Jeritan Hati Ibu Fahdly Kasus Kematian Bukan Tawuran
Sorajabar.com - Kisah pilu menyelimuti keluarga besar SMAN 5 Bandung setelah meninggalnya Fahdly Arjasubrata, seorang siswa kelas XI berusia 17 tahun, dalam sebuah insiden tragis di Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Kasus yang mengguncang ini hingga kini belum menemukan titik terang keadilan, mendorong sang ibu, Weni, untuk melayangkan permohonan bantuan kepada pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea, demi mencari kebenaran dan keadilan yang hakiki.
Kisah ini pertama kali mencuat ke publik setelah Weni mengunggah video berisi curahan hatinya di akun Instagram pribadi Hotman Paris. Dalam video yang menyayat hati itu, Weni menceritakan detail-detail kelam yang terjadi pada malam 13 Maret 2026, sebuah malam yang mengubah hidupnya dan keluarganya selamanya.
Detik-detik Tragis di Jalan Cihampelas: Bukan Tawuran, Tapi Penyerangan Terencana
Weni mengisahkan bahwa pada malam kejadian, Fahdly sedang mengikuti acara buka bersama di Bumi Sangkuriang, Ciumbuleuit. Putranya, dengan rasa tanggung jawab tinggi, memilih untuk pulang paling terakhir. Ia bersama beberapa temannya memastikan seluruh peserta buka bersama pulang dengan aman dan menyelesaikan urusan pelunasan pembayaran kegiatan tersebut. Sebuah tindakan terpuji yang justru berujung pada tragedi tak terduga.
Sekitar pukul 23.00 WIB, Fahdly dan rombongan terakhir meninggalkan Bumi Sangkuriang. Mereka melewati Jalan Cihampelas, dan di sinilah mimpi buruk itu dimulai. Tepat di depan SMAN 2 Bandung, sekelompok orang yang diduga adalah pelajar, sudah berjajar rapi di bahu jalan, siap melakukan penghadangan. Weni dengan tegas menyatakan bahwa ini bukanlah tawuran spontan, melainkan sebuah penyerangan yang terencana dan telah dipersiapkan sebelumnya.
"Mereka adalah sekelompok pelajar di mana mereka sudah berjajar di kiri kanan bahu Jalan Cihampelas," ujar Weni dalam videonya. "Dan ini merupakan penyerangan yang sudah mereka rencanakan dan persiapkan sebelumnya. Yaitu berupa ajakan melalui grup WhatsApp yang beredar dan sempat saya baca."
Menurut kesaksian teman yang dibonceng oleh Fahdly, motor putranya ditendang hingga jatuh. Setelah itu, pengeroyokan brutal terjadi terhadap beberapa rombongan yang tidak sempat meloloskan diri karena berada di posisi paling belakang. Pukul 23.40 WIB, kabar yang tak terbayangkan datang: Fahdly dinyatakan meninggal dunia. Sebuah pukulan telak yang meninggalkan luka mendalam dan tak akan pernah sembuh seumur hidup bagi Weni dan keluarganya.
Jeritan Hati Sang Ibu: Menuntut Keadilan dan Efek Jera
Weni dengan keras membantah narasi yang mencoba menggambarkan kematian Fahdly sebagai akibat tawuran. Baginya, penggunaan kata 'tawuran' hanya akan menggiring opini publik yang merugikan nama baik almarhum, keluarga, dan institusi sekolah. Ia menegaskan bahwa pelaku sudah cukup dewasa untuk memahami konsekuensi dari tindakan mereka, terlepas dari usia mereka yang masih dikategorikan di bawah umur.
- Fahdly tidak terlibat dalam tawuran, ia adalah korban penyerangan.
- Penyerangan sudah direncanakan melalui grup WhatsApp.
- Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka tanpa pandang bulu.
- Keadilan harus ditegakkan untuk memberikan efek jera.
Dalam momen penuh keputusasaan namun juga harapan, Weni meminta bantuan Hotman Paris untuk mengawal kasus ini. Ia berharap agar keluarga korban mendapatkan keadilan seadil-adilnya, dan para pelaku dihukum seberat-beratnya. Tujuan utamanya bukan hanya untuk putranya yang tak akan kembali, melainkan juga untuk menciptakan efek jera bagi pelaku serta menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat luas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Kematian Fahdly bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan cerminan dari tantangan serius dalam menjaga keamanan dan moralitas generasi muda. Kasus ini menyerukan perhatian serius dari semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga aparat penegak Hukum, untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan lingkungan yang aman bagi para pelajar dapat tercipta di Jawa Barat.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar