Jangan Kaget Ini Alasan Puluhan Ribu Anak Jabar Belum Imunisasi
Sorajabar.com - Angka mengejutkan terungkap! Puluhan ribu anak di Jawa Barat (Jabar) dilaporkan belum mendapatkan imunisasi dasar rutin atau yang sering disebut sebagai 'zero dose'. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa setidaknya 67.000 anak di provinsi ini masih rentan terhadap berbagai penyakit berbahaya karena belum terlindungi imunisasi.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, dalam kunjungannya ke Kota Bandung, menyoroti bahwa isu agama dan maraknya penyebaran informasi bohong atau hoaks menjadi tantangan utama yang menghalangi anak-anak mendapatkan layanan kesehatan esensial ini. Padahal, imunisasi adalah salah satu pilar penting dalam memastikan tumbuh kembang anak yang optimal dan menciptakan generasi penerus yang sehat.
Mengapa Puluhan Ribu Anak Jabar Belum Terimunisasi?
Situasi ini bukanlah masalah lokal Jabar semata. Secara nasional, jumlah anak yang belum diimunisasi mencapai 2,3 juta jiwa. Di Jawa Barat, meskipun angkanya berhasil ditekan dari 102.000 menjadi 67.000 jiwa, target ambisius pemerintah adalah menghabiskan angka "zero dose" ini pada tahun 2025. Ini adalah perlombaan melawan waktu untuk melindungi generasi muda kita.
Pandemi COVID-19 dan Dampaknya
Dante menjelaskan bahwa salah satu faktor signifikan yang menyebabkan penurunan cakupan imunisasi adalah pandemi COVID-19. Selama pandemi, banyak layanan kesehatan terfokus pada penanganan virus corona, dan masyarakat pun enggan datang ke fasilitas kesehatan karena kekhawatiran tertular. Akibatnya, beberapa daerah sempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, sebuah penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi rutin.
Melawan Hoaks dan Mitos Imunisasi
Tantangan lain yang tak kalah besar adalah merebaknya informasi bohong di media sosial dan lingkungan masyarakat. Wamenkes Dante secara tegas membantah beberapa hoaks populer yang sering membuat orang tua ragu:
- Hoaks Autisme: Ada klaim bahwa imunisasi bisa menyebabkan autisme. "Saya jelaskan, dulu pernah ada hoaks yang mengatakan bahwa salah satu imunisasi itu menyebabkan autis, katanya. Ternyata studi empiris yang kita lakukan, jutaan orang di seluruh dunia tidak pernah menimbulkan efek samping autis. Jadi aman-aman saja," tegas Dante. Penelitian ekstensif secara global telah membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara imunisasi dan autisme.
- Efek Samping Umum: Kekhawatiran akan efek samping ringan seringkali diperbesar. Dante menekankan bahwa efek samping yang mungkin timbul biasanya ringan dan sementara, seperti demam ringan atau nyeri di area suntikan, yang jauh lebih kecil risikonya dibandingkan bahaya penyakit yang dicegah.
Penting bagi kita untuk selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya dan tidak mudah termakan oleh narasi yang menyesatkan.
Klarifikasi Isu Agama: Imunisasi Campak Halal
Isu sensitif terkait agama juga menjadi penghambat. Terutama pada imunisasi campak, muncul dugaan penggunaan bahan non-halal. Dante memberikan penjelasan rinci:
"Isu yang kedua penyebab zero dose adalah isu agama. Saya akan jelaskan bahwa salah satu imunisasi yang dilakukan adalah imunisasi campak. Memang imunisasi campak itu pada bahan dasarnya untuk memisahkan sel-sel growth-nya itu menggunakan tripsin babi. Tetapi kemudian dipurifikasi atau dimurnikan, dipisahkan, hingga akhirnya pada sampai produk jadinya tripsin babi itu sudah tidak ada lagi," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menguji dan menyatakan vaksin campak tersebut halal. "Ini sudah diuji oleh MUI, vaksin yang dulu dianggap mengandung tripsin babi tripsin pada campak ini sudah sama sekali tidak mengandung unsur yang berasal dari tripsin babi tersebut. Jadi imunisasi ini halal dan baik bagi masyarakat," imbuh Dante.
Pentingnya Imunisasi untuk Masa Depan Cerah Anak-anak
Dante menekankan bahwa imunisasi adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan anak. Anak yang mendapatkan imunisasi memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, tidak mudah sakit, dan jika pun terpapar penyakit, gejalanya akan jauh lebih ringan. "Kalau kita bisa imunisasi, angka kejadian penyakit-penyakit yang bisa dihindari itu menjadi kecil. Anak-anak bisa tumbuh dengan sehat, bisa optimal, tidak gampang sakit dan kalaupun kena misalnya terkena campak dengan kondisi yang lebih ringan," ujarnya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menambahkan bahwa di wilayahnya sendiri, sekitar 6.700 anak juga belum terimunisasi. Berbagai program dan upaya digalakkan untuk menekan angka ini. "Imunisasi ini adalah langkah awal untuk kita semua memulai hidup sehat dan aktif terutama untuk anak-anak kita. Imunisasi sudah terbukti memberikan kita daya tahan agar anak-anak kita tumbuh menjadi orang dewasa yang sangat produktif," pungkas Farhan.
Melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya melalui imunisasi adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan informasi yang benar dan partisipasi aktif, kita bisa memastikan setiap anak di Jawa Barat mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan optimal.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar