x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Ketabahan Udin Lansia Kuningan Berjuang Hidup di Area Makam

Sorajabar.com - Di tengah hiruk pikuk kehidupan, seringkali kita menemukan kisah-kisah ketabahan yang menggetarkan jiwa. Salah satunya datang dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, di mana seorang pria lansia bernama Zaenudin, atau akrab disapa Udin (65), telah tiga tahun terakhir memilih Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rama Buyut sebagai tempat tinggalnya. Sebuah pilihan hidup yang mungkin terdengar tak lazim, namun menyimpan rentetan kisah pilu dan perjuangan yang luar biasa.

Perjalanan hidup Udin berubah drastis setelah ia diterpa cobaan bertubi-tubi. Sebelumnya, ia menjalani kehidupan normal bersama istri dan anak-anaknya. Namun, takdir berkata lain. Penyakit katarak yang menyerang kedua matanya membuat penglihatannya terganggu parah, hingga ia tak lagi mampu bekerja. "Dulu sempat kerja dagang mi ayam, tapi setelah katarak, sudah tidak bisa apa-apa," tutur Udin dengan nada lirih.

Kondisi ini, menurutnya, menjadi pemicu keretakan rumah tangganya. "Sudah tiga kali puasa, berarti tiga tahun di sini. Dulunya sama istri cuman diusir karena katarak," kenangnya, menyebutkan pernikahan yang telah terjalin lebih dari 20 tahun itu berakhir. Udin memiliki dua anak, satu merantau di Purwakarta dan satu lagi masih SMA, kini tinggal bersama ibunya. Setelah diusir dari rumah, ia sempat mencari perlindungan di masjid, namun juga harus pergi.

Akhirnya, Udin menemukan 'rumah' barunya di TPU Rama Buyut, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciawigebang. Ia memulai hidup barunya di sana dari sebuah pos terbuka tanpa dinding di tengah area pemakaman. Beruntungnya, kebaikan hati seorang donatur membantunya mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Sebuah bangunan sederhana berukuran 3x3 meter kini menjadi 'istana' bagi Udin, berdiri kokoh di tepi area makam.

Bertahan Hidup dengan Kebaikan Sesama

Sejak menetap di TPU, Udin tidak pernah merasa kesepian atau takut. Ia menggantungkan hidup dari uluran tangan warga sekitar dan para peziarah, serta pekerjaan membersihkan makam dengan penghasilan yang tak menentu. "Ada saja alhamdulillah yang memberi, tetangga, buat kopi atau makan. Rezeki mah ada saja, kadang ada yang lewat merasa kasihan," ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Kebaikan tak hanya datang dari warga, namun juga dari keluarga pemilik makam. "Dari keluarga yang punya makam juga suka memberi kalau malam Jumat Kliwon, habis saya menyapu makam di sini," tambahnya. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan berwudu, Udin memanfaatkan fasilitas umum yang tersedia di area pemakaman. Meskipun hidup di tengah kesunyian makam, ia mengaku sudah terbiasa dan tak memiliki niat untuk pindah.

Perjuangan Melawan Keterbatasan dan Semangat yang Tak Padam

Meski semangatnya tak pernah padam, Udin masih harus berjuang melawan keterbatasan fisiknya. Penglihatannya yang terganggu katarak menjadi tantangan terbesar. "Alhamdulillah, senang-senang saja, cuma ya masih remang-remang penglihatannya. Kalau mau jalan sedikit saja harus meraba-raba," jelasnya. Ia pernah mendapatkan bantuan pemeriksaan mata di dokter spesialis dan bangunan tempat tinggalnya ini juga merupakan bantuan dari Yayasan Kanker Suport Kuningan. "Tadinya tidak kelihatan sama sekali, sekarang masih remang-remang," ujarnya.

Kisah Udin ini pun telah menjadi bagian dari cerita sehari-hari warga setempat. Minah, salah seorang warga Desa Mekarjaya, membenarkan keberadaan Udin di TPU Rama Buyut selama tiga tahun terakhir. "Saya orang sini, tahu dia awal datang ke sini. Sehari-hari memang di makam saja. Malah sebelumnya tinggal musala, terus ditempatkan di sini. Seringnya dikasih makan sama tetangga sekitar sini saja. Katanya memang diusir, sudah nggak mau lagi balik ke istrinya," pungkas Minah, menggambarkan betapa masyarakat setempat peduli dan berempati terhadap kondisi Udin.

Kisah Udin adalah pengingat bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada harapan dan kebaikan yang bisa ditemukan. Ketabahan dan kemandiriannya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran komunitas dalam memberikan dukungan bagi mereka yang paling rentan.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ketabahan Udin Lansia Kuningan Berjuang Hidup di Area Makam
  • Ketabahan Udin Lansia Kuningan Berjuang Hidup di Area Makam
  • Ketabahan Udin Lansia Kuningan Berjuang Hidup di Area Makam
  • Ketabahan Udin Lansia Kuningan Berjuang Hidup di Area Makam
  • Ketabahan Udin Lansia Kuningan Berjuang Hidup di Area Makam
  • Ketabahan Udin Lansia Kuningan Berjuang Hidup di Area Makam

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW