Jabar Terkini Mahasiswa ITB Hilang dan Rentetan Kisah Pilu
Sorajabar.com - Jawa Barat kembali diwarnai berbagai peristiwa yang menyita perhatian publik. Dari kabar hilangnya seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berakhir bahagia, hingga rentetan kasus kriminal yang mengguncang rasa aman masyarakat. Sorajabar.com merangkum beberapa insiden penting yang terjadi di Bumi Pasundan baru-baru ini, mengajak Anda untuk memahami dinamika dan tantangan yang ada di tengah-tengah kita.
Drama Pencarian Mahasiswa ITB di Gunung Puntang Berakhir Haru
Kabar mengenai hilangnya Arief Wibisono, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB angkatan 2024, di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, sempat membuat khawatir banyak pihak. Arief dilaporkan hilang sejak Sabtu (9/5), memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim SAR gabungan, relawan, dan warga setempat.
Kini, kabar baik datang. Arief berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada pagi hari tadi. Informasi ini pertama kali dibagikan oleh relawan di lapangan dan kemudian dikonfirmasi oleh Humas ITB, Lala Arief, serta Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Asep Dedi. Arief ditemukan di Leuweung Malang, oleh warga sekitar, sekitar 8 kilometer dari jalur pendakian awal di Basecamp Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari.
Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Nita Yuanita, menjelaskan bahwa Arief sempat terjatuh ke jurang sedalam 6-7 meter. "Jadi dia jatuh, terperosok ke jurang 6-7 meter, lalu tidak bisa naik ke atas ke jalur, jadi membuka jalur menyusuri sungai," tutur Nita. Meski mengalami sejumlah luka goresan dan memar di sekujur tubuh, Arief dalam kondisi sadar dan saat ini telah mendapatkan perawatan di RSUD Bedas Arjasari sebelum akhirnya diserahterimakan kepada pihak keluarga. Sebuah kisah dramatis yang berakhir dengan kelegaan dan rasa syukur.
Tragedi di Bandung Seorang Wanita Tewas di Tangan Mantan Ipar
Peristiwa memilukan juga terjadi di Kota Bandung. Nanda Tritami Raina (26), seorang wanita muda, ditemukan meninggal dunia setelah menjadi korban pembunuhan di Jalan Sekelimus Tengah, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul. Pelaku diketahui berinisial CMM (30), yang merupakan mantan kakak ipar korban. Kapolsek Bandung Kidul, Kompol Sulardjo, membenarkan adanya hubungan keluarga antara korban dan pelaku.
Menurut kronologi, pelaku CMM datang ke lokasi dengan tujuan mencari anak dan mantan istrinya. Namun, ia justru bertemu dengan Nanda yang saat itu menggunakan mobil pribadi. Diduga terjadi percekcokan hebat di antara keduanya. Emosi memuncak ketika Nanda disebut sempat menabrak pelaku menggunakan mobilnya. Tak terkendali, CMM lantas melakukan penusukan sebanyak empat hingga lima kali ke bagian dada korban menggunakan pisau dapur yang telah dibawanya. Nanda sempat dilarikan ke RS Pindad namun nyawanya tak tertolong. Pelaku berhasil diamankan warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Aksi Arogan Pengendara Hadang Ambulans di Depok Berujung Tersangka
Sebuah video viral yang memperlihatkan percekcokan antara seorang pengendara motor dengan relawan ambulans di Depok juga menjadi sorotan. Insiden ini terjadi di Jalan Moch Nail, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu (10/5). Pelaku, seorang pria berinisial ML, dengan arogan menghalang-halangi ambulans yang sedang dalam perjalanan menjemput pasien. Ia bahkan sempat menendang mobil ambulans dan mengancam relawan.
Yayasan Al-Baari Foundation, selaku pengelola ambulans, menjelaskan bahwa relawan saat itu hanya menyalakan lampu jumper tanpa sirene untuk menghindari gangguan warga. Namun, ML tetap tidak terima dan terlibat adu mulut. Setelah insiden tersebut, relawan ambulans melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok. Cepat tanggap, Tim Satreskrim Polres Metro Depok berhasil mengamankan ML di kediamannya. Kini, ML telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 521 UU 1/2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara. Ia mengaku menyesal dan telah meminta maaf atas perbuatannya.
Pelajar di Kuningan Dikeroyok Hanya Karena Jersey Persib
Tindakan kekerasan juga menimpa seorang pelajar berinisial FN (15) di Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. FN diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang berpakaian serba hitam pada Minggu (10/5) malam. Adik ipar korban, Arian, menceritakan bahwa FN saat itu sedang membeli bensin dan sayuran, mengenakan jersey Persib. Tanpa provokasi, FN tiba-tiba dipepet, ditendang, dipukuli, diseret, dan dipukuli di sebuah ruko oleh rombongan tersebut.
Akibat pengeroyokan ini, FN menderita luka lebam dan bengkak di kaki kanan, sikut kiri, serta punggung. Sepeda motor korban juga rusak parah akibat dirusak menggunakan benda tumpul. Keluarga korban telah melaporkan insiden ini ke Polsek Cilimus yang kemudian dilanjutkan ke Polres Kuningan. Kasus ini diharapkan dapat segera diusut tuntas demi keadilan bagi korban.
Ironi Pilu ABG Disabilitas Jadi Korban Pemerkosaan di Sukabumi
Kisah paling memilukan datang dari Kabupaten Sukabumi, di mana seorang remaja perempuan berkebutuhan khusus berinisial E (14) diduga menjadi korban pemerkosaan oleh pria tak dikenal. Aksi bejat ini terjadi di semak-semak belakang gedung fakultas di siang bolong pada Rabu, 15 April 2026. Peristiwa ini terungkap setelah seorang petugas keamanan kampus memergoki pelaku dan mengantarkan korban pulang.
Paman korban, A (34), menjelaskan bahwa pelaku membujuk E dengan iming-iming uang Rp 5.000 saat korban terpisah dari ibunya yang sehari-hari bekerja mencari rongsok. Hasil pemeriksaan medis mandiri menunjukkan adanya indikasi kekerasan seksual pada alat kelamin korban dan luka memar di wajah. Kasus ini kini ditangani Polres Sukabumi, dengan fokus pada pemulihan kondisi kejiwaan korban. E juga telah mendapatkan perhatian dari UPTD PPA Kabupaten Sukabumi dan Dinas Sosial untuk asesmen dan pendampingan. Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan kerentanan kelompok disabilitas di masyarakat.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar