kekerasan
  • Miris! Remaja Disabilitas di Sukabumi Jadi Korban Kekerasan
  • Miris! Remaja Disabilitas di Sukabumi Jadi Korban Kekerasan
  • Miris! Remaja Disabilitas di Sukabumi Jadi Korban Kekerasan
  • Miris! Remaja Disabilitas di Sukabumi Jadi Korban Kekerasan
  • Miris! Remaja Disabilitas di Sukabumi Jadi Korban Kekerasan

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW