Kisah Pilu Guru Sukabumi Terjang Jalur Maut Demi Murid
Sorajabar.com - Jawa Barat tak pernah sepi dari cerita. Dari perjuangan heroik di pelosok hingga drama yang menguras emosi, setiap sudut Bumi Pasundan menyimpan kisah yang layak diulas. Hari ini, Sorajabar.com merangkum lima peristiwa paling menyita perhatian, mulai dari perjuangan guru yang tak kenal lelah di tengah keterbatasan hingga tragedi yang merenggut nyawa.
Perjuangan Heroik Guru Nano Sumarno di Pelosok Sukabumi
Sebuah rekaman video yang menyentuh hati baru-baru ini viral, menampilkan keteguhan seorang pahlawan tanpa tanda jasa di pelosok Sukabumi. Nano Sumarno, seorang guru di SMP Negeri 5 Simpenan, harus menempuh jalur ekstrem sisa longsoran dan menyeberangi sungai berarus deras demi mendidik anak bangsa. Kisah ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, melainkan juga cerminan nestapa berkepanjangan akibat infrastruktur yang mangkrak lebih dari setahun.
Kondisi memprihatinkan ini menjadi santapan sehari-hari bagi warga dan pelajar di Kampung Ciangrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Bencana alam yang melanda pada bulan Ramadan tahun lalu telah memutus akses vital, mengisolasi mereka dari dunia luar. Dalam video yang dibagikan, Nano tak kuasa menahan kekecewaan, menyuarakan keluhannya langsung kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memohon agar sang gubernur turun langsung menyaksikan penderitaan warganya.
Dengan nada bergetar, ia mengungkapkan, “Pak Dedi, saya ingin sampaikan kepada Pak Dedi ini. Pak Dedi bagaimana ini Kampung Ciangrek sudah terisolasi setahun lebih, sedangkan pemerintahnya tidak ada. Baik di desa, kabupaten, provinsi, pusat, silakan lihat ke sini ke lokasi Pak Dedi.” Nano juga mempertanyakan absennya perhatian dari Bupati Sukabumi, Asep Japar, sambil menunjuk ke arah jalan setapak yang hancur lebur.
Medan yang harus dilalui para guru dan siswa ini jauh dari kata layak. Bukan jalan, melainkan menyerupai dasar sungai kering berbatu tajam yang membelah tebing. Pengendara motor harus turun, memijakkan kaki di atas bebatuan lepas yang rawan longsor, mendorong kendaraan mereka menaklukkan tanjakan curam. Roda motor kerap selip dan terperosok, memaksa mereka membungkuk menahan beban agar tidak tergelincir mundur.
Jalur alternatif tanah liat pun tak kalah mengerikan, terbelah oleh ceruk roda kendaraan yang dalam, membentuk parit-parit jebakan berlumpur pekat. Ban motor sering tenggelam separuh, membuat laju kendaraan tertahan tak berdaya. Bahkan motor trail pun harus ekstra hati-hati di lintasan super licin ini. Nano membenarkan bahwa para guru terpaksa memarkirkan motor mereka di hutan atau kebun warga, lalu melanjutkan perjalanan kaki sejauh 2 kilometer, memakan waktu hampir satu jam dengan medan menanjak.
Bukan hanya guru, ratusan anak didik pun mengalami nasib serupa. Sekitar 70 siswa SMP dan 90 siswa SD harus bertaruh nyawa menyeberangi Sungai Cibunut yang jembatannya telah hanyut. Saat hujan turun, debit air meluap, memaksa aktivitas Pendidikan lumpuh total. “Nggak bisa diceritain aduh kalau hujan, udah, anak-anak nggak bisa nyebrang. Pokoknya kita meliburkan diri,” ungkap Nano lirih, khawatir anak-anak terbawa arus.
Berita Lainnya di Jawa Barat Hari Ini
- Tragedi Ucapan Maut di Bandung Barat: Cicih Rohaeti (54) ditemukan tewas di kediamannya di Kampung Ciceuri, Bandung Barat. Setelah delapan hari penyelidikan, polisi menangkap tetangganya, A. Suhanda (63). Motifnya, sakit hati karena ucapan kasar Cicih yang membuat pelaku naik pitam. Pelaku mencekik, membekap, memukul, dan menusuk korban dengan kayu hingga tewas, kemudian berusaha membuat alibi. Pelaku kini terancam hukuman 15 tahun penjara.
- Hilang di Kuningan, Ditemukan Linglung di Pacitan: Parmo (48), warga Kuningan yang hilang di area persawahan, akhirnya ditemukan di Pacitan setelah tiga hari pencarian. Adik iparnya, Uri Sanuhri, mengonfirmasi Parmo ditemukan dalam kondisi linglung dan sempat tidak mengenali keluarganya. Parmo tiba di Pacitan hanya dengan sarung, kaus, dan sandal, mengaku dari Surabaya.
- Guru PPPK Ciamis Tipu Warga Modus Investasi MBG: Satreskrim Polres Ciamis mengungkap kasus penipuan berkedok investasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh seorang guru PPPK berinisial TC (44). Pelaku menawarkan investasi pasokan bahan makanan dengan iming-iming keuntungan besar kepada 10 korban di Rancah dan Majalengka. Total kerugian mencapai Rp384 juta. Tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Polres Ciamis mengimbau masyarakat agar waspada terhadap tawaran investasi tidak wajar.
- Kontroversi Gunting Rambut Siswi SMK Garut: Belasan siswi SMKN 2 Garut menjadi korban pemotongan rambut oleh guru BK karena diduga berambut pirang. Kejadian ini viral dan menuai pro-kontra di warganet. Pihak sekolah membenarkan tindakan ini berdasarkan laporan masyarakat dan wali kelas. Guru yang bersangkutan, Ani, telah meminta maaf secara publik dan kasus ini dimediasi oleh Gubernur Dedi Mulyadi. KDM menganggap Bu Ani tidak bersalah karena niatnya untuk mendisiplinkan, dan memberikan 'tiket' salon gratis untuk para siswi.
Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar