Jabar Terkini: Kisah Viral, Denda Persib, Tragedi Cipali
Sorajabar.com - Berbagai peristiwa menarik dan penting mewarnai hari di Jawa Barat. Dari insiden tragis yang menyisakan misteri, kabar mengejutkan dari dunia Sepakbola, hingga misteri viral yang akhirnya terungkap secara rasional. Sorajabar.com merangkum beberapa kejadian paling disorot yang terjadi di Bumi Pasundan.
Misteri Mayat Tanpa Identitas di Sungai Citanduy Tasikmalaya
Ketenangan Sungai Citanduy di sekitar Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, terusik oleh penemuan mengejutkan. Sesosok mayat pria berkepala plontos ditemukan tersangkut di bebatuan, memicu kehebohan di kalangan warga setempat. Mayat yang sudah dalam kondisi membusuk ini pertama kali diketahui oleh Mamat Rahmat, seorang warga yang awalnya berniat memancing. Bau tak sedap yang menyengat di sekitar lokasi membuatnya curiga, hingga akhirnya ia menemukan pemandangan yang tak terduga.
Penemuan ini segera dilaporkan kepada ketua RT dan pihak kelurahan, kemudian disusul oleh kedatangan aparat kepolisian dan tim BPBD Kota Tasikmalaya. Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, menjelaskan bahwa lokasi penemuan sangat curam dengan kemiringan lebih dari 45 derajat, sehingga memerlukan teknik vertical rescue yang melibatkan belasan personel. "Kalau jarak paling sekitar 500 meter, tapi curam lebih dari 45 derajat. Sehingga kami harus menggunakan teknik vertical rescue, jadi personil dibagi 3 tim," ujarnya.
Kapolsek Cibeureum, AKP Iwan Sujarwo, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa jenazah telah dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk identifikasi lebih lanjut. Diperkirakan, mayat tersebut telah meninggal sekitar 2 hingga 3 hari sebelum ditemukan, mengingat kondisi jenazah yang sudah membusuk. Polisi saat ini tengah berupaya mengungkap identitas korban dan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke Inafis Polres Tasikmalaya Kota. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kematian dan identitas sebenarnya dari pria nahas tersebut.
Persib Bandung Hadapi Denda Rp 5,9 Miliar di Musim Ini
Di tengah ambisi Persib Bandung untuk meraih gelar juara Super League tiga kali beruntun pada musim 2025/2026, terselip fakta pahit mengenai sanksi disiplin yang harus ditanggung klub kebanggaan Bobotoh ini. Sepanjang musim, Maung Bandung dihujani denda fantastis dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hingga mencapai lebih dari Rp 5 miliar.
Pelanggaran yang memicu sanksi ini sangat beragam, mulai dari kehadiran suporter di laga tandang, penggunaan flare dan petasan, pelemparan benda ke lapangan, invasi suporter, hingga kerusuhan dalam pertandingan kompetisi Asia. Wakil CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengakui bahwa nominal denda ini sangat besar dan menyayangkan uang tersebut tidak bisa dialokasikan untuk pengembangan fasilitas klub.
"Rp5 miliar itu biaya yang bisa digunakan untuk merapikan lapangan dari nol, menambah media tanam sampai 30 cm, mengganti rumput dari dicopot semua diganti yang baru yang paling bagus itu Rp5 miliar cukup lah," jelas Adhitia. Meskipun demikian, Adhitia memilih untuk menjadikan rentetan sanksi ini sebagai bahan evaluasi bersama bagi seluruh elemen Persib, termasuk para suporter. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan, demi menjaga nama baik klub dan tentunya keuangan tim.
Kecelakaan Maut Bus Study Tour di Tol Cipali Renggut Satu Nyawa
Perjalanan study tour yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi duka. Bus rombongan SMPN 2 Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengalami kecelakaan beruntun di Tol Cipali KM 88, wilayah Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Insiden tragis yang terjadi pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB ini melibatkan bus PO EJ 78 Trans, sebuah truk boks, dan truk tangki.
Bus yang mengangkut 35 pelajar kelas IX, dua guru pendamping, dan awak bus itu melaju dari Cirebon menuju Jakarta. Menurut Kepala Induk PJR Tol Cipali, Iptu Lutfi Medi Haryanto, kecelakaan bermula saat truk boks tiba-tiba oleng dan berpindah ke lajur dua. Sopir bus yang terkejut berusaha menghindar dengan membanting setir ke kiri, namun tabrakan dengan bagian belakang truk boks tak terhindarkan. Setelah itu, truk boks menabrak truk tangki di lajur tiga. "Sopir bus kaget lalu membanting setir ke kiri, namun tabrakan dengan bagian belakang truk boks tidak dapat dihindari karena jarak kendaraan terlalu dekat," jelas Lutfi.
Akibat benturan keras, kernet bus yang diketahui bernama Daniel, warga Semarang, meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit akibat terjepit bodi kendaraan. Sementara itu, 10 penumpang lainnya, termasuk sopir dan guru pendamping bernama Paizin, mengalami luka ringan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini. Empat bus rombongan lainnya melanjutkan perjalanan, sementara para pelajar yang terluka dirawat di IGD RS Abdul Radjak Purwakarta. Bangkai bus telah dievakuasi ke tempat penyimpanan kendaraan kecelakaan di KM 92 Tol Cipali.
Misteri Bocah Berbaju Putih di RSUD Palabuhanratu Terkuak!
Video viral yang menunjukkan sesosok anak kecil berbaju putih muncul misterius di lorong RSUD Palabuhanratu sempat menghebohkan jagat maya. Berdurasi 22 detik, video yang diunggah oleh pengunjung bernama Neng Uswatun Hasanah ini memicu spekulasi mistis dan menarik perhatian ratusan warganet.
Namun, pihak manajemen RSUD Palabuhanratu segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman. Humas RSUD Palabuhanratu, Billy Agustian, menjelaskan bahwa sosok anak kecil tersebut kemungkinan besar adalah anak dari salah satu keluarga penunggu pasien di ruang Paviliun. "Apabila dilihat dari lokasi pas munculnya anak kecil yang memakai baju putih itu, dia muncul dari arah selasar Paviliun," terang Billy.
Dugaan ini diperkuat oleh tata letak bangunan. Ruang Paviliun memiliki akses pintu belakang yang terhubung langsung dengan selasar utama tempat rombongan pengunjung melintas. Jadi, sangat wajar jika ada anak-anak yang bermain atau melintas di area tersebut. Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengaitkan video ini dengan hal-hal gaib, melainkan melihatnya dari sudut pandang yang lebih rasional.
Skandal 'Ulat' di Menu Makan Bergizi Gratis Tasikmalaya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan negatif setelah ditemukan ulat di hidangan yang diduga bagian dari program tersebut di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Penemuan ulat mati dalam oseng jagung muda yang disajikan bersama telur goreng dan buah ini memicu kemarahan dan keresahan publik, apalagi kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.
Roni Romansyah, Pengurus ICMI Kabupaten Tasikmalaya, mengecam keras insiden ini. Menurutnya, lemahnya pengawasan dan pengelolaan dapur penyedia makanan, terutama di wilayah pelosok, menjadi penyebab utama masalah higienitas ini. "Jangan mentang dapurnya di pelosok pengelolaannya sembarangan, masakan tidak higienis. Ini kejadian bukan pertama tapi memang tidak terekspos saja," tegas Roni. Ia menekankan bahwa program yang digulirkan untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia ini seharusnya dikelola dengan serius.
Roni mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini, melakukan audit terhadap dapur penyedia makanan, dan memproses hukum pihak yang terbukti lalai. Polsek Bojonggambir saat ini tengah menelusuri kebenaran informasi dan melakukan penyelidikan. Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya, Ruby Azhara, menyatakan telah menurunkan tim untuk memeriksa laporan di lapangan. Insiden ini menjadi pengingat penting akan standar kebersihan dan pengawasan dalam program-program vital yang menyentuh langsung masyarakat.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar