Jurnalis Bandung Terjebak di Misi Kemanusiaan Keluarga Menanti

Sorajabar.com - Suasana haru dan penuh ketegangan menyelimuti kediaman Pondok Pesantren Husainiyah di Jalan Pamoyanan, Kampung Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Keluarga besar Thoudy Badai Rifan Billah (29), seorang Jurnalis foto dari Republika, masih terus menanti kabar pasti mengenai kondisi putra kebanggaan mereka. Ody, sapaan akrabnya, adalah seorang pejuang Kemanusiaan yang tengah menjalankan misi penting di perairan internasional. Setiap detik terasa panjang bagi keluarga yang merindukan kepulangan sang jurnalis, yang keberadaannya masih menjadi misteri.

Detik-detik Terakhir Komunikasi yang Penuh Harapan

Bagi Hani Hanifa Humanisa (56), ibunda Ody, setiap pesan singkat dari sang putra adalah nyawa. Komunikasi terakhir yang sangat dinanti itu terjadi pada Senin dini hari, 18 Mei 2026, sekitar pukul 02.19 WIB. Kala itu, Ody mengabarkan bahwa ia dan timnya telah tiba di perairan internasional. Sebuah kabar yang seharusnya membawa kelegaan, karena menandakan mereka telah memasuki zona yang dianggap lebih aman dari jangkauan langsung.

"Saya terakhir komunikasi itu kemarin Senin dinihari sekitar 02.19 WIB. Dalam chatingan itu dia ngasih tahu kita kalau sudah nyampe di perairan internasional. Berarti notabene-nya harusnya sudah aman. Dia bilang alhamdulillah aman, karena itu sudah di wilayah internasional," tutur Hani dengan suara bergetar, saat ditemui di kediamannya. Informasi terakhir yang mereka terima dari pihak berwenang sempat menunjukkan bahwa kapal yang ditumpangi Ody melaju lancar, sementara beberapa kapal lain dilaporkan telah berhasil dicegat atau dihentikan.

Komunikasi memang tidak dapat dilakukan sesering yang diinginkan karena kondisi di atas kapal yang serba terbatas dan dinamis. Ody hanya sesekali memberi kabar saat ada momen penting, seperti pergantian shift berjaga. Sebagai seorang ibu, kekhawatiran Hani tak hanya soal keamanan umum, tapi juga hal-hal sederhana namun vital seperti asupan makanan dan kesehatan putranya. "Kita nanya, ya ibu-ibu biasa ya, makan di mana, makan ada yang masakin gitu-gitu. Aman sih kalau untuk logistik gitu. Terus ngabarin kondisi gitu, kondisi kesehatan, kondisi di lapangan, itu aja yang teknis hal teknis dan keamanan sih kebanyakan ya kita nanyanya. Tapi sejauh itu sampai yang kemarin itu, dia bilang aman kondisinya," kenangnya.

Ketegaran Ody Menenangkan Keluarga di Tengah Keresahan

Di tengah kepanikan dan kekhawatiran yang melanda keluarga di Cicalengka, Ody justru menunjukkan ketenangan luar biasa. Sifatnya yang demikianlah yang kerap menenangkan Hani di momen-momen paling cemas. "Dia mah orangnya gitu, jadi tenang. Kayak misalnya saya panik, dia malah yang nenangin. 'Tenang pokoknya, Odi sehat, semuanya sehat,' jadi enggak bikin khawatir. Makanya ya besar hatilah gitu, ketolonglah," ujar Hani, menggambarkan bagaimana putranya selalu berusaha menjaga ketenangan hati ibunya meskipun ia sendiri berada dalam situasi yang tidak pasti.

Misi kemanusiaan yang diemban Ody ini memang penuh risiko dan tantangan, namun semangatnya sebagai jurnalis dan pejuang kemanusiaan tak pernah padam. Sebagai jurnalis foto, ia memiliki panggilan hati untuk mengabadikan dan menyampaikan kisah-kisah kemanusiaan yang jarang terjamah publik, demi menyuarakan kebenaran. Keberaniannya patut diacungi jempol, namun juga membawa kekhawatiran mendalam bagi orang-orang terdekatnya yang kini hanya bisa berdoa dan menunggu.

Harapan Besar pada Diplomasi Pemerintah Indonesia

Kini, seluruh harapan keluarga Thoudy Badai Rifan Billah tertumpu pada upaya maksimal Pemerintah Indonesia. Mereka percaya penuh bahwa Kementerian Luar Negeri dan jajaran direktorat terkait sedang bekerja keras tanpa henti, menggunakan jalur diplomasi internasional yang profesional dan terukur. Tujuan utamanya adalah memastikan keselamatan dan pemulangan seluruh warga negara Indonesia, termasuk Ody, yang kini tertahan dalam misi kemanusiaan tersebut.

"Iya kami juga sangat memahami bahwa situasi di lapangan memiliki kompleksitas tersendiri. Oleh karena itu, kami menaruh kepercayaan penuh kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan jajaran direktorat terkait, yang kami yakini tengah bekerja keras menggunakan jalur diplomasi internasional yang profesional untuk memastikan keselamatan dan pemulangan seluruh warga negara Indonesia," pungkas Hani, mewakili suara hati seluruh keluarga yang sangat merindukan kepulangan Ody.

Doa dan harapan terus mengalir dari Cicalengka, Kabupaten Bandung, agar Ody dan rekan-rekannya dapat segera kembali ke tanah air dengan selamat. Momen-momen ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan dan sinergi antara masyarakat, keluarga, dan pemerintah dalam menghadapi situasi krisis yang melibatkan warga negara di luar negeri, khususnya dalam misi-misi kemanusiaan yang berisiko tinggi.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Jurnalis Bandung Terjebak di Misi Kemanusiaan Keluarga Menanti
  • Jurnalis Bandung Terjebak di Misi Kemanusiaan Keluarga Menanti
  • Jurnalis Bandung Terjebak di Misi Kemanusiaan Keluarga Menanti
  • Jurnalis Bandung Terjebak di Misi Kemanusiaan Keluarga Menanti
  • Jurnalis Bandung Terjebak di Misi Kemanusiaan Keluarga Menanti
  • Jurnalis Bandung Terjebak di Misi Kemanusiaan Keluarga Menanti

Posting Komentar