Geger Garut Eks Polisi Mengamuk Cari Anggota DPR Ade Ginanjar
Sorajabar.com - Warga Garut dihebohkan oleh insiden mengerikan yang melibatkan seorang oknum mantan anggota Polri. Pria tersebut mengamuk sambil membawa senjata tajam dan pistol, mencari keberadaan anggota DPR RI, Ade Ginanjar. Peristiwa yang sempat terekam kamera amatir warga ini terjadi di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, pada Selasa sore, 19 Mei lalu, sekitar pukul 17.00 WIB, dan kini videonya telah menyebar luas.
Kronologi Aksi Mengamuk yang Mencekam
Ketegangan bermula ketika pria yang belakangan diketahui berinisial F tersebut tiba-tiba muncul dan mulai berteriak-teriak, seolah mencari seseorang. Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan adegan mencekam saat F terlihat menenteng samurai, menunjukkan ekspresi kemarahan yang meluap-luap. Tidak hanya sekadar mengancam, F juga melakukan tindakan perusakan. Tenda dan lapak milik pedagang yang berada di sekitar lokasi menjadi sasaran amukannya. Ia juga dilaporkan merusak bagian atap salah satu bangunan yang merupakan bagian dari rumah milik Ade Ginanjar.
Aksi brutal F tidak berhenti di situ. Dengan senjata di tangannya, ia terus berulah, menciptakan kepanikan di area tersebut. Namun, kesabaran warga sekitar memiliki batasnya. Melihat ulah F yang semakin menjadi-jadi dan meresahkan, massa yang geram akhirnya bereaksi. Mereka beramai-ramai melumpuhkan F, memberikan pelajaran atas tindakannya yang merugikan dan membahayakan. Pria itu pun akhirnya tak berdaya dihajar massa yang kesal.
Ade Ginanjar Buka Suara, Identitas Pelaku Terungkap
Menanggapi aksi teror yang menyasar propertinya, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ade Ginanjar, memberikan klarifikasi. Melalui pesan WhatsApp kepada awak media pada Rabu, 20 Mei, Ade mengakui bahwa dirinya mengenal sosok pelaku berinisial F tersebut. "Dulu iya (polisi), tapi sekarang saya tidak tahu sebagai apa sekarang dia. Saya sama orang itu cuman tahu saja. Tidak pernah mau kenal dan tidak pernah diterima kalau mau ketemu saya," ungkap Ade.
Ade menjelaskan bahwa F adalah warga Garut selatan, wilayah yang merupakan daerah pemilihannya. Menurut Ade, F bukanlah sosok asing bagi masyarakat setempat. "Orang tukang mabuk, memang sudah banyak bikin resah masyarakat di Kecamatan Pameungpeuk. Masyarakat sudah tahu," tambahnya, menggambarkan reputasi F yang kurang baik di mata publik.
Saat insiden terjadi, Ade Ginanjar menegaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi. Ia menjelaskan bahwa rumah yang menjadi sasaran amukan F tersebut sudah jarang ditinggalinya. "Saya enggak tinggal di sana. Itu rumah kosong, saya di Dapil," pungkas Ade, menandakan bahwa ia sedang fokus menjalankan tugasnya di daerah pemilihan.
Dampak dan Reaksi Masyarakat
Kejadian ini sontak menimbulkan beragam reaksi di kalangan masyarakat Garut. Banyak yang terkejut sekaligus prihatin melihat aksi anarkis yang dilakukan oleh seorang mantan penegak hukum. Video yang beredar luas menjadi bukti nyata betapa cepatnya informasi menyebar dan memicu diskusi publik. Insiden ini juga menyoroti pentingnya keamanan dan ketertiban umum, serta bagaimana tindakan individu dapat memiliki dampak luas terhadap komunitas.
Masyarakat berharap pihak berwajib dapat menindaklanjuti kasus ini dengan serius, tidak hanya untuk memberikan keadilan bagi korban perusakan tetapi juga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Reputasi seseorang, terutama yang pernah mengemban tugas sebagai penegak hukum, seharusnya menjadi contoh yang baik, bukan sebaliknya.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar