Longsor Ciamis Mencekam Dua Rumah Hancur Puluhan Warga Mengungsi
Sorajabar.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Ciamis pada Senin (11/5) malam membawa serta sebuah bencana yang mengerikan. Tebing setinggi sekitar 30 meter di Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Longsor sekitar pukul 21.00 WIB. Material tanah, bebatuan, dan lumpur dengan ganas menerjang permukiman warga, memicu kepanikan luar biasa di tengah gelap malam dan guyuran hujan.
Detik-detik Bencana dan Kerusakan Parah
Malam itu, warga Dusun Cibulakan dibuat berhamburan keluar rumah, berjuang menyelamatkan diri dari terjangan longsor. Suara gemuruh tanah yang ambruk menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya bencana ini. Akibatnya, dua rumah warga dan satu musala tak berdaya menghadapi terjangan material longsor, ambruk dan tertimbun. Tiga rumah lainnya juga tak luput dari dampak, dipenuhi oleh lumpur tebal yang menyisakan kerusakan mendalam.
Camat Cihaurbeuti, Enok Kursilah, membenarkan kejadian nahas ini. Ia menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi cukup parah, khususnya di Desa Sukamaju. "Rumah yang terdampak ada enam. Dua rumah tertimpa langsung dan kondisinya sudah tidak bisa digunakan lagi. Sisanya terdampak material lumpur," ujar Enok saat meninjau lokasi kejadian pada Selasa (12/5).
Beruntungnya, di tengah kepanikan dan kerugian materiil, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penghuni rumah berhasil diselamatkan dan kini untuk sementara harus mengungsi ke rumah kerabat mereka. Sebanyak 25 warga dari delapan kepala keluarga kini menghadapi kenyataan pahit tanpa tempat tinggal yang layak dan aman.
Penyebab Longsor dan Upaya Penanganan Darurat
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa longsor diduga dipicu oleh tersumbatnya saluran irigasi Depok dan Gintung. Sebuah pohon tumbang menutup aliran air, menyebabkan air terbendung dan akhirnya memicu pergerakan tanah yang masif. "Awalnya ada pohon tumbang yang menutup aliran irigasi. Air jadi terbendung lalu memicu longsor besar hingga menimpa rumah warga," terang Enok Kursilah.
Pemerintah kecamatan dengan sigap langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk BPBD Kabupaten Ciamis, Dinas Sosial, dan Dinas PUPR, untuk melakukan penanganan darurat. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga dan memulai proses pembersihan lokasi bencana. Pemerintah berharap cuaca segera membaik agar proses evakuasi dan perbaikan, terutama pada saluran irigasi yang menjadi pemicu, bisa segera dilakukan.
- Dua rumah dan satu musala ambruk total.
- Tiga rumah lainnya terendam lumpur.
- 25 warga dari 8 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.
- Penyebab utama: Saluran irigasi Depok dan Gintung tersumbat pohon tumbang.
Peringatan Dini dan Kewaspadaan Warga
Camat Enok Kursilah juga mengungkapkan bahwa bencana longsor kali ini merupakan yang terbesar selama ia menjabat di Cihaurbeuti. Hal ini menjadi pengingat serius bagi seluruh warga. Cihaurbeuti, yang berada di kawasan perbukitan, memang dikenal sebagai daerah rawan bencana longsor. Dengan curah hujan yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu belakangan ini, kewaspadaan adalah kunci untuk mencegah jatuhnya korban.
"Wilayah ini memang termasuk daerah rawan bencana karena berada di kawasan perbukitan. Warga harus lebih waspada, apalagi curah hujan sekarang cukup tinggi dan cuacanya tidak menentu," pungkasnya. Penting bagi masyarakat untuk selalu memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu yang lama, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi longsor kepada pihak berwenang.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar